BISNIS BERJUALAN BURUNG KICAU (2/HABIS)

Sarjanakan Anak Berkat Bisnis Burung

Sukses dalam bisnis belum tentu dapat sukses membina keluarga.Namun,bagi Amri Simatupang, justru dengan bisnis burung kicau yang telah dilakoninya selama 20 tahun, dia mampu membiayai kehidupan yang layak bagi keluarganya.

BAHKAN, tidak hanya itu, dia mampu menyekolahkan anaknya hingga menjadi sarjana dari hasil menjualburung.Namun,usaha yang digeluti Bang Am—panggilan akrabnya— tidak tanggung-tanggung sehingga wajar jika dia sukses dalam melakukan bisnis ini.

“Bisnis yang saya jalankan ini berawal dari hanya memelihara burung sekitar 13 ekor. Tetapi, karena banyak teman yang berminat, jadi dijual.Lama-kelamaan para pemain burung yang membeli sehingga membuka jual-beli burung seperti sekarang ini,” ujar ayah empat anak ini.

Menurut Bang Am, hasil menjual burung ini cukup bagi dirinya untuk menyekolahkan anaknya. Buktinya, empat dari tiga anaknya bisa tamat perguruan tinggi sehingga bekerja di perusahaan swasta dan melakukan bisnis sendiri. Seperti anak sulungnya, Ucok Simatupang,34,yang notabene sarjana komputer dan sekarang menjadi pengusaha di Dumai, Pekanbaru, Riau, di bidang jual beli biji sawit.Kemudian,Tomi, 32, sarjana Hukum Universitas Tridinanti Palembang dan sekarang bekerja menjadi Satpam Kaltek, dan Meri,30, lulusan Sarjana Pertanian Universitas Muhammadiyah dan sekarang
menjadi guru swasta.

Tetapi, berbeda dari ketiga kakaknya, Dede,28,hanya tamat STM 2 Palembang. Hal ini karena Dede lebih berminat membuka usaha ketimbang duduk di bangku kuliah. Sekarang ini Dede mengikuti jejak ayahnya yang melakukan bisnis burung kicau dengan toko di kawasan Pasar Cinde, salah satu cabang toko milik Bang Am. “Saya heran dengan Dede, dia sangat berbeda dengan ketiga kakaknya.Dia tidak mau kuliah dan lebih memilih untuk membuka usaha.Mungkin jiwa yang ada pada Dede sama seperti bapaknya yang sangat hobi burung kicau sehingga dapat menjadi peluang bisnis,”ujar pria 62 tahun ini.

Sebenarnya bisnis yang dilakukan ini hanya untuk keluarga. Dengan uang hasil menjual burung, hanya untuk membahagiakan keluarga, menyekolahkan anak, dan agar dapat hidup sejahtera. Untuk itulah, bisnis ini dijalani dengan tekun, jujur, dan memberikan pelayanan yang baik kepada pelanggan. Dengan begitu, bisnis ini dapat berjalan hingga seperti sekarang ini yang terbilang cukup sukses.

“Saya memiliki prinsip jangan berbohong, memegang omongan, dan tidak mengambil untuk besar. Dengan begitu, baik pelanggan maupun agen akan ramai berbelanja di sini,” bebernya seraya menambahkan, pelanggan yang datang sangat banyak setiap harinya. Terkadang ada yang datang untuk curhat, membeli jangkrik, voer dan ada yang hanya melihat-lihat. Ini semua saya layani, asalkan tidak sibuk. Dengan begitu, orang akan dekat dengan kita dan mereka akan percaya dengan barang yang akan kita jual sesuai kondisi burung.Jika sudah berkicau, dikatakan sudah berkicau, jika jantan, dikatakan
jantan dan lainnya.

Bang Am menambahkan,bisnis burung ini harus memiliki keahlian dan keuletan dalam melihat karakteristik burung peliharaan tersebut. Dengan begitu, burung yang akan diboyong oleh pembeli akan mapan dan andal.Karena itu,pembeli jangan melakukan hal-hal yang aneh terhadap burung di luar kebiasaan burung tersebut.Dengan begitu, pada saat dibeli burung yang kondisi gacor atau berkicau setelah sampai ke rumah akan macet karena stres. Untuk itu, setelan burung harus disamakan dengan si perawat pertama sebelum dibeli.

“Saya tidak ingin pelanggan kecewa. Untuk itu, rahasia burung yang akan dibeli saya beri tahu.Berapa banyak memberikan jangkrik, kroto atau telur semut, ulat, dan waktu memandikan.Semua hal tersebut harus sama atau pas agar burung jagoan tidak macet dan nakal pada saat pertandingan,”ujar dia.

Bahkan, saking maksimalnya pelayanan Bang Am, para wanita penghobi burung juga kerap datang ke markas atau toko miliknya yang berada di Jalan Demang Lebar Daun, Palembang, ini. Jadi, tidak mengherankan jika pelanggannya dari anak-anak hingga orang dewasa, dari masyarakat biasa hingga para pejabat. (yayan darwansah)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: