BISNIS BERJUALAN BURUNG KICAU (1)

Pernah Lego Murai Batu Rp25 Juta

Suara merdu,warna cantik,lincah dan bentuk tubuh yang eksotik.Hal itulah yang membuat para penghobi burung atau juga disebut para kicau mania tergila-gila hingga rela merogoh kocek puluhan juta rupiah untuk mendapatkan jagoan sang juara

INILAH bisnis yang sedang dilakoni Amri Simatupang. Bisnis burung kicau yang telah dilakoninya sejak tahun 1990 tersebut tetap axis hingga sekarang. Dengan pusat penjualan di Jalan Demang Lebar Daun dan Pasar Cinde Palembang ini sangat banyak didatangi oleh para kicau mania dari berbagai daerah.Burung yang dijualpun berbagai macam, tak ayal lagi 50 jenis burung ada di toko Bang Am “panggilan akrab Amri”.

Harga burung yang dijual juga bermacam-macam tergantung jenisnya, mulai dari Rp50.000 hingga puluhan juta rupiah. Bahkan burung kesayangan Bang Am dengan jenis Murai Batu (MB) pernah dilego seharga Rp25 juta pada tahun 2000 lalu dan meraih juara pertama di Palembang.

“Saya menekuni bisnis ini sejak 20 tahun silam.Awalnya hanya dari hobi bermain kicau dengan jumlah burung 13 ekor.Tetapi,karena kebanyakan teman-teman pemain ingin mengambil burung tersebut akhirnya dilego Rp25 juta,” ujar pria empat anak ini seraya menambahkan, burung yang pertama dipelihara seperti Robbi,Poksai,Wambei dan jenis burung lainnya.

Burung tersebut adalah burung impor dari Hongkong. Dari hobi tersebutlah Bang Am terus melakukan bisnis burung kicau. Awalnya dia membuka toko di Pasar Lama selama kurang lebih tiga bulan yang kemudian pindah ke Pasar Cinde. Dari Pasar Cinde Palembang itulah bisnis Suami dari Sri Yeni ini terus menggeliat. Buktinya, toko burung miliknya telah memiliki beberapa cabang. Bahkan Bang Am telah mampu mempekerjakan dua orang karyawan dengan gaji Rp900.000 perbulan.

“Bisnis ini agar tetap maju yang harus dipegang adalah kepercayaan pembeli. Untuk itu, saya tidak pernah bohong dengan kondisi burung. Jika sudah bunyi saya bilang bunyi,kalau burungnya jantan saya bilang jantan. Dengan begitu pembeli puas dan akan kambali lagi membeli burung di sini,”beber pria kelahiran Tapanuli,Padang Sinampuan kepada Seputar Indonesia.

Dibeberkan mantan Koordinator Lapangan Kicau Mania Palembang BC ini,untuk omset bisnis burung kicau ini tidak tentu. Untuk jenis burung sebenarnya tidak ada harganya, tergantung dari para penghobi itu sendiri. Jika meraka sangat berminat untuk membeli burung tersebut berapapun harga burung tersebut pasti akan dibeli. Adapun burung yang tersedia di toko Bang Am seperti Cucak Rawa, Murai Batu,Kacer,Love Bird,Kenari, Cucak Hijau, Kapas Tembak, Jenggot Jawa,Pelatuk, Beranjangan, Beo,Kakak Tua dan banyak lagi jenis burung lainnya.

“Sebenarnya burung ini tidak ada patokan harga. Jika burung tersebut telah mapan dan juara harga bisa mencapai puluhan juta. Untuk itulah,bisnis ini cukup menjamin, meskipun terkadang ada yang mati sebelum dijual,” jelas pria ramah ini seraya menghisap rokok.

Seraya melayani pelanggan yang melihat burung kenari dan memberi makan anakan burung beo,Bang Am terus bercerita kepada SI.Burung kicau yang ada tersebut didatangkan dari berbagai daerah, misalnya Medan, Jambi, Jakarta,Padang,Jawa dan lainnya. Sehingga stok burung ditoko yang disewanya dengan harga Rp 25 juta pertahun tersebut tidak pernah kekurangan. Oleh karena itulah, tidak hanya para penghobi yang datang ingin membeli burung di sana, tetapi para penjual burung baik dari pasar Cinde,pasar 16 dan toko burung lainnya mengambil di sana.

Maklum, harga burung di markas Bang Am ini cukup miring jika dibandingkan dengan toko burung kicau lainnya. “Saya jual burung tidak mengambil untung banyak, jika harga cocok saya jual. Yang penting bisnis ini lancar,” tukas pria yang memiliki moto harus pegang omongan, jujur dan harus bayar utang ini.Sebab,setiap pedagang pasti memiliki hutang karena barang yang didatangkan adalah pesanan.

Selain bisnis burung, pria yang berkulit sawo matang ini ternyata juga menggeluti bisnis tambahan yakni menjual kandang kicau untuk kontes. Kandang ini juga banyak diminati para kicau mania. Sebab, meskipun ada jagoan handal tetapi tidak didukung dengan kandang yang cantik juga akan mengurangi penilaian. Oleh sebab itu, kandang juga sangat penting. Untuk itulah dia juga menyediakan kandang kicau yang didatangkan dari Yogjakarta, Bandung, Jakarta, Semarang, Solo dan daerah lainnya.

“Saya sediakan kandang kicau untuk kontes yang paling mahal Rp12 juta. Tetapi biasanya para pemain kerap membeli kandang yang standar dengan harga Rp400.000–Rp 5 juta. Ini tergantung dari kantong si pemain itu sendiri,”bebernya.

Sementara itu,Cemot,salah seorang Karyawan Bang Am mengatakan, dirinya telah bekerja bersama Bapak kurang lebih delapan bulan ini.Pasalnya,dirinya juga hoby memelihara burung sehingga sangat senang menjadi salah satu karyawan. “Saya sangat hoby dengan burung. Dengan merawat burung ini saya sangat senang, setiap pagi beri kroto,jangkrik dan pisang.Kemudian kandang dibersihkan lagi sebelum digantung dan dijemur,” ungkap Cemot yang terlihat telaten merawat burung kicau ini. (yayan darwansah/bersambung)

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: