Klaim Jamsoskes Rp2,3 M di RS Muhammadiyah Cair

PALEMBANG (SI) – Terancamnya RS Muhammadiyah tidak bisa melayani pasien Jamsoskes dan biaya operasional,seperti pembayaran gaji pegawai dan biaya obat pada April mendatang, teratasi sudah.

Pasalnya,Pemprov Sumsel telah membayarkan tunggakan klaim yang mencapai Rp 2,2 miliar tersebut. Sebab, kata dia, jika hingga April dana tersebut tidak dibayar maka RS Muhammadiyah tidak memiliki dana lagi untuk biaya operasional karena sudah menunggak.“ Bukannya kita tidak ingin melayani pasien dari Jamsoskes pada April mendatang.Akan tetapi, karena sudah tidak ada dana lagi yang disebabkan oleh menunggaknya pembayaran Jamkesmas, pada April tersebut kita tidak memiliki dana lagi. Untuk itu, adanya informasi bahwa kita tidak lagi menerima pasien Jamkesmas adalah kesalahpahaman,” ujar Ketua PW Muhammadiyah Sumsel KH Nofrizal Nawawi Lc, usai bertemu Gubernur Sumsel H Alex Noerdin, di ruang Rapat Gubernur, Senin (22/3).

Menurut dia, dengan adanya pembayaran ini maka pihaknya dapat beroperasi seperti sediakala. Seperti pembayaran gaji dokter sudah dapat dilakukan sehingga mereka dapat kembali lagi bekerja. Apalagi, yang terpenting adalah pembelian obat untuk kesembuhan pasien juga dapat dilakukan. “Memang saat ini klaim berobat gratis yang menunggak baru dibayarkan Rp2,3 miliar dari Rp4,5 miliar. Sementara selebihnya dana tersebut belum dibayar karena masih dalam tahap verifikasi untuk melihat kejelasan berkas yang telah kita ajukan,” ujar dia. Dijelaskan Nofrizal, memang adanya informasi yang ada beberapa waktu lalu adalah hal yang tidak diinginkan untuk dipublikasikan.

Pasalnya, Muhammadiyah sangat mendukung program Gubernur Sumsel H Alex Noerdin dan Wakil Gubernur H Eddy Yusuf, seperti sekolah gratis dan berobat gratis. “Visi dan misi kita adalah penolong kesengsaraan umat (PKO),pelayanan untuk fakir miskin. Jadi tidak benar jika kita tidak lagi melayani Jamkesmas. Hal itu disebabkan oleh lambannya klaim sehingga membuat kinerja sedikit terhambat.Akan tetapi, masalah tersebut telah berhasil diselesaikan,”ujar dia. Memanasnya hubungan antara Pemprov Sumsel dengan RS Muhammadiyah karena RS Muhammadiyah tidak lagi melayani Jamkesmas pada April mendatang. Karena adanya pernyataan Direktur RS Muhammadiyah Palembang dr Yudi Fadhillah SpPD yang akan memutuskan kerja sama dengan Pemprov Sumsel dalam pelayanan berobat gratis.

Akibatnya, kondisi tersebut langsung membuat Gubernur Sumsel H Alex Noerdin geram dengan sikap RSMP ini sehingga dia berinisiatif memanggil unsur terkait dengan layanan berobat gratis dan menggelar pertemuan tertutup. Pertemuan yang juga dihadiri Ketua PW Muhammadiyah Sumsel KH Nofrizal Nawawi Lc, Asisten III Setdaprov Sumsel dr H Aidit Aziz, Kepala Dinas Kesehatan Sumsel dr Zoelkarnain Noerdin M kes, Kepala Dinas Kesehatan Palembang dr Gema Asiani,MKes, Direktur RSMP dr Yudi Fadhillah SpPD dan tim verifikatur kota Palembang di ruang Rapat Gubernur dilakukan secara tertutup.

Pertemuan tertutup itu dikabarkan sempat membuat Alex Noerdin kecewa dengan sikap RSMP. (yayan darwansah)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: