PETANI KOPI SUKSES MEMADUKAN UREA DAN NUFARIS, RANOTO (Bagian 2/habis)

Cukup Urea Sedikit,Panen Naik 3 Kali Lipat

Setiap petani kopi kerap berusaha agar tanaman kopinya mendapatkan hasil memuaskan,melakukan berbagai percobaan,baik dengan cara menyetek atau bahkan dengan membuat lobang angin di setiap sela pohon kopi.

TETAPI, semua hal tersebut ternyata tidak cukup jika tidak diimbangi dengan perawatan dan pemupukan yang memadai.Karena jika pohon kopi hanya dijadikan bahan percobaan tanpa adanya pemupukan dan perawatan, hasil yang didapat juga tidak akan memuaskan.

Namun, percobaan yang dilakukan Ranoto ini terlihat sukses, yakni dengan mengoplos pupuk urea dengan racun nufaris. Terlebih, hal ini adalah suatu yang memang masuk dalam pemikiran. Pupuk untuk tanaman kopi dan racun untuk membunuh rumput liar.Tetapi, jika pupuk urea diberikan berlebihan juga dikhawatirkan hasil tidak maksimal karena pohon kopi lebat akan daun sementara buahnya tidak ada. “Ureanya sedikit saja, cukup satu cangkir plastik dalam satu tangki. Sementara, racun rumput sesuai aturan pakai.Jika pupuk urea diberikanterlalubanyak,pohonkopi tidak berbuah karena banyak daun dan terlalu subur,”ungkap Ranoto.

Berdasarkan penelitian terhadap apa yang dilakukan Ranoto, yakni sedikit saja menggunakan pupuk urea adalah benar. Jika di tanah terdapat unsur N yang berlebih yang terkandung dalam pupuk urea dan unsur lainnya kurang atau tidak ada, tanaman tersebut hanya akan memiliki daun yang tebal dan tidak mampu berbuah. Jadi, bila dilihat pada tanaman daun sangat hijau gelap,tetapi buah atau batangnya kurus, itu artinya di tanah tersebut hanya tersedia N sedang unsur hara yang lain kurang. “Bisa kita lihat banyak orang yang memupuk kebun kopi secara langsung dengan intensitas yang banyak tetapi hasil tidak memuaskan.

Dengan banyak pemupukan, daun juga banyak dan hijau gelap. Sementara, buah tidak ada dan batang kurus.Akan tetapi,jika memupuk sedikit dibarengi dengan menyemprotkan racun hasil cukup maksimal bisa berlipat hingga tiga kali lipat,” ungkap saudara laki-laki dari Adir ini. Ranoto mengatakan, untuk setiap kali panen kopi dengan memakai pola pencampuran antara pupuk urea dan racun nufaris, hasil panen kopi bisa meningkat serta lebih baik. Sementara, kondisi tanaman tetap terjaga dan sehat meskipun dicampur dengan racun. “Alhamdulillah, pada musim panen kali ini cukup menggembirakan. Setiap gugus buah kopi penuh dengan bunga dan buah. Kemungkinan panen akan meningkat 2–3 ton,”ungkap dia.

Meskipun demikian, ada hal sulit yang dialami Ranoto, yakni hal tersebut terjadi jika kondisi pupuk yang ada di daerah mengalami kelangkaan. Padahal, untuk pemeliharaan yakni dengan pemupukan dan penyemprotan perlu dilakukan minimal tiga kali dalam setahun. Akibatnya, dengan kondisi tersebut akan sedikit berpengaruh terhadap tanaman sehingga membuat petani terpaksa memanfaatkan limbah kulit kopi sebagai pupuk organik. “Kitapernahmengalamike-langkaan pupuk selama dua musim ini. Petani kopi rakyat yang bercocok tanam di wilayah hutan tidak menggunakan pupuk urea. Akibatnya, jumlah produksi kopi menurun sekitar 70%.

Oleh karena itu,mereka meminta agar pemerintah dapat memperhatikan kondisi penyaluran pupuk urea ke daerah,”ungkap dia. Ditambahkannya, tanaman kopi digarap selama delapan bulan. Lazimnya, dalam satu musim ada dua kali pemupukan, yakni awal dan akhir musim hujan. Setiap hektare dibutuhkan sekitar empat kuintal pupuk urea. ”Untuk musim ini, tinggal 3–4 bulan lagi panen. Untuk itu,kami minta agar ketersediaan pupuk dijamin agar petani tidak kesulitan sehingga hasil produksi kopi dapat lebih maksimal,”ungkap dia.

Sementara itu, Mulyadi, 32, salah seorang petani yang juga telah mengikuti cara penyem-protan racun dengan menambah pupuk urea mengungkapkan, sekarang ini dengan telah mengikuti langkah yang dilakukan Ranoto, kebun miliknya telah banyak berbuah. Padahal,sebelumnya pohon kopi miliknya banyak daun daripada buah. Hal tersebut karena Mulyadi melakukan pemupukan langsung dan berlebihan. Akan tetapi, karena telah diajari Ranoto, saat ini tanaman kopinya telah mengalami sedikit perubahan yakni peningkatan buah kopi.

“Selama ini saya memang kerap mengejek dia karena mencampur antara pupuk urea dengan nufaris.Akan tetapi, karena saya lihat hasil kebun Ranoto sangat banyak akhirnya saya juga ikut,”ungkapnya. (yayan darwansah)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: