Alex Minta Gaji Pemain SFC Segera Dibayar

PALEMBANG(SI) – Gejolak yang terjadi di tubuh Sriwijaya FC (SFC), klub kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan sampai juga ke telinga Gubernur Sumsel H Alex Noerdin. Bahkan gubernur langsung menganggarkan dana sebesar Rp3 miliar untuk melunasi keterlambatan pembayaran gaji pemain yang telah meresahkan tersebut. Dana tersebut diambil dari pihak ke tiga.

Asisten II Setda Pemprov Sumsel Edi Hermanto yang ditemui di Griya Agung menegaskan, gubernur prihatin atas kondisi yang tengah dialami SFC saat ini. Apalagi berdasarkan pemberitaan di media massa, beberapa pemain mengancam hengkang karena
tak tahan menunggu gaji yang terlambat dibayarkan manajemen. “Tidak benar ada pemain yang akan hengkang.Laporan dari manajemen juga menyatakan uang untuk membayar gaji itu sudah ada dan sedang proses pencairan. Jadi sebenarnya tidak ada
masalah yang harus dibesarbesarkan,” ujar Edi.

Menurut dia,untuk menalangi kebutuhan pembayaran gaji pemain yang dipersoalkan tersebut, Pemprov akan mengucurkan dana sebesar Rp 3 miliar. Bahkan pencairan dana tersebut berdasarkan instruksi langsung dari gubernur. Sehingga diharapkan persoalan yang tengah dihadapi Laskar Wong Kito segera tuntas dan tim fokus kembali meraih
prestasi.

“Gubernur tadi langsung memerintahkan untuk membayar gaji pemain SFC. Sehingga diharapkan tidak ada lagi kendala bagi pemain karena masalah gaji. Pemprov Sumsel akan bayar lunas semua tunggakan dan dana yang disiapkan Rp 3 miliar untuk membayar gaji pemain termasuk sangkutan musim lalu,”paparnya.

Dia menjelaskan gaji para pemain itu akan diserahkan setibanya para pemain dari Bontang. Mantan Kepala Dinas PU Cipta Karya Provinsi Sumsel ini menambahkan, begitu gonjang-ganjing mengenai gaji SFC ini diblow up media,Pemprov Sumsel langsung menghubungi manajemen PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SOM) selaku pengelola SFC. Dari keterangan yang diberikan manajemen PT SOM,sebenarnya tidak ada masalah krusial yang mengakibatkan ada pemain yang sampai hengkang.

Meski demikian,manajemen mengakui adanya keterlambatan pembayaran gaji karena proses pencairan uang dari berbagai sumber sedang dalam proses. “Menurut manajemen PT SOM,sekarang mereka sedang proses pencairan uangnya.Tapi karena kita ingin tidak ada masalah lagi, maka gaji para pemain SFC akan dibayar secepatnya. Diharapkan dengan pembayaran gaji tersebut tidak ada lagi pemain yang mengeluh sehingga dapat bermain bagus untuk kesuksesan SFC yang merupakan aset daerah ini,”beber Edi

Dihubungi terpisah, Direktur Keuangan SFC Augie Bunyamin membenarkan adanya bantuan dari Pemprov Sumsel sebesar Rp3 miliar. Rencananya menurut Augie, uang tersebut akan dipergunakan untuk melunasi keterlambatan pembayaran gaji yang dipersoalkan pemain. Rinciannya, Rp1 miliar untuk membayar gaji Desember 2009, Rp1,5 miliar untuk melunasi 12,5% DP kontrak pemain yang belum dibayar, dan sisa Rp500 juta dialokasikan melunasi gaji terakhir musim 2008/2009 lalu.

“Iya,tadi saya sudah dihubungi Pemprov untuk segera mengurus pencairan uang dari Pak Gubernur untuk SFC. Memang di tengah kesulitan seperti ini, bantuan dari Pak Gubernur sangat diharapkan. Tapi ini bukan berarti manajemen bisa bernapas lega dan santai, karena kebutuhan di putaran kedua hingga akhir musim semakin besar,” tutur Direktur Utama PD Swarna Dwipa ini. Augie menyatakan, setiap saat manajemen berjuang keras untuk mendapatkan uang guna memenuhi kewajibannya terhadap pemain dan operasional klub ini. Akan tetapi semua itu butuh waktu.

Karena pihak sponsor maupun donatur juga harus tertib administrasi dalam mengeluarkan dana mereka. Sehingga ditegaskannya, keterlambatan pembayaran gaji itu bukan sesuatu yang disengaja atau diinginkan manajemen. “Saya akui manajemen salah karena tidak tepat waktu (membayarkan gaji pemain).Tapi bukan berarti kita lepas tangan atas masalah ini,” tukasnya.

Sementara itu anggota DPRD Provinsi Sumsel yang dimintai konfirmasi mengenai permasalahan ini mempertanyakan pengelolaan dana di SFC.Ketua Komisi V DPRD Sumsel Bihaqqi Sofyan mengatakan, Dewan mempertanyakan pengelolaan dana di bawah PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SOM) yang membawahi klub SFC termasuk pengelolaan tiketnya.“Sejauh ini Sriwijaya FC maupun KONI Sumsel belum pernah berkoordinasi dan memberikan laporan kepada Dewan terkait bagaimana pengelolaan dana mereka. Sriwijaya itu kan awalnya dibeli Pemprov Sumsel.Artinya masih ada saham
pemprov di dalamnya,” katanya ditemui ruang kerja,kemarin.

Kendati tidak ada dana yang secara langsung di anggarkan ke SFC, namun Dewan telah menganggarkan bantuan melalui KONI untuk cabang-cabang olahraga. “Jumlahnya saya tidak tahu persis, namun KONI yang mendistribusikan itu ke cabor-cabor termasuk untuk SFC,”katanya.

Bihaqqi berjanji akan mengundang manajemen Sriwijaya guna mengetahui pengelolaan danadana tersebut. “Kita menginginkan ada transparansi dan akuntabilitas terhadap pengelolaan dana SFC,”ujarnya.

Lebih jauh, dia menyayangkan adanya pemain-pemain SFC yang belum dibayar gajinya. Dia mengatakan, Sriwijaya FC sebagai klub yang sudah dikelola keuanganya secara profesional seharusnya sudah bisa mencari dana sendiri. “Berdasarkan Permendagri No 13/2008, tidak boleh lagi dikucurkan anggaran daerah untuk klub sepak bola, kalau pun harus dikucurkan maka jumlah harus setiap tahun mengecil. Semestinya Sriwijaya FC bisa mandiri dari tahun kemarin, caranya dengan mencari investor, sponsor,maupun memaksimalkan pengelolaan tiket,”pungkasnya. (yayan darwansah/CR 01/iwan setiawan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: