Lahan Tidur Perkebunan Diinventarisasi

PALEMBANG (SI) – Tingginya tingkat sengketa lahan yang terjadi di Sumsel disebabkan banyaknya lahan tidur atau lahan yang ditelantarkan perusahaan perkebunan.

Untuk itu,Tim Kendali Pertanahan Pusat akan mengkaji keberadaan lahan yang ada pada perusahaan. Terlebih, jika dalam kurun waktu yang telah ditentukan lahan yang ada masih ditelantarkan, tim pengendali memberikan sanksi berupa pencabutan hak guna usaha (HGU) perusahaan perkebunan yang melanggar. “Provinsi Sumsel merupakan provinsi nomor dua yang memiliki lahan terlantar terbanyak setelah Kalimantan. Di mana, penguasaan lahan yang luas sementara pengolahan lahan sedikit membuat banyak lahan yang terlantar.Untuk itu,agar lahan yang ada dapat dimanfaatkan kita akan melakukan pengkajian,”tegas Ketua Tim Kendali Pertanahan Pusat Justin Ketaren seusai melakukan pertemuan dengan Wakil Gubernur Sumsel H Eddy Yusuf di ruang rapat Wakil Gubernur,Senin (12/4).

Banyaknya lahan yang terlantar, kata Justin, menjadi penyebab terjadinya sengketa antara perusahaan dengan warga.Keberadaan lahan yang tidak optimal memicu warga untuk mengolah lahan sehingga ketika lahan yang ada diduduki masyarakat akhirnya menjadi sengketa. “Untuk itu, agar lahan tidak diambil alih kiranya diberikan tapal batas. Berdasarkan data di pusat, saat ini di seluruh Indonesia ada sekitar 7,2 juta ha lahan terlantar. Untuk itu, kita bekerja sama dengan pemprov, kabupaten/kota di Indonesia untuk menyelesaikan masalah banyaknya lahan terlantar di setiap provinsi dan daerah,” tukasnya. Pengoptimalan lahan tidur tersebut, kata mantan Kepala BPN Medan ini, untuk kepentingan masyarakat, pemerintah, dan kepentingan lain.

“Kedatangan kita ini selain untuk pengoptimalan lahan terlantar juga untuk menyosialisasikan penyelesaian tanah terlantar. Sebab, nanti lahan terlantar ini akan dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat, pemerintah, dan kepentingan lainnya,dimanfaatkan sesuai tata ruang masing-masing daerah,” tukasnya. Dia mengaku banyak menemui hambatan dalam sosialisasi penertiban tanah terlantar.“Kita harap Agustus 2010, di seluruh provinsi di Indonesia, termasuk Sumsel, sosialisasi penertiban dan penyalahgunaan tanah terlantar dapat terlaksana. Kita akan lihat bagaimana tanggapan dan perkembangan di lapangan mengenai masalah ini terutama pihak perkebunan,”cetus Justin. Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumsel Suhaily Syam menambahkan, pihaknya memprediksi jumlah lahan yang terlantar di Sumsel mencapai 700.000–800.000 ha.

“Di Kalimantan lahan tidur mencapai 900.000 ha sehingga mereka peringkat pertama lahan tidur terbanyak di Indonesia. Sementara, untuk Sumsel merupakan peringkat kedua dan akan kita inventarisasi lagi sehingga datanya lengkap,”ujar dia. Saat ini, kata Suhaily, ada sekitar 187 HGU di Sumsel.Nanti tim yang dibentuk bersama pemerintah setempat akan turun dan menginventarisasi serta identifikasi berapa hektare lahan dari areal yang diberikan HGU yang ditelantarkan. Apa alasan ditelantarkan, pihaknya akan memberikan peringatan, jika batas waktu yang ditetapkan lahan tidak digarap akan lakukan pencabutan. “Kita akan tindak tegas perusahaan perkebunan jika masih menelantarkan lahan yang ada.Sebab,banyaknya lahan yang terlantar tersebut menyebabkan terjadinya sengketa nantinya.

Untuk itu, hal ini perlu dilakukan evaluasi agar lahan yang ada lebih bermanfaat,”tukas dia. Sementara itu,Wakil Gubernur Sumsel H Eddy Yusuf mengatakan, banyaknya lahan terlantar disebabkan penguasaan lahan yang sangat luas, tetapi pemanfaatannya tidak, karena terbentur permodalan dan lainnya. Untuk itu,agar lahan yang ada lebih bermanfaat, pemerintah dan masyarakat akan dilibatkan dalam pengolahan sehingga lahan yang ada lebih bermanfaat. “Seperti sebagian lahan masyarakat yang terlantar karena tidak memiliki modal untuk dikelola. Untuk itu, sosialisasi peraturan ini harus dipahami masyarakat.

Pemprov akan mendukung program nasional ini karena kalau berhasil akan banyak mengurangi kemiskinan dan pengangguran di Sumsel,” ujar Eddy. (yayan darwansah)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: