Anggota KPUD Ditahan

aPAGARALAM (SI) – Kepolisian Resor (Polres) Kota Pagaralam menahan anggota Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Pagaralam, Maladi, karena diduga terlibat kasus dugaan korupsi pembangunan Hotel Wisata Gunug Gare.

Sebelumnya,Kamis (14/1) malam, Maladi menjalani pemeriksaan maraton selama empat jam diruang Pidkor Reskrim Polres Pagaralam. Dia dicecar 15 pertanyaan. Setelah itu, tim penyidik menetapkan Maladi sebagai tersangka dan langsung melakukan penahanan.
Diketahui, Hotel Wisata yang dibangun melalui dana APBD Kota Pagaralam pada 2004 sebesar Rp1,4 miliar tersebut terletak di kawasan wisata kompleks perkantoran Gunung Gare,Kelurahan Dempo Makmur, Kecamatan Pagaralam Utara.

Kapolres Kota Pagaralam AKBP Abdul Soleh didampingi Kasat Reskrim AKP Syahril mengatakan, Maladi merupakan tersangka kedua yang ditahan polisi terkait kasus ini. Sebelumnya, pihaknya juga telah menahan tersangka lain,yakni Harbaini, pelaksana pengerjaan pembangunan hotel tahap dua. “Kedua tersangka yang telah kita tahan ini yakni pelaksana dan pimpro,”ungkapnya.

Dia menjelaskan, penyidikan dugaan penyimpangan pembangunan hotel ini masih ada dua proses lagi, termasuk menentukan hasil audit BPKP guna mengetahui berapa besar kerugian negara. “Kita ingin mengetahui berapa kerugian dan siapa saja yang terlibat langsung dalam proses pembangunan hotel yang dipersiapkan untuk pelaksanaan PON XVI 2005,”katanya.

Menurut dia, hasil pemeriksaan tahap awal baru bisa diketahui ada dugaan penyimpangan
dengan melihat dari fisik dan proses pembangunan hotel yang tidak sesuai ketentuan yang diatur dalam Kepres No 80/2003. “Proses pembangunan hotel ini menyalahi ketentuan karena tidak melalui proses lelang dan dilakukan penunjukan langsung. Padahal,angka nominal anggarannya mencapai miliaran,”katanya.

Bila berpedoman dengan aturan, semua proyek pembangunan yang menggunakan uang negara di atas Rp100 juta harus melalui proses pelelangan secara terbuka Kecuali, kondisi darurat atau terjadi bencana alam sehingga sangat mendesak untuk ditanggulangi. “Sementara pada kasus ini, pembangunan hotel wisata tersebut hanya kebetulan Kota Pagaralam ditunjuk menjadi salah satu tempat penyelenggara dua cabang olahraga PON XVI 2005, yaitu sepeda gunung dan terbang layang. Jadi tidak ada hubungan dengan kondisi darurat,”ujarnya.

Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Pagaralam Nanto Bakti SH ketika dikonfirmasi mengatakan, saat ini pihaknya sedang berkoordinasi dengan pengacara pemerintah Kota Pagaralam untuk melakukan penangguhan penahanan terhadap Maladi. “Mengingat yang bersangkutan masih berstatus anggota KPUD aktif,tentunya akan diupayakan berbagai langkah yang dapat meringankan dalam menjalani proses hukum termasuk menyiapkan penasihat hukum,” katanya.

Meskipun sudah ditetapkan sebagai tersangka, lanjut dia, yang bersangkutan belum tentu bersalah dan statusnya masih praduga tidak bersalah. “Nanti pengadilan yang akan menentukan bersalah atau tidak,” katanya.

Nanto mengatakan, untuk itu KPU akan sepenuhnya memberikan dukungan moril agar yang bersangkutan dapat lebih tabah dan sabar dalam menjalani selama proses hukum berlangsung.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Pagaralam dr Ida Fitriati MKes mengatakan, mengingat yang bersangkutan masih menjadi PNS aktif, meskipun sedang menjalani tugas sebagai anggota KPUD Kota Pagaralam, Pemkot Pagaralam akan upayakan penasihat hukum untuk mendampinginya dalam menjalani proses hukum. (m marzuki)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: