DAK Sekolah Masuk Rekening Pribadi

PAGARALAM (SI) – Kepolisian Resor Kota Pagaralam mengidentifikasi adanya dugaan penyimpangan dana alokasi khusus (DAK) sekolah untuk 37 sekolah dasar (SD) sebesar Rp11,8 miliar di Kota Pagaralam. Dana tersebut kuat dugaan disimpan dalam rekening pribadi Bendahara Diknas Kota Pagaralam sebelum disalurkan.

“Kita sudah memeriksa sekitar 20 SD penerima dana DAK tahun 2009 dan hampir sebagian besar kepala sekolah mengakui jika proses pencairan uang tersebut dilakukan pihak Diknas, bukan langsung diberikan dalam bentuk uang kepada masing-masing sekolah,”ujar Kapolres Pagaralam AKBP Abdul Soleh kemarin.

Padahal, sesuai ketentuan, pemberian DAK dilakukan dengan sistem swakelola. Jadi setiap sekolah langsung menerima dalam bentuk uang bukan dalam bentuk barang. Jadi, mulai perencanaan dan pengerjaan proyek pembangunan, semuanya dilakukan pihak sekolah, bukan Diknas.

“Dari 20 kepala sekolah yang sudah diperiksa, mereka mengakui jika ada pemotongan sekitar 15% dengan tidak jelas dasar hukumnya. Jadi wajar jika banyak terjadi kejanggalan dalam proses pengerjaan berbagai bangunan, seperti tumpang tindih RAB dan banyak manipulasi pembelian barang,” ungkapnya.

Saat ini, lanjut Kapolres, sebagian besar pejabat sudah diperiksa, hanya tinggal menunggu waktu untuk menentukan siapa yang akan menjadi tersangka. “Total DAK untuk 37 SD negeri dan swasta di Kota Pagaralam periode 2009 mencapai Rp11.804.460.000. Namun, dari hasil pemeriksaan dan keterangan saksi ahli, diduga kuat terjadi penyimpangan. Terutama,bila dilihat dengan kondisi fisik bangunan puluhan sekolah tersebut,”ungkapnya.

Menurut Kapolres, pengawasan terhadap pelaksanaan pembangunan berbagai sekolah yang menggunakan DAK cukup lemah dan proses pengerjaannya kurang sempurna sehingga banyak terjadi kebocoran anggaran. Konsultan Pendidikan Kota Pagaralam Jaya Utami mengatakan, persoalan pengawasan pembangunan terhadap 37 SD yang mendapat bantuan DAK tersebut dilakukan pihak Diknas sendiri.

”Kita tidak memiliki hubungan dengan pembangunan semua SD yang tersebar di lima kecamatan termasuk menggunakan dana tersebut. Sebab, penunjukan konsultannya bukan berasal dari kalangan yang memiliki legalitas tentang pengawasan pembangunan sekolah itu. Jadi kurang memahami kalau dalam realisasinya ada kekurangan,” ungkapnya.

Menurut dia, dalam proses pelaksanaan pembangunan, semua sekolah yang menggunakan DAK dilakukan dengan sistem swakelola. Artinya, dikerjakan langsung pihak sekolah dengan berkoordinasi dengan pihak Diknas. Sementara, konsultannya diambil dari lingkungan satuan kerja (satker) itu sendiri.

Pernyataan berbeda diungkapkan Kepala Diknas, Pemuda, dan Olahraga Drs H Akmaludin melalui Sekretaris Diknas Kota Pagaralam Drs H Herman Matdin. Menurut Herman, seluruh anggaran sudah dicairkan pihak sekolah dan dana langsung disalurkan kepada semua SD yang mendapat dana bantuan DAK.

Menurut dia, jumlah dana yang diterima bervariasi, tergantung jenis pekerjaan, seperti proses pengerjaan perpustakaan, kantor, ruang belajar, termasuk mobiler sekolah. “Besarnya DAK yang diterima sangat tergantung berapa jenis pekerjaan yang akan dilakukan SD tersebut. Paling kecil Rp62 juta dan paling besar Rp509 juta. Sekolah dasar yang mendapat bantuan DAK ada 5 SD swasta dan 32 SD negeri tersebar di lima kecamatan dalam Kota Pagaralam,”katanya. (m marzuki)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: