Kerajinan Sumsel Terjual Habis di Belanda

PALEMBANG(SI) – Pada pelaksanaan Pasar Malam di Malieveld Den Haag Belanda 1-5 April lalu,kerajinan asal Sumatera Selatan (Sumsel) habis terjual tanpa sisa atau sold out.

Hal ini membuktikan bahwa Eropa sangat meminati sektor usaha kecil dan menengah (UKM) yang ada di Indonesia terutama Sumsel. Untuk itu, sektor UKM yang ada tidak perlu takut terhadap Asean China Free Trade Agreement (ACFTA) jika pengelolahan terhadap hasil kerajinan yang ada bagus dan bermutu. “Antusias masyarakat Belanda dengan stan Sumsel dan stan provinsi lain di pasar malam Den Haag Belanda sangat bagus.

Mereka ingin mengetahui kuliner,pakaian, tekstil dan komoditi perdagangan dari Indonesia khususnya dari Sumsel.Buktinya,semua kerajinan dan kuliner yang kita tampilkan habis,khususnya kain kerajinan tangan asli Palembang yang mendapatkan tanggapan sangat baik yakni kain jumputan,”ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disparbud), di Palembang, kemarin.

Tapi tidak hanya itu,dikatakan Jhonson, produk lainnya seperti songket, dan juga kuliner seperti tekwan,pempek juga banyak disukai. Semua produk asal Sumsel yang dijual UKM kita di pasar malam Belanda sold out atau terjual habis. Ditambahkannya,mereka yang hadir pada pelaksanaan pasar malam di lapangan Malieveld Den Haag tersebut,tidak hanya berasal dari Belanda,tapi juga dari Belgia, Jerman hingga Perancis ini.

sehingga dengan keaneka ragaman makanan khas Sumsel diserbu pengunjung. “Agar keaslian makanan tidak berubah maka kita langsung bawa koki dari Sumsel,sehingga rasanya benar-benar sama dengan di tanah air.Akibatnya,dengan kondisi ini tidak jarang pengunjung memuji-muji makanan Sumsel,”tukas dia. Dalam pasar malam tersebut, Jhonson juga memberikan presentasi dan paparan kepada para pengusaha di Eropa mengenai peluang investasi di Sumsel. dimana, sedikitnya ada tiga hal yang ditawarkan yakni Tourism,Trade dan Investment.

“Banyak sekali pertanyaan yang diajukan oleh pengusaha di Eropa yang umumnya mengaku tertarik menanamkan ivestasi di bidang batubara,gas dan kawasan Industri Tanjung Api-api. Namun berkat kesigapan kita bersama Kepala Dinas terkait dan para pemimpin daerah kabupaten-kota di Sumsel,maka semua pertanyaan dapat dijawab,” beber mantan Kepala Balitbanda Provinsi Sumsel ini.

Pihaknya sampai saat ini belum dapat memastikan follow up lanjutan dari kegiatan ini.Namun, diharapkan dari hasil paparan yang ada ada pihak yang berkeinginan menanamkan investasinya di Sumsel. “Secepatnya pasti ada kelanjutannya, tapi sekarang memang belum ada Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani, karena harus ada pembicaraan lebih lanjut antara KBRI dan Provinsi sendiri,”katanya.

Pasar malam yang ada diselenggarakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Belanda.“Kita tidak memposisikan sebagai leader, namun diantara provinsi lainnya seperti Sumut, Sulsel dan kota Surabaya, kita memang mendapat perlakuan istimewa,”ujarnya seraya menambahkan,pada acara yang dulu bernama Tong-Tong Fair ini turut hadir Kepala Disperindag Sumsel, Bupati Musi Banyuasin,Bupati Ogan Ilir, Wali Kota Prabumulih dan Wali Kota Lubuk Linggau.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Pariwisata Sumsel H Eppy Mirza mengatakan, pada pelaksanaan pasar malam tersebut Sumsel telah memaparkan semua potensi yang ada.Apalagi, minat para investor untuk datang ke Sumsel sangat baik. Diharapkan dengan adanya acara yang ada peluang kerjasama di Sumsel dapat berjalan baik. (yayan darwansah)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: