Sekwan-Staf Ancam Mogok Kerja

PALEMBANG (SI) – Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Sumatera Selatan Soefyan Machmud bersama 29 stafnya mengancam mogok kerja alias mengundurkan diri dari jabatan struktural di DPRD Sumsel.

Mereka menyatakan tidak sanggup lagi memfasilitasi kegiatan DPRD Provinsi Sumsel. Hal tersebut dituangkan dalam surat pernyataan resmi yang disampaikan Sekwan ke Pimpinan DPRD Sumsel dan Pimpinan Komisi I DPRD Sumsel secara langsung di ruang tamu utama pimpinan Dewan secara terbuka sekitar pukul 09.00WIB kemarin.

Dari 90 staf di sekretariat DPRD Sumsel, surat tersebut hanya ditandatangani 29 pegawai negeri sipil (PNS) di sekretariat Dewan, mulai Sekwan, Kabag Umum, Kabag Persidangan, Kabag Humas dan Protokol, Kabag Keuangan, Bendahara, 21 Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), dan 4 orang panitia pengadaan barang dan jasa. Dari ke-31 nama dan jabatan yang tertera dalam lembar pernyataan tersebut, ada 2 PPTK yang tidak menandatangani surat pernyataan itu.

Dalam surat yang ditulis tanggal 18 Maret itu disebutkan,alasan pengunduran diri mereka yakni sistem kerja sama antara Dewan dan sekretariat tidak lagi kondusif karena saling curiga satu sama lain. Sekwan dan stafnya mengaku tidak sanggup lagi melaksanakan kegiatan-kegiatan yang bersifat memfasilitasi DPRD Sumsel.

Di hadapan pimpinan DPRD Sumsel, Sekwan Soefyan Machmud mengaku stafnya sudah gerah dengan tudingan-tudingan anggota Dewan yang dinilainya berlebihan. Misalkan, penggunaan uang kontribusi untuk bimbingan dan teknologi (bimtek) yang dituding anggota Dewan telah dikorupsi. Kemudian, persoalan layanan asuransi dan pakaian adat. “Kami sudah tak nyaman, kalau dinilai salah sedikit mau dilaporkan ke Polda, habis kesabaran kami.

Persoalan seperti ini sudah terjadi sejak 4 bulan terakhir.Karena sudah tidak ada lagi perhormatan sama sekali dari Dewan kepada kami sebagai manusia. Malah saat bimtek di Bandung, ada anggota Dewan yang marah-marah dengan sekretariat hingga hampir menangis dan nyaris terjadi pertumpahan darah,”kata Soefyan.

Dalam bimtek itu pun, sambung Soefyan, ada anggota Dewan yang curiga berlebihan dengan memeriksa kamar staf Setwan.“Saat ikut bimtek semua fasilitas anak buah saya di kamarnya diperiksa oleh anggota Dewan. Katanya kita membonceng kenikmatan fasilitas anggota Dewan.Padahal, saya mengeluarkan uang Rp6 juta untuk staf,”katanya.

Hal senada dikatakan Kabang Persidangan Sudirman yang membacakan surat pernyataan tersebut di hadapan pimpinan Dewan. Surat tersebut menyatakan staf Sekwan sudah tidak merasakan keharmonisan lagi.“Staf saya menghadap mau mengundurkan diri, bahkan ada yang sanggup minta mundur dari PNS karena sudah tidak tahan lagi,”kata dia.

Melihat peristiwa dan pengakuan tersebut,Ketua DPRD Sumsel Wasista Bambang Utoyo tampak terkejut.“Saya baru tahu tentang hal ini, tapi kami minta bapak-bapak untuk tidak emosional dalam mengambil keputusan,”katanya. Selanjutnya,Wasista meminta Wakil Ketua DPRD Sumsel Mohd Iqbal Romzi untuk memberikan nasihat.

Di hadapan Sekwan dan staf Sekretariat DPRD Sumsel, Iqbal meminta semua pihak untuk menahan diri dan menelaah peristiwa kasus per kasus. Iqbal juga meminta semua pihak untuk mengambil jalan keluar terbaik atas persoalan yang terjadi. “Orang yang memegang amanah sepertimemegangbaraapi. Kamiberharap kita semua saling menasihati dalam kebenaran dan saling menasihati dalam kesabaran.

Alangkah naifnya kami sebagai pimpinan bila membiarkan masalah ini,”ujarnya. Menyikapi situasi yang sudah tidak kondusif dan surat ancaman Sekwan dan stafnya ini, pimpinan Dewan bersama alat kelengkapan Dewan, antara lain Ketua Badan Kehormatan, langsung menggelar rapat mendadak tertutup selama dua jam lebih.

Seusai menggelar pertemuan tersebut,Wasista mengatakan,pimpinan dan semua alat kelengkapan Dewan dalam rapat sepakat akan melaporkan surat pernyataan yang ditandatangani Sekwan dan beberapa stafnya kepada eksekutif. Wasista menilai tindakan yang dilakukan Sekwan dan stafnya itu merupakan tindakan indisipliner. “Ini sudah lama,kenyataannya Sekwan ini sudah habis masa waktunya.

Dulu ada keinginan dari bawah, baik dari Dewan maupun staf di sekretariat, untuk melakukan penggantian Sekwan, kita minta masalah ini jangan berlarut-larut supaya jangan timbul masalah lagi,”katanya. Selain itu, pimpinan Dewan akan meminta pemprov untuk menunjuk pelaksana harian pengganti Sekwan agar kegiatan Dewan tetap berjalan. Dia juga mempersilakan eksekutif untuk memanggil PNS yang indisipliner.

Soal sanksi tindakan yang dilakukan Sekwan dan beberapa stafnya, Wasista menyerahkan ke pihak eksekutif karena Sekwan di bawah kewenangan eksekutif.“Dulu mereka minta Sekwan diganti, sekarang malah berbalik mendukung, ini ada apa ini jadi pertanyaan kita,”katanya.

Terkait soal tindakan dan perlakuan oknum anggota Dewan terhadap PNS Dewan yang menyalahi kode etik, Wasista mengatakan, pihaknya telah meminta Badan Kehormatan untuk memberikan saksi tegas terhadap Dewan yang berlaku kasar dan menyalahi kode etik.“Kita akan bertindak tegas.Sekarang BK sedang bekerja untuk menangani masalah ini,”kata dia.

Wagub Panggil Sekwan

Wakil Gubernur Sumsel H Eddy Yusuf akan memanggil Sekwan beserta 39 staf sekretariat yang melakukan aksi mogok.Pasalnya, sebagai pegawai negeri sipil (PNS), mereka harus siap melaksanakan tugas apa pun. Dengan kondisi yang ada,pihak sekretariat tidak perlu melakukan aksi mogok seperti sekarang ini. “Tidak ada istilah mogok.Untuk itu, saya akan panggil Sekwan bersama staf sekretariat.

Sebab,sebagai abdi negara apa pun,pekerjaan enak tidak enak harus dilakukan karena ini untuk kepentingan bersama,” ujar Eddy seusai menemui DPD RI di Kantor Gubernur kemarin. Menurut dia, jika ada kecurigaan yang dilakukan kalangan DPRD Sumsel,itu adalah hal wajar. Akan tetapi, jika pekerjaan yang dilakukan benar,tidak perlu takut. Untuk itu, kiranya jangan melakukan aksi yang tidak pantas seperti itu,apalagi hingga mogok bekerja.

“Yang penting sekarang ini tidak berbuat salah. Masalah curiga silakan mereka mencurigai,karena itu adalah hak masing-masing.Untuk itu, agar masalah ini ada kejelasan, akan kita minta keterangan Sekwan dan semua staf sekretariat yang mogok tersebut,”ujar dia. (CR01/yayan darwansah)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: