Warga Pagaralam Terancam Kelaparan

PAGARALAM (SI) – Puluhan ribu warga Kota Pagaralam terancam kelaparan akibat memasuki musim paceklik dan tingginya tingkat pengangguran yang pada awal 2010 mencapai 70%.

Wakil Ketua DPRD Kota Pagaralam Dwikora Sasra Negera mengatakan, cukup banyak faktor yang menyebabkan tingginya angka pengangguran di Kota Pagaralam. Di tingkat petani yaitu pengurangan lahan pertanian setelah perluasan pemukiman dan sebagian besar harga komoditi unggulan petani setempat anjlok. Selain itu banyak sarana irigasi yang rusak.

Dia menjelaskan, dari 125.000 penduduk Kota Pagaralam hanya 20% yang memiliki mata pencaharian tetap dan memiliki lahan bercocok tanam. Sementara 70%nya lagi hanya menggantungkan hidupnya dengan bekerja sebagai buruh harian dan menunggu musim panen kopi. Sedangkan 10% lagi pegawai dan pedagang.

”Berdasarkan pengamatan di lapangan di setiap daerah di lima kecamatan ada sekitar tiga kecamatan paling rawan.Yaitu Kecamatan Dempo Utara,Kecamatan Dempo Tengah dan Kecamatan Dempo Selatan. Hal ini lebih didorong dengan memasuki musim sulit, harga sayur rendah dan musim panen kopi masih cukup lama. Belum lagi ribuan hektare sawah terhenti akibat irigasi rusak,”kata Dwikora.

Dia mengatakan, berdasarkan data jumlah penduduk Kota Pagaralam dengan 35 kelurahan, 5 kecamatan dengan 345 Rukun Tetangga (RT) sekitar 125.000 jiwa dan hampir 80% petani.”Jadi dari hasil survei di lapangan pengangguran ditimbulkan akibat masyarakat setempat selalu menggantungkan kehidupannya dengan menunggu musim panen kopi dan harga sayur tidak pernah stabil.Kemudian banyaknya lahan pertanian yang tidak dapat diolah akibat kerusakan sejumlah irigasi di berbagai daerah,”ungkapnya.

Sementara pertumbuhan penduduk di daerah tersebut lanjut dia tidak seimbang dengan pertumbuhan ekonominya. Seperti lahan pertanian berkurang sementara lapangan kerja juga tidak tersedia sehingga memasuki musim sulit warga hanya bergantung dengan upah harian Rp20.000 per hari dan menunggu musim. Lebih lanjut Dwikora mengharapkan pemerintah daerah dapat menciptakan lapangan pekerjaan yang luas untuk menyerap tenaga kerja.Selain itu,setiap melakukan pembangunan hendaknya benar-benar tepat sasaran sehingga mampu mendorong kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat kecil.

Sementara itu,Wakil Wali Kota Pagaralam Ida Fitriati mengatakan, memang tugas berat Pemkot Pagaralam adalah mengatasi persoalan penurunan kondisi kehidupan sosial ekonomi ke masyarakat, khususnya yang dihadapi petani. ”Kita akan coba memberdayakan potensi daerah dengan mengembangkan lahan subur agar lebih potensial dan pengembangan potensi lain yang dapat menghasilkan untuk menunjang ekonomi masyarakat saat terjadi musim sulit atau paceklik, seperti beternak, tanam kembang, dan peningkatan usaha kecil lainnya,”katanya.

Menurut Ida,walaupun berat, jika dilakukan bersama-sama serta saling membahu, pasti dapat dilakukan dengan baik.”Kita harapkan semua pejabat berangsur menghilangkan sifat tidak terpuji seperti membiasakan melakukan kecurangan setiap mengerjakan suatu proyek, sehingga kalau sifat itu kita hilangkan insya Allah Pagaralam dapat berkembang dengan pesat dan pengangguran dapat dikurangi,”katanya.

Terpisah, Kapolres Pagaralam AKBP A Sholeh mengatakan, memasuki musim paceklik atau musim sulit seperti saat ini dapat mendorong kerawanan sosial seperti pencurian, perampokan dan tindak kriminalitas lainnya. ”Diharapkan semua masyarakat terus waspada memasuki musim sulit seperti saat ini.Antara lain dengan meningkatkan sistem pengamanan lingkungan atau poskamling pada masing-masing desa,”katanya. (m marzuki)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: