Susno Bangun Masjid Megah di Kampung

PAGARALAM (SI) – Mantan Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Susno Duadji diam-diam membangun sebuah buah masjid cukup megah di tanah kelahiranya,Dusun Tebad Gunung,Kelurahan Lubuk Buntak, Kecamatan Dempo Selatan,Kota Pagaralam.

Masjid yang dibangun di atas lahan seluas sekitar seperempat hektare tersebut berada di areal persawahan,sekitar satu kilometer dari rumahnya. Bangunan yang hampir mirip dengan Masjid Istiqlal Jakarta ini berdiri cukup megah dikelilingi kolam ikan dan persawahan. Bangunan masjid yang diperkirakan menelan dana ratusan juta tersebut dilengkapi lima kubah berukuran 20 x 20 meter dan diperkirakan mampu menampung ratusan jamaah. “Memang Susno sudah cukup lama meniatkan membangun masjid di kampung,selain bangunan lama terlalu kecil dan tidak mampu lagi menampung jamaah yang lebih banyak,” kata adik kandungnya, Hardi Duadji kemarin.

Dia mengatakan,keluarga besarnya lebih memilih membangun masjid dari pada membangun rumah. Mereka beralasan kalau membangun rumah pribadi tidak semua masyarakat bisa menikmatinya. Sedangkan masjid akan menjadi amal sampai mati. “Masjid tersebut tidak hanya memakai uang kakak Susno sendiri melainkan juga bantuan delapan saudara kandung lainnya serta keluarga besar kami,”katanya. Hal serupa juga disampaikan Maldi Duadji,adik kandung Susno yang lainnya.Pria yang kini duduk sebagai anggota DPRD Kota Pagaralam ini mengatakan, kepedulian Susno bukan hanya terhadap lembaga yang sudah membesarkanya saja, tetapi juga termasuk dunia Islam.Ini dibuktikan dengan lebih memilih membangun masjid ketimbang rumah megah.

Dia sudah memiliki kelebihan kakaknya itu sejak kecil. Selain cerdas, Susno kecil juga mempunyai prinsip dan pendirian yang tegas, sederhana, suka tantangan dan tidak mau menyerah sebelum mencoba dan meraih sukses. Menurut Maldi,kecerdasan Susno ini mulai terlihat sejak sekolah dasar (SD).Susno sekolah di SD Lubuk Buntak dari kelas satu hingga kelas empat dan selalu meraih juara. Karena selalu juara dua di kelas, dia merasa tidak puas dengan prestasinya hingga Susno pindah ke Lahat. Di sana dia hanya sampai kelas lima dan langsung mengikuti ujian kelas enam dan lulus. Susno kemudian melanjutkan ke SMP dan SMA di Santo Yosep Lahat. Karena kecerdasannya saat duduk dikelas dua Santa Yosep,Susno dianjurkan gurunya untuk ikut tes Akademi Kepolisian (Akpol).

Jika lulus akan diberikan kemudahan untuklangsungdiperbolehkanmengikuti ujian kelas tiga.Susno pun lalu ikut tes Akpol pada 1974 dan lulus. Ibunda Susno Duadji, Mardiah saat ditemui di kediamannya mengungkapkan, saat mengikuti tes Akpol, karena uang yang dikumpulkan dari hasil penjualan ikan tidak banyak, maka Susno berangkat ke Palembang naik mobil truk pengangkut sayuran.Kegigihan inilah yang membuat Sosno lulus tes kemudian tahun 1977 tamat dari Akpol. Sejak kecil hingga menjadi Komjen Pol (Komesaris Jendral Polisi) Susno tetap hidup sederhana dan selalu memosisikan diri sebagai pengganti orang.

“Meskipun keadaanya sudah menjadi salah seorang pejabat penting di kepolisian, tapi saat pulang kampung dia sama sekali tidak menujukkan sikap yang berubah,”ungkap dia. (m marzuki)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: