Kejari Incar Tiga Kadis

Terkait Dugaan Korupsi Dinsos, Dishub, dan Dinas Pertanian

PAGARALAM (SI) – Kejaksaan Negeri Kota Pagaralam membentuk tiga tim sekaligus untuk menuntaskan dugaan korupsi Dinas Sosial (Dinsos), Dinas Perhubungan,dan Dinas Pertanian.

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Pagaralam Agus Pitulas melalui Kasi Intel Kejari Hartadi Cristianto SH mengatakan, ketiga tim yang dibentuk akan menuntaskan dugaan korupsi yang melibatkan tiga kepala dinas tersebut. Selain sudah membentuk tim,Kejari juga telah mengintensifkan pemeriksaan sejumlah saksi.

“Memang ada tiga kasus korupsi yang saat ini sedang disidik oleh pihak Kejari Pagaralam,yang melibatkan Kepala Dinas Sosial dan Tenagakerja BH,Kepala Dinas Perhubungan dan Infokom KY,dan Kepala Dinas Pertanian RFS.Semuanya merupakan proyek anggaran tahun 2008,” ujar Kasi Intel Kejari Kota Pagaralam Hartadi Cristianto
SH kemarin.

Memang untuk mempercepat proses penyelesaian penyidikan tiga pejabat Pagaralam ini perlu dibentuk tiga tim. Sebab, dengan kondisi sumber daya manusia (SDM) Kejari saat ini,sangat kekurangan jaksa yang bisa menangani kasus korupsi,terutama yang melibatkan banyak orang. “Kita untuk memeriksa satu kasus saja harus memeriksa lebih
dari 20 orang saksi dan untuk menuntaskannya terkadang memakan waktu hampir satu tahun lebih. Belum lagi kalau tiga kasus sekaligus dan melibatkan tiga pejabat,” ungkap dia.

Pembentukan tiga tim ini melibatkan semua seksi,seperti Kasi Pidum, Kasi Datun,Kasi Pidsus,Kasi Intel.“Proses pemeriksaan Kepala Dinas Sosial dan Tenagakerja Biharul Helmi, dugaan korupsi proyek pengadaan tenda dan kursi dana APBD 2008 sebesar Rp900 juta di Bagian Kesos dan Kesmas, sudah hampir 20 saksi diperiksa.Sedangkan, untuk Kepala Dinas Perhubungan Kusaimi Yatip, proyek rehabilitasi rumah adat Besemah melalui dana APBD tahun 2008 Rp282 juta di Dinas Pariwisata dan Seni Budaya, sudah memeriksa lebih dari 45 saksi,”ungkap dia.

Demikian juga dengan dugaan korupsi yang melibatkan Kepala Dinas Pertanian Ridwan Fatahan Saat, yang diduga terlibat kasus penjualan aset negara berupa 28 ton besi bekas bangunan pasar Seghepat Seghendi tahun 2007, sudah diperiksa sekitar 10 saksi. Pada kesempatan ini, Hartadi juga menyebutkan,terdapat beberapa laporan korupsi yang sudah
menunggu untuk diproses, yaitu Jalan Bandar, marka jalan, taman jalan, tebas bayang jalan, dana DAK sekolah.

“Nilai dugaan penyimpangan proyek yang saat ini kita tangani di atas Rp500 miliar–Rp1,5 miliar dan rata-rata proyek tersebut sudah selesai dikerjakan tahun anggaran 2008,”bebernya.

Dia menyebutkan, saat ini terdapat beberapa proses penyidikan hanya tinggal menunggu hasil audit BPKP, untuk menentukan siapa saja yang akan ditetapkan sebagai tersangka termasuk berapa kerugian negara. “Kita masih kekurangan tim penyidik sementara kasus yang masuk cukup banyak termasuk yang di atas Rp1 miliar,” pungkasnya.

Terpisah, tokoh masyarakat Pagaralam Reffi Mustopa mengatakan, banyaknya dugaan kasus korupsi yang melibatkan para pejabat, yang hingga kini belum adanya penyelesaian,membuat masyarakat mempertanyakan kinerja kejari. “Kita sangat mendukung kalau memang kejari ingin memberantas korupsi, tetapi kita harapkan omongan tersebut jangan hanya di mulut, melainkan kenyataannya juga harus sesuai fakta di lapangan,” ucapnya. (m marzuki)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: