20% Koperasi Hanya Plang Nama

PALEMBANG (SI) – Dinas Koperasi UKM Provinsi Sumsel mencatat sebanyak 20% koperasi yang ada tidak aktif melaksanakan tugas dan fungsinya karena beberapa faktor.

Kepala Dinas Koperasi UKM Provinsi Sumsel H Abdul Shobur mengatakan dari 4.000 koperasi yang ada di Sumsel setidaknya terdapat 20% tidak aktif atau hanya plang nama.Kondisi ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti tidak ada lagi kegiatan sehingga membuat koperasi tersebut megap-megap.

”Sebanyak 20% dari 4.000 koperasi di Sumsel tidak aktif atau hanya plang nama.Meski demikian jumlah koperasi tidak aktif tersebut cenderung menurun dari beberapa tahun terakhir,”ujarnya kemarin. Menurutnya, koperasi merupakan ruh ekonomi nasional sehingga pemerintah pusat giat melontarkan program ekonomi kerakyatan yang terfokus kepada koperasi dan UKM.Tetapi kondisi ini tidak selalu berjalan baik sehingga masih terdapat koperasi yang tidak berjalan baik.

”Tidak aktifnya 20% koperasi karena banyak faktor seperti faktor anggota yang tidak dapat memenuhi hak dan kewajibannya, faktor pengurus yang sudah pindah, atau juga faktor kegiatan yang sudah tidak ada lagi lain sebagainya. Sehingga dengan kondisi tersebut membuat koperasi yang ada tidak berjalan dengan baik,”tukas dia. Dijelaskan Shobur,meskipun tidak aktif tetapi nama koperasi tersebut tetap ada dan tercatat dibadan hukum meskipun sudah tidak menunjukkan aktifitas.

Oleh karena itu, pihaknya meminta para Kepala Dinas Koperasi kabupaten/kota dapat membina koperasi yang tidak aktif. Terlebih, dana yang digelontorkan untuk koperasi tersebut tidak sedikit. ”Koperasi yang tidak aktif tersebut menyebar di seluruh kabupaten/kota. Mayoritas koperasi yang tidak aktif tersebut berada di Muara Enim.Kemudian, untuk koperasi yang dinilai bagus ada di Musi Banyuasin, Musi Rawas,Palembang dan lainnya,” bebernya.

Ditambahkannya, meski masih sekitar 20% jumlah koperasi yang ada tidak aktif jumlah tersebut cenderung menurun. ”Beberapa tahun lalu koperasi tidak aktif mencapai 60%, sekarang tinggal 20% karena secara bertahap koperasi tersebut aktif lagi. Terlebih, berbagai upaya pembinaan yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten/kota sehingga memperbaiki kondisi koperasi yang matisuri tersebut,” katanya.

Shobur menambahkan, pada tahun ini program ekonomi kerakyatan kembali digagas Menteri Koperasi dan UKM sehingga melahirkan gerakan masyarakat sadar koperasi (Gemaskop). Bahkan ke depan banyak muncul koperasi pramuka yang anggotanya pramuka dari tingkat kecamatan, kabupaten dan provinsi.

”Saya juga sudah meminta agar Menteri Koperasi dan UKM, pada akhir April atau awal Mei dapat menghadiri seminar nasional di Palembang tentang Gemaskop. Sehingga dengan adanya program tersebut ekonomi masyarakat melalui koperasi ini dapat terus berjalan,” pungkasnya.

Sementara itu,Wakil Gubernur Sumsel, H Eddy Yusuf menekankan pelaksanaan program koperasi ke depan harus dikawal dan dilakukan pengawasan maksimal khususnya mengenai anggaran. Karena dana tersebut berasal dari pemerintah sehingga perlu adanya pengawasan untuk mengoptimalkan koperasi yang ada. ”Saya minta semua pihak turut andil membangun koperasi yang ada di Sumsel ini agar berjalan baik. Jangan ketika dana dikucurkan tidak berjalan sehingga mubazir.Untuk itu, semua koperasi harus aktif,”ujarnya. (yayan darwansah)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: