Bappenas: Jangan Bergantung APBN/APBD

PALEMBANG (SI) – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional- Kepala Bappenas RI Prof Armida S Alisjahbana meminta setiap daerah tidak menggantungkan pembangunan dari dana APBN dan APBD.

Untuk itu,pihaknya meminta gubernur,wali kota, dan bupati untuk menarik investasi dari pihak swasta untuk pembangunan. Dengan demikian,dana dari pemerintah dapat digunakan untuk kepentingan yang lain untuk kemakmuran rakyat.Kemudian, untuk pembangunan multimoda antardaerah, juga harus ada sinkronisasi. Dengan begitu, pembangunan multimoda,seperti pembangunan jembatan Selatan Sunda yang akan menghubungkan Sumatera dan Jawa,bisa terwujud 10 tahun ke depan.

“Pembangunan tidak bisa hanya berasal dari dana pemerintah. Untuk itu agar pembangunan yang ada dapat berjalan dengan baik kiranya dapat dikerjasamakan dengan pihak swasta melalui peluang investasi,” ujar Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Kepala Bappenas RI ,Prof Armida S Alisjahbana di sela-sela acara sosialisasi rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) di Hotel Aryadutha Palembang,Selasa (6/4). Dengan begitu,lanjut dia,pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan dan lainnya dapat terwujud, seperti pembangunan jembatan penghubung antara Sumatera dan Jawa.

Dia mengatakan, kerja sama dengan pihak swasta tersebut dapat dilakukan seperti pembangunan jembatan, pelabuhan, jalan batas provinsi dan jalan nasional dengan sinkronisasi pembangunan melalui RPJMN ini.Apalagi, pada saat ini gubernur dari Sumsel,Jambi, Lampung, Bengkulu, dan Bangka Belitung turut hadir. Untuk itulah, permasalahan yang ada harus dibahas lebih lanjut untuk kemajuan bersama. “Kita ingin mewujudkan pembangunan jembatan penghubung antara Sumatera dan Jawa.Tetapi, waktu yang dibutuhkan 10 tahun mendatang. Untuk itu, kiranya setiap daerah dapat mendukung semua ini sehingga mewujudkan layanan multimoda yang lengkap,”ujar dia.

Kemudian,dalam membangun infrastruktur, pemerintah daerah diminta jangan hanya berharap kucuran dana dari pemerintah pusat atau mengandalkan dana APBD semata.Pemerintah daerah harus mampu membuka kerja sama dengan pihak swasta dalam hal pendanaan. “Untuk percepatan ekonomi sendiri pemerintah sudah maksimal, salah satunya dengan menganggarkan dana untuk pembangunan infrastruktur bagi kepentingan masyarakat,hingga dua kali lipat dari tahun sebelumnya.Pasalnya, untuk pembangunan infrastruktur dasar yang tidak bisa menghasilkan, alokasi dananya dari pemerintah, tapi kalau untuk infrastruktur yang dapat menghasilkan atau ada timbal balik dari investasinya, dana dapat dikerjasamakan dengan pihak swasta,” papar dia.

Kemudian, perencanaan pembangunan ke depan, lanjut Armida, tidak hanya akan mengandalkan jalur darat,tapi multimoda, seperti di daerah kepulauan,dengan menambah pelabuhan kapal internasional, transportasi udara untuk di daerah-daerah. Lalu untuk evaluasi program PNPM mandiri, pihaknya akan memperkuat lagi program tersebut, karena sudah banyak keberhasilan, namun jika dikaitkan dengan program percepatan pengentasan kemiskinan,menurutnya tidak cukup hanya mengandalkan program PNPM saja. “Program PNMP ini dipercaya sudah mengurangi angka kemiskinan di Sumsel. untuk itu, setiap tahun kita menyiapkan Rp20 triliun untuk pengentasan kemiskinan melalui program PNPM.Dengan kondisi yang ada,kelompok marjinal dapat terbantu,”ujar dia.

Sementara itu, Gubernur Sumsel H Alex Noerdin mengungkapkan, untuk pembangunan kawasan multimoda, pihaknya sudah berupaya semaksimal mungkin menarik investasi seperti pembangunan rel kereta api, pelabuhan, pesawat dan lainnya. Dengan begitu, dana APBD Sumsel tidak akan terganggu. “Untuk pembangunan, kita menerapkan sistem BOT. Jadi dengan ini APBD tidak terganggu sehingga dapat digunakan untuk kepentingan masyarakat seperti sekolah gratis dan pendidikan gratis,” ujar dia. Kemudian, Sumsel juga terpacu dengan visi Sumsel untuk lebih baik dijadikan pedoman mengambil kebijakan jangka panjang dan jangka pendek.

Dalam RPJMD 2008–2013 Sumsel memprioritaskan peningkatan pengembangan kualitas pelayanan dasar,peningkatan daya saing ekonomi rakyat, peningkatan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, dan peningkatan SDM.“Dalam RPJMD 2008–2013, telah ditetapkan Provinsi Sumsel pada 2013 adalah Sumsel sejahtera dan terdepan bersama masyarakat yang cerdas dan berbudaya,”katanya. Menurut Alex, tahun 2010 sangat penting untuk mengevaluasi pencapaian sasaran dalam RPJMD,sehingga program pembangunan yang diusulkan pada 2011 dapat disesuaikan untuk mencapai target yang diinginkan. Di mana, berbagai isu strategis yang menjadi tantangan sekaligus peluang, harus dihadapi dalam pembangunan di Sumsel salah satunya globalisasi perdagangan dunia.

“Kondisi ini harus diwaspadai, pemerintah akan memperhatikan sektor penting yang kemungkinan meningkatkan angka pengangguran dan guna mengantisipasi pertambahan penduduk miskin di Sumsel. Untuk itu,Pemprov Sumsel akan mengembangkan infrastruktur, menyiapkan institusi keuangan yang handal dan menyiapkan SDM dengan standarisasi tenaga kerja melalui peningkatan pendidikan dan sertifikasi tenaga kerja,”bebernya. Alex membeberkan, saat ini jumlah penduduk miskin di Sumsel tercatat pada Maret 2009 sebanyak 1.167.870 orang, tetapi jumlah tersebut mengalami penurunan sebesar 81.740 orang dari 2008.

Menanggapi pembangunan infrastruktur tanpa mengandalkan APBN dan APBD, Gubernur menjelaskan, Pemprov Sumsel sudah melakukannya, yaitu membangun fasilitas-fasilitas olahraga serta merencanakan pembangunan infrastruktur seperti pelabuhan Tanjung Api-Api,bekerja sama dengan pihak ketiga,yaitu investor. Hal itu dimaksudkan agar dana alokasi yang ada di kas pemerintah tidak banyak terganggu untuk infrastruktur, melainkan benar-benar untuk kebutuhan dasar masyarakat seperti berobat gratis,sekolah gratis dan bantuan hukum gratis. (yayan darwansah)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: