Asisten II Pemkot Pagaralam Tersangka

PAGARALAM (SI) – Kepolisian Resor (Polres) Pagaralam menetapkan Asisten II Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam A Musni masuk dalam daftar tersangka kasus korupsi pembangunan hotel Gunung Gare tahap II sebesar Rp1,4 miliar.

Penetapan tersangka tersebut berdasarkan surat pemanggilan SK No.Pol :SP.Panggil/272/X/2009 terhadap tersangka, dengan tembusan yang ditujukan kepada Wali Kota Pagaralam dan Kepala Bagian (Kabag) Hukum Pemkot Pagaralam, tertanggal 27 Oktober 2009. Namun, panggilan sendiri baru dipenuhi pada 04 November 2009.

“Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap tersangka yakni Arbani dan Maladi pimpro yang masih berstatus anggota KPUD Kota Pagaralam. Kini, ditetapkan tersangka baru yakni A Musni yang saat ini menjabat sebagai Asisten II Pemkot Pagaralam,” ungkap Kapolres Pagaralam AKBP A Soleh saat ditemui kemarin.

Keterkaitan A Musni yang masuk dalam daftar tersangka, dikarenakan pada saat proses pengerjaan hotel Gunung Gare pada 2004 lalu, yang bersangkutan menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Kota Pagaralam. Proses pengerjaan itu sendiri dilakukan oleh dinas bersangkutan melalui CV Mitra Waras Sakti, selaku pelaksana melalui proses penunjukan langsung.

“Padahal, seharusnya dengan anggaran Rp1,4 M, metode yang digunakan adalah pelelangan umum. Namun, berdasarkan hasil cek fisik pembangunan hotel tersebut, diduga tidak sesuai dengan gambar dan bestek dengan fisik terpasang, sehingga terdapat selisih biaya antara kontrak dengan fisik terpasang dan berakibat keuangan negara dirugikan,”paparnya.

Sementara Kasat Reskrim Polres Pagaralam AKP Syahril saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin, mengatakan awalnya pengembangan pengusutan kasus korupsi pembangunan hotel wisata Gunung Gare yang terletak di Kelurahan Dempo Makmur, Kecamatan Pagaralam Utara mengalami banyak kendala.Kendati begitu, secara perlahan namun pasti, kasus ini bakal menyeret sejumlah pejebat penting di kota tersebut.

“Adanya penambahan daftar nama-nama yang ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan dari hasil pengembangan penyelidikan, dan adanya beberapa bukti baik melalui beberapa saksi ataupun dari hasil pengumpulan data-data. Nantinya, tidak menutup kemungkinan
akan muncul nama tersangka yang baru,”ujarnya.

Kasat juga menyampaikan, pihaknya saat ini sedang mengalami kendala yang sangat komplek, karena semua tersangka dalam kondisi sakit yang cukup parah,sehingga harus dilakukan perawatan secara insentif di rumah sakit. Selain itu, adanya aksi tutup mulut yang dilakukan baik dari beberapa saksi maupun dari tersangka sebelum terbaring sakit,
juga menyulitkan proses penyidikan.

Terpisah,Wali Kota Pagaralam H Djazuli Kuris melalui Kabag Hukum Pemkot Pagaralam Herawan Rozak mengakui adanya surat tembusan yang masuk ke wali kota, prihal pemanggilan A Musni yang menjabat sebagai Asisten II Pemkot Pagaralam. “Kita tidak tahu banyak mengenai hal itu.Hanya, kalau surat dari Polres Pagaralam mengenai pemeriksaan terhadap pak asisten memang ada. Namun bagaimana mau diperiksa kalau pak Musni sendiri hingga saat ini masih terbaring di rumah sakit Palembang,” katanya singkat. (m marzuki)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: