MUI Tolak Berobat Gratis Perokok

PALEMBANG(SI) – Untuk mengoptimalkan fatwa haram, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Selatan (Sumsel) meminta Pemprov Sumsel untuk tidak memberikan pengobatan gratis bagi pasien yang sakit akibat merokok.

Dengan demikian,diharap-kan fatwa haram yang diberlakukan MUI dan Muhammadiyah dapat berjalanbaik. Apalagi,difilterrokokterdapat kandungan hemoglobin babi. “Diharamkannya rokok selain dapat mengganggu kesehatan,juga mengandung hemoglobin babi pada filter rokok tersebut. Untuk itu, karena mengandung babi yang diharamkan Islam,sudah sewajarnya diharamkan. Kemudian, kami akan usulkan kepada Gubernur agar pasien yang sakit karena merokok untuk tidak diberikan pengobatan gratis. Untuk itu, kiranya kondisi ini dapat dipertimbangkan,” ujar Ketua MUI Sumsel H Sodikun seusai melakukan pertemuan dengan Gubernur di kantor Gubernur,Senin (5/4).

Dia mengatakan, mengenai masalah tersebut, pihaknya sudah menyampaikan usulan tersebut kepada Gubernur.Namun,hal tersebut masih sebatas usulan. Jika hal tersebut dilakukan, kemungkinan besar orang yang merokok di Sumsel dapat berkurang. Kemudian mengenai masih adanya pengurus MUI yang merokok, Sodikun mengungkapkan, pihaknya akan memberikan sanksi bagi anggota MUI yang merokok. Sebab,mereka sudah mengetahui bahwa di rokok tersebut terdapat kandungan babi.Apalagi, fatwa haram merokok sudah dikeluarkan. “Memang untuk sanksi ini akan kita berikan karena fatwa haram sudah kita buat.

Selain itu, silakan mereka pertanggungjawabkan kepada yang di atas jika masih terus merokok.Ya kalau sudah tahu haram, jangan dilakukan lagi, apalagi sampai mengandung babi,”ujarnya. Kemudian untuk pengoptimalan fatwa haram ini,selain pihaknya bekerja sama dengan berbagai pihak, MUI Sumsel juga memerintahkan MUI di kabupaten/kota untuk menyampaikan hal tersebut. Dengan begitu, upaya yang ingin dicapai hingga rokok tidak lagi dikonsumsi karena harap dapat berjalan baik. “Kami harapkan MUI di kabupaten/kota dapat bekerja optimal. Dengan begitu, fatwaharamyangadatersebuttidak akan sia-sia,”tukas dia. Lalu, tingginya PAD daerah dari iklan rokok yang sangat besar, Sodikun mengatakan, memang PAD yang dihasilkan dari hasil promosi, seperti iklan, spanduk, banner, sangat besar. Akan tetapi,penyakit yang didapat dari merokok juga sangat besar.

Untuk itu, harus dikurangi iklan di televisi dan spanduk mengenai rokok. “Kami minta daerah untuk mengurangi promosi rokok, meskipun PAD yang dihasilkan sangat besar. Sebab, penyakit yang dihasilkan dari merokok tersebut akan lebih besar bahkan dapat menimbulkan kematian. Untuk itu, daerah harus peduli tentang fatwa haram dan larangan merokok ini,”tukas dia. Sementara itu,Ketua Pemuda Muhammadiyah Yudha Mahrom DS mengatakan, pada prinsipnya keputusan Fatwa Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang mengharamkan rokok telah melalui kajian mendalam yang dilakukan Majelis Tajrih PP Muhammadiyah. Kalangan Muhammadiyah menilai berbagai aspek pelarangan rokok dari sisi manfaat dan mudarat. “Tentunya rokok lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya, terutama bagi saudara kita yang tidak merokok,” ungkap dia.

Menurut dia, fatwa tersebut membutuhkan waktu yang panjang terkait Perda No 7/2009 yang dikeluarkan Pemkot Palembang. Karena masih banyak orang yang secara bebas merokok di sembarang tempat, meski sudah dibuatkan lokasi khusus bagi perokok. Tetapi, paling tidak ada upaya pemerintah menuju kehidupan yang lebih baik. ”Merokok termasuk kategori perbuatan khabaa’its yang dilarang dalam QS 7:157, merokok mengandung unsur menjatuhkan diri ke dalam kebinasaan. Atau perbuatan bunuh diri secara perlahan sehingga bertentangan dengan larangan Alquran,” tandasnya. (yayan darwansah)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: