Pasca Banjir, Hama Tikus Mengancam

PALEMBANG (SI) – Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Sumsel mengimbau petani yang ada di Sumsel untuk waspada pasca terjadinya banjir dan kemarau. Karena kerap terjadi dampak fenomena iklik (DFI) yakni peledakan hama.Terutama hama tikus pasca terjadinya banjir yang merendam sembilan daerah Sumsel.

“Kami imbau semua petani untuk mewaspadai hama tikus pasca banjir ini. Sebab, setelah air surut tikus akan kembali ke sawah setelah bersembunyi ditempat tinggi seperti pohon-pohon, rumah dan lainnya,” ujar Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Sumsel Hj Nelly Rasdiana di Palembang,kemarin.

Untuk itu, kata Nelly, menjelang masa tanam atau replenting tanaman padi yang rusak karena banjir pihaknya bekerjasama dengan Dinas Pertanian Daerah, petani, masyarakat dan pelajar melakukan pemburuan hama tikus. Dengan adanya gerakan tersebut diharapkan peredaran tikus akan dapat berkurang meskipun tidak semuanya dapat dibasmi.

“Nantinya kita akan melakukan pemburuan tikus.Dimana,gryok tikus tersebut melibatkan semua pihak baik itu dari Dinas Pertanian kabupaten/kota, petani, masyarakat, pelajar dari SD hingga SMA. Dengan adanya pemburuan tikus ini diharapkan dapat membuat
kondisi tanaman padi aman pada musim tanam,”ungkap dia.

Menurut Nelly, peledakan hama pasca banjir dan kemarau sangat berpengaruh terhadap hasil produksi padi jika tidak cepat ditanggulangi. Untuk itu, setiap melakukan penanaman kerap melakukan perencanaan yang matang terhadap dampak fenomena iklim. “Daerah yang terancam hama tikus pasca banjir ini seperti OKU Timur, OKI, Banyuasin, Musi Banyuasin, Ogan Ilir,Musi Rawas,Lahat,Muara Enim dan Palembang. Untuk itu, daerah tersebut diminta waspada terhadap penyebaran hama tikus Kemudian kepada masing-masing daerah untuk selalu berkoordinasi dalam memantau kondisi pertanian pasca banjir ini,”ungkap dia.

Kabid Produksi Tanaman Pangan Antoni menambahkan,untuk menanggulangi masalah hama pasca banjir yang sifatnya pos mager atau KLB pihaknya menempatkan tiga brigade ditiga wilayah. Untuk brigade satu berada di Kota Palembang dengan membawahi beberapa daerah seperti Banyuasin,Musi Banyuasin, Palembang dan Ogan
Ilir. Kemudian brigade dua berada di Belitang OKU Timur dengan membawahi Kabupaten OKI,OKU Timur,OKU,Muara Enim dan Prabumulih. Kemudian brigade tiga berada di Kecamatan Tugu Mulyo Musi Rawas dengan membawahi Muara Enim, Empat Lawang, Lahat, Musi Rawas dan Lubuk Linggau. Jadi jika terjadi kejadian luar biasa maka pos tersebut akan difungsikan.

“Dibrigade-brigade yang ada di daerah tersebut sudah disiapkan berbagai peralatan untuk menanggulangi jika terjadinya hama yang sifatnya pos mager. Dimana, alat yang disiapkan seperti obat-obatan hama,peralatan,swingpog atau alat pogging, mposan dan lainnya. Sehingga jika terdapat ogranisme pengganggu tanaman (OPT) alat tersebut akan diturunkan langsung,” ungkap dia.

Kemudian, saat ini pihaknya memiliki cara yang baik itu membunuh hama tikus. Dimana,selama ini tikus diburu untuk dibunuh, lalu menggunakan mposan yakni belerang
dicampur dengan jerami dan dibakar untuk dimasukkan kelubang tikus. Karena menimbulkan asap tikus yang ada didalam akan mabuk dan mati.Tetapi, cara yang ada sekarang ini memang sederhana namun optimal yakni merendam kain lap kedalam bensin
lalu disumbatkan kelubang tikus. Gas metan yang berasal dari bensin tersebut akan membuat tikus yang ada didalam mati.“Cara tersebut cukup berkhasiat. Dimana, pada
2009 lalu hal tersebut telah kita praktekkan dan sedikitnya 12.000 tikus yang ada dilahan petani mati,”ujar dia. (yayan darwansah)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: