Berhasil Padukan Pupuk Urea dan Nufaris (Bagian 1)

Temukan Formula Karena Coba-coba

Apa hasilnya jika Pupuk Urea dioplos dengan racun rumput jenis Nufaris. Kita tidak tahu?. Tetapi, apa yang dilakukan oleh salah seorang petani yang tinggal dusun Lubuk Tabun, Kecamatan Tanjung Sakti, Kabupaten Lahat ini adalah hal yang tidak pernah diteliti terlebih dahulu.

Tetapi, nyatanya formula ajaib hasil besutan ayah dua anak itu cukup berpengaruh terhadap hasil panen kopi setiap tahunnya. Dimana, setiap kali panen kebun dengan 8.000 ribu pohon kopi tersebut bisa menghasilkan sedikitnya 2-3 ton kopi pertahunnya.

Awalnya Ranoto, hanya coba-coba mencampur pupuk Urea dengan racun rumput jenis Nufaris agar pemupukan dan penyemprotan rumput dilakukan hanya satu kali. Dimana, pupuk berfungsi untuk menyuburkan tanah dan memberikan gizi bagi tanaman. Sementara racun untuk membunuh rumput liar yang mengganggu tanaman kopi. Tetapi, nyatanya setelah dicampur antara pupuk urea dan racun rumput, rumput liar cepat mati dan tanaman kopi juga tumbuh segar dengan hasil yang memuaskan. Sehingga cara tersebut kerap dia gunakan hingga dicontoh oleh banyak petani yang ada ditalang tempat dia bermukim.

“Awalnya saya hanya coba-coba mencampur Pupuk Urea dengan racun rumput jenis Nofaris. Tetapi, hasinya cukup memuaskan yakni hasil kopi bertambah. Kemduian, saya juga hanya satu kali bekerja yakni meracun rumput sekaligus memupuk karena dalam kandungan air sudah dicampur antara racun rumput dengan pupuk,” ungkap Ranoto.

Untuk campuran pupuk urea dengan racun rumput dalam satu tangkinya dikatakan pria kelahiran Tanjung Sakti 42 silam dengan rincian 50 cc racun rumput sesuai petunjuk pemakaian dan satu gelas pelastik pupuk urea dengan air secukupnya hingga tangki semprot racun penuh. Yang lebih penting lagi dikatakan Ranoto adalah dengan mencampur pupuk urea dengan racun rumput adalah menghemat pupuk karena sudah dicairkan terlebih dahulu.

“Perpaduan antara pupuk urea dengan pestisida ini memiliki berbagai keuntungan. Dimana, selain cara pemupukan dan penyemprotan hanya dilakukan satu kali, dengan cara ini juga menghemat pupuk. Sebab, untuk satu hektar lahan dibutuhkan delapan tangki campuran antara pupuk dan racun rumput. Sehingga dengan begitu dalam satu hektar hanya dibutuhkan delapan cangkir pupuk urea. Tetapi, meskipun sedikit hasilnya juga maksimal,” ungkap dia.

Ditambahkan suami dari Elnuti ini, awalnya dirinya hanya menjadi bahan omongan para petani kopi dimana dia menggarap lahan. Sebab, setiap kali meracun rumput selalu membawa karung pupuk urea untuk bahan campuran. Tetapi, setelah melihat hasil kebun yang berlimpah akhirnya para petani yang lain ikut menirukan hal yang sama dengan mencampur racun rumput dengan pupuk urea.

“Awalnya saya hanya menjadi bahan gunjingan teman-teman petani, mubazir mencampur pupuk urea dengan racun rumput. Tetapi, saya berkeyakinan apa yang saya lakukan ini adalah hal yang benar. Terbukti, setelah panen tiba hasil kopi melimpah padahal tanaman kopi hanya 8.000 batang sementara milik petani lain mencapai 12.000 batang,” bebernya.

Dengan meningkatnya hasil panen dari tahun sebelumnya membuat banyak petani menanyakan apa rahasia pengolahan yang dilakukan oleh Ranoto sehingga hasil panen kopi berlimpah. Satu persatu petani datang kepondok yang Ranoto tempati untuk mendapatkan rahasia yang dilakukannya. Tetapi, karena niat baik untuk memajukan para petani akhirnya ranoto memberikan kiat-kita yang dia lakukan agar pengolahan kebun meningkat dan hasilnya pun memadai.

“Sebenarnya saya tidak ada rahasia jitu untuk mengolah kebun. Apa yang kalian lakukan untuk menggarap kebun juga saya lakukan baik itu meracun rumput maupun memupuk. Tetapi, saya hanya bekerja satu kali yakni racun rumput dan pupuk urea diaduk jadi satu sehingga hasilnya dapat optimal,” ujar dia.

Sehingga  dengan kejadian tersebut akhirnya para petani yang ada juga mengkuti cara dengan mencampur antara Pupuk Urea dengan racun rumput jenis Nufaris seperti apa yang dilakukan oleh Ranoto agar berharap hasil kopi musim ini meningkat dari sebelumnya. (yayan darwansah/bersambung)

1 Komentar »

  1. Indra Said:

    Kaba jangan cacak pacak kele mati gale kawe kaba.


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: