Jumlah Pengangguran Meningkat 1,04%

PALEMBANG(SI) – Kalangan DPD RI menilai tingginya angka pengangguran di Sumsel disebabkan minimnya lapangan pekerjaan dan kesempatan yang diberikan untuk putra daerah.

Anggota DPD RI Aidil Fitrisyah mendesak badan usaha milik negara (BUMN) yang ada di Sumsel memberikan peluang dan kesempatan tenaga kerja asal Sumsel. Pasalnya, perusahaan BUMN, seperti PT BA,Pusri,TEL,Pertamina, Semen Baturaja,PT KA,PTPN VII, beroperasi di Sumsel. Untuk itu, agar jumlah pengangguran di Sumsel berkurang, mereka harus menyerap tenaga kerja dari masyarakat Sumsel.

”Seharusnya selagi ada masyarakat Sumsel yang bisa diberdayakan untuk bekerja di perusahaan BUMN, kenapa tidak. Sebab, banyak masyarakat Sumsel yang memiliki kemampuan bekerja di perusahaan BUMN tersebut.Kecuali, untuk tenaga teknis yang berpengalaman yang harus dari daerah lain maupun luar.

Kondisi tersebut akan mengurangi angka pengangguran yang meningkat mencapai 292.234 orang pada 2009,”ujarnya saat melakukan pertemuan dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Sumsel di Aula Disnakertrans kemarin. Menurut Aidil, saat ini angka pengangguran di Sumsel meningkat mencapai 11.577 orang atau sebesar 1,04% dari jumlah 280.675 orang pengangguran pada 2008.

Kondisi ini harus secepat mungkin diantisipasi agar tidak kembali bertambah karena setiap tahun jumlah siswa tamatan SMA dan mahasiswa yang lulus pendidikan terus meningkat. ”Jika mereka tidak lagi menyambung ke perguruan tinggi, akan menjadi pengangguran. Tingginya pengangguran ini harus segera diantisipasi. Adapun peluang di luar negeri, seperti beberapa waktu lalu yang memerlukan 7.000 tenaga kesehatan, harus terus dipantau.Kenapa tidak tenaga kesehatan dari Sumsel yang dikirim,”paparnya.

Ke depan pihaknya akan memantau sejauh mana peran Disnaker Sumsel menangani masalah ketenagakerjaan untuk menekan jumlah pengangguran yang masih tinggi. ”Jika PTBA, Pusri, TEL, dan lainnya ingin mencari tenaga kerja, mereka harus mengambil dari masyarakat Sumsel. Jika masyarakat Sumsel tidak ada lagi, baru orang luar. Apalagi, tidak semua pengangguran tersebut tidak berpendidikan, banyak yang sarjana.

Nantinya Komite III DPD RI akan membahas masalah ini untuk dibahas bagaimana solusinya agar optimal,”ujar dia. Anggota DPD RI Percha Leanpuri menambahkan, tingginya angka pengangguran Sumsel berdasarkan data Disnaker Sumsel 2009 jumlahnya mencapai 292.234 orang. Pihaknya menyayangkan kondisi yang ada karena minimnya pemberdayaan, seperti pendirian UKM dengan berbagai pelatihan untuk menekan angka pengangguran.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumsel H Rizal Fathoni membenarkan saat ini jumlah pengangguran Sumsel mengalami peningkatan mencapai 1,04%.Kondisi tersebut disebabkan tidak optimalnya penyerapan tenaga kerja dari berbagai sektor. ”Seperti industri penyerapan tenaga kerja baru mencapai 5%,pertanian 59%, jasa 10,7% dan lain-lain mencapai 25,3%,”ujar Rizal. (yayan darwansah)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: