Wako Pagaralam Segera Diperiksa

Terkait Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Hotel Gunung Gare Rp1,4 M

PAGARALAM(SI) – Kepolisian Resort (Polres) Pagaralam menyatakan Wali Kota (Wako) Pagaralam H Djazuli Kuris bisa saja terseret sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan hotel Gunung Gare yang menggunakan dana APBD Kota Pagaralam 2004 sebesar Rp1,4 miliar.

Bahkan, pihak Polres mengaku sudah mengajukan surat permohonan izin pemeriksaan Wako Pagaralam kepada Presiden RI. Demikian diungkapkan Kepala Polres Pagaralam Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Abdul Soleh, kepada wartawan SI,saat ditemui di ruang kerjanya,Senin (1/2).

Surat itu sendiri dilayangkan menyusul pengembangan dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi yang saat ini sudah ditingkatkan menjadi tersangka yaitu Maladi, Harbani, dan A Musni. Selain itu, izin pemeriksaan terjadap Wako Pagaralam ini, juga hasil pemeriksaan
terhadap 30 saksi yang ada keterkaitan erat dengan Wako Pagaralam, dalam proses lanjutan pengusutan korupsi pembangunan hotel wisata Gunung Gare yang kini tengah diusut.

“Setelah dilakukan pemeriksaan dari beberapa tersangka dan saksi, maka kita putuskan kalau wali kota akan kita mintai keterangan terkait proses pembangunan Hotel Gunung Gare senilai Rp1,4 miliar tersebut,”ungkapnya.

Namun, lanjut kapolres, mengingat yang bersangkutan merupakan kepala daerah, maka proses pemeriksaan masih menunggu izin dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang saat ini suratnya sudah dalam proses pengajuan. “Tidak menutup kemungkinan setelah statusnya sebagai saksi, selanjutnya bisa dinyatakan sebagai tersangka. Saat ini kita sudah kirim permohonannya melalui Polda Sumsel mengenai surat pengajuan izin pemeriksaan Wali Kota Pagaralam sebagai saksi, kira-kira sudah satu minggu yang lalu (suratnya) dikirim,” ungkapnya.

Mengingat persetujuan dari Presiden RI biasanya memakan waktu sekitar tiga bulan lebih. Maka, kata Kapolres, proses pemeriksaan terhadap Wako Pagaralam pun terpaksa harus menunggu turunnya surat izin dimaksud. Kapolres melanjutkan, berdasarkan hasil audit rutin yang dilakukan lembaga berwenang seperti BPK, BPKP atau Inspektorat, memang ditemukan ada kelebihan pembayaran dari anggaran yang digunakan untuk biaya pembangunan hotel Gunung Gare yakni sebesar Rp38 juta,dan sisa pembayaran
itu juga sudah dikembalikan.

“Namun demikian, yang perlu diketahui, tidak sama antara audit rutin dengan audit yang dilakukan terhadap kerugian negara yang terjadi akibat korupsi. Karena pemeriksaan juga dilakukan terhadap semua bahan yang digunakan dalam pembangunan tersebut seperti besi, kayu, semen dan kondisi fisik bangunan lainnya,” ujarnya.

Berdasarkan hasil audit itulah, tutur kapolres, diketahui terjadi penyimpangan sekitar Rp100 juta lebih,dan bila dipotong pajak tinggal sekitar Rp90 juta. ”Hanya saja, untuk proses lanjutan sehingga diketahui dengan pasti berapa kerugian negara,masih perlu dilakukan audit khusus tindak pidana korupsi (tipikor),” katanya.

Dia juga mengungkapkan, tiga tersangka yang sebelumnya sudah resmi dilakukan penahanan di Mapolres Pagaralam, untuk sementara terpaksa tidak bisa ditahan,akibat kondisi sakit dan harus mendapat perawatan intensif dari rumah sakit.

Sementara itu, tokoh masyarakat Pagaralam HA Dimyati Rais (pandim) mengatakan, sampai kemanapun proses hukum yang terkait maraknya kasus korupsi yang ada di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam, dirinya selaku tokoh masyarakat sangat mendukung.

“Siapapun yang bersalah wajar untuk dilakukan pemeriksaan sekalipun dia pejabat pemerintah paling tinggi. Siapapun yang benar akan kita dukung, tetapi kalau orang tersebut salah, maka tidak mungkin mau mendukungnya,” tegasnya.

Terkait akan dipanggilnya orang nomor satu di Kota Pagaralam ini,menurut Pandim, semuanya diserahkan kepada hukum yang mengatur, apakah seseorang tersebut bersalah ataupun tidak semua tergantung dari hasil pemeriksaan nantinya.

“Saya itu teman dekat pak wali. Namun, kalau memang ada keterlibatannya mengenai kasus pembangunan hotel Gunung Gare dan akan diperiksa sebagai saksi, silakan saja diperiksa. Karena saya percaya, aparat penegak hukum tidak akan melakukan pemeriksaan yang salah, apalagi jika memang benar-benar terbukti,” ujarnya seraya menghimbau kepada semua aparat penegak hukum termasuk pers, untuk dapat memberikan informasi hukum yang benar, sehingga masyarakat dapat mengetahui
kebenaran yang sesungguhnya.

Kapolres : Usut Tuntas Teror Wartawan SI

Kepala Kepolisian Kota Besar (Polres) Pagaralam Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Abdul Soleh berjanji mengusut tuntas aksi teror berupa ancaman pembunuhan melalui short massage service (SMS) terhadap wartawan harian Seputar Indonesia (SI) di Pagaralam M Marzuki.

“Pelacakan terhadap pelaku teror dengan ancaman akan membunuh wartawan SI dengan menggunakan sms tersebut akan segera kita lakukan setelah masuknya laporan polisi nomor: LP/IIB/II/2010/Sumsel/Res.Pagaralam tertanggal 1 Februari 2010,” ungkap Kapolres kemarin.

Menurut Kapolres, dengan adanya teror tersebut menyebabkan kenyamanan seseorang menjadi terganggu dalam melaksanakan tugasnya sebagai jurnalis. ”Kalau kita tidak usut tuntas dengan mencari siapa pelaku di balik semua ini, dikhawatirkan akan mengganggu aktivitas kerja seorang wartawan. Karena, dari beberapa barang bukti berupa sms yang disampaikan pelaku berisi ancaman, sehingga merugikan orang lain,” tuturnya.

Kapolres menyebutkan, jika benar terbukti dan pelakunya tertangkap, aksi ancaman melalui SMS tersebut merupakan tindakan kriminalitas terhadap kebebasan pers. Apalagi, kata dia, pekerjaan seorang wartawan sudah ada payung hukumnya.

”Namun, karena ancaman ini dari pihak lain berupa pembunuhan, sehingga korban melapor kepihak berwajib. Pengancaman ini sendiri sudah ada undang-undang tindak pidana yang mengatur yakni, pasal 335 KUHP dengan kurungan maksimal 5 tahun penjara, belum lagi ditambah dengan pasal pengecualian lainnya,” katanya.

Setali tiga uang, Kasat Reskrim Polres Pagaralam Ajun Komisaris Polisi (AKP) Syahril bahkan mengatakan, nomor handphone peneror sudah diketahui keberadaannya.”Kita akan meminta bantuan Mabes Polri untuk melacak kepemilikan dan penggunaan nomor yang digunakan peneror yang dilakukan terhadap wartawan SINDO (SI) tersebut. Cukup mudah melacak penggunan nomor tersebut, sebab tidak banyak yang menggunakan nomor Axis,” ungkapnya.

Masyarakat Demo Polda Sumsel

Laporan dari Palembang, puluhan massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Pagaralam Bersih (GMPB) melakukan unjuk rasa ke Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sumatera Selatan (Sumsel),kemarin.

Massa yang berunjuk rasa tersebut, selain berasal dari kota Pagaralam juga merupakan gabungan dari massa yang tergabung dalam Lembaga Swadaya Masyarakat Non Government Organization Merah Putih Pemersatu Bangsa (LSM NGO MP2B).

Dalam orasinya, massa meminta kepada Polda Sumsel,agar secepatnya melakukan pengusutan terhadap dugaaan kasus korupsi serta kecurangan dalam pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemkot Pagaralam tahun 2009.

“Kami mendesak pihak Polda Sumsel segera melakukan pemeriksaan dan mengusut tuntas kasus-kasus dugaan korupsi yang selama ini terkesan timbul tenggelam, yang terjadi di pemerintah kota Pagaralam,” ujar Iskandar dari GMPB saat melakukan orasinya.

Reformasi Birokrasi

Terpisah, menyikapi banyaknya kasus dugaan korupsi yang terjadi di Kota Pagaralam, seperti yang disampaikan oleh GMPB di Mapolda Sumsel kemarin,ternyata mendapatkan tanggapan serius dari anggota DPRD Sumsel dari daerah pemilihan (dapil) VI Pagaralam,
Lahat dan Empat Lawang, Nopran Marjani.

Dirinya bahkan mendesak Polda Sumsel untuk mengusut semua kasus dugaan korupsi, kolusi dan penyuapan dalam penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Kota Pagaralam. Pasalnya, sudah bukan rahasia umum lagi jika pada saat penerimaan CPNS kerap terjadi KKN. Parahnya lagi, kerap terjadi tukar guling antara tanah seperti kebun dan sawah milik warga dengan CPNS. (CR 02/CR 01/berli z/m marzuki)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: