Pedagang Datangi Kantor Pol PP

PAGARALAM(SI) – Tidak terima salah satu rekannya dianiaya hingga babak belur saat penertiban,kemarin puluhan pedagang mendatangi Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Pagaralam guna menuntut pertanggung jawaban.

Berdasarkan informasi, sekitar pukul 08.30 WIB, Satpol PP melakukan penertiban terhadap semua pedagang di areal Pasar Kambing Kota Pagaralam. Saat penertiban berlangsung, seorang pedagang ikan,Rendra,28,terlibat adu mulut dengan salah seorang oknum petugas Pol PP berinisial AR. Namun, saat melihat AR terlibat keributan dengan salah satu pedagang, puluhan petugas Pol PP berseragam lengkap turut memukul pedagang hingga babak belur dan pingsan.“Untung saya selaku kakak kandung Rendra segera datang untuk memberikan perlindungan dengan memeluknya.Namun, apa yang hendak dikata,kondisi fisik adik saya sudah luka-luka, dengan kucuran darah yang banyak, baik di mukanya maupun bahu,” ujar Noni,kakak kandung korban di Kantor Satpol PP Pagaralam kemarin.

Menurut dia, yang paling menyakitkan hati, setelah kejadian pengeroyokan, aparat Pol PP langsung membawa adiknya ke kantor satuannya, bukan segera membawa ke rumah sakit untuk diberikan pertolongan. “Masak orang yang sudah babak belur dengan hidung dan mulut terluka parah langsung dibawa ke Kantor Pol PP, bukan diberi pertolongan ke pihak medis. Kita meminta keadilan di sini karena Pol PP sekarang sudah di batas kewajaran dalam melakukan tugasnya, termasuk perbuatan anarkistis dan berani main hakim sendiri,”ujarnya.

Menurut saksi mata lainnya, Iliana,43,yang juga pedagang,kedatangan dia bersama rekan-rekan satu profesi ke Kantor Pol PP dalam rangka mempertanyakan perbuatan anggotanya yang di luar rasa kemanusiaan. “Kita rombongan pedagang ini sebelum ke Kantor Pol PP terlebih dahulu sudah menuju rumah sakit. Namun, setelah kami cek, rekan kita yang dianiaya tidak terdapat di sana, pihak Pol PP malah menyekapnya di kantor,”ungkapnya. Para pedagang berharap aparat Pol PP bertanggung jawab atas kejadian yang baru saja menimpa rekan sesama pedagang tersebut, karena perbuatan main hakim sendiri sudah melanggar hukum dan bisa dilaporkan kepada pihak berwajib.

“Yang kita permasalahkan di sini bukan penertiban pedagang kaki lima, tetapi perbuatan penganiayaan yang dilakukan beberapa oknum Pol PP terhadap pedagang,” tandasnya. Pantauan SI di Kantor Pol PP Pagaralam kemarin,puluhan pedagang sengaja meninggalkan dagangannya untuk menuntut Satpol PP tidak berbuat sewenang-wenang. Kedatangan para pedagang sekitar pukul 11.00 WIB disambut unsur pimpinan Satpol PP didampingi aparat kepolisian. Setelah menggelar pertemuan tertutup,Kepala Satpol PP Pagaralam Paber Napitupulu menyatakan, kedatangan para pedagang ke kantornya merupakan provokasi beberapa oknum pedagang yang tidak ingin dilakukan penertiban.

“Tidak ada sama sekali Mas kita aniaya atau keroyok pedagang hingga luka parah. Itu sama sekali tidak benar,mungkin saat dilakukan penertiban ada yang luka, itu mungkin karena terdorong orang ramai,”ujar Paber melalui telepon genggamnya kemarin. Selain itu, pedagang yang terluka itu kini mendapatkan perawatan pada luka kecil yang dialami.“ Sudah kita lakukan perdamaian, termasuk kerugian pedagang sudah diganti,”pungkasnya. (m marzuki)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: