Pembangunan Rel KA Mandek

PALEMBANG (SI) – Pembangunan rel kereta api (KA) double track dari Stasiun Simpang Ogan Ilir menuju Tanjung Api-Api (TAA) yang pengerjaannya telah dilakukan sejak 2006 hingga kini jalan di tempat. Proyek ini bahkan terancam dibatalkan karena terkendala pembebasan lahan.

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H Sarimuda mengungkapkan, akibat terkendala pembebasan lahan tersebut, dana yang ada dialihkan untuk perbaikan rel KA yang rusak. Dia menjelaskan, dana pembangunan rel ganda tersebut diambil dari APBN.

Hanya saja karena terkendala lahan yang belum dibebaskan, ditambah adanya musibah anjloknya KA penumpang Palembang-Lubuklingggau di kawasan Tebing Tinggi, sehingga dana dialokasikan untuk perbaikan rel KA yang ambruk tersebut.“Saat ini kita akan merencanakan ulang pembangunan rel kereta api tersebut dan diharapkan 2014 pembangunan rel KA selesai,”terang dia.

Menurut dia,reviewulang mencakupi desain jembatan,persiapan pembebasan lahan untuk rel KA ke TAA, sekaligus perencanaan rel KA double trackPalembang-Lubuklinggau, Palembang-Lampung, juga mempersiapkan infrastruktur penunjang seperti jembatan untuk KA dan lainnya. “Agar program pembangunan rel KA ke TAA sejalan dengan pembangunan rel lainnya, harus melalui perencanaan matang.

Maka pada 2012 sudah dapat memasuki tahap konstruksi. Jadi, pembangunan rel KA ke TAA itu tidak molor,” bebernya. Saat ini,menurut Sarimuda,Kementerian Perhubungan masih memberikan kesempatan kepada Pemprov Sumsel hingga 2011menyelesaikan pembebasan lahan. Sebab, jika pembangunannya dianggarkan di 2011sementara lahan belum dibebaskan,pembangunannya juga tidak akan dapat berjalan. Untuk itu,masalah yang ada harus dituntaskan terlebih dahulu.

Dia menambahkan, pihaknya belum mengetahui berapa besaran dana untuk pembangunan rel KA ke TAA dan rel KA Palembang-Lubuklinggau juga rel KA Palembang- Lampung,karena belum memasuki proses detail engineering design (DED). ”Anggaran dan berapa biaya untuk menangani itu baru diketahui setelah DED 2011 selesai. Sekarang kita belum tahu persis.

Estimasinya juga belum bisa dilakukan. Karena untuk mendapatkan jumlah anggaran itu, diketahui dari hasil pengukuran di lapangan. Berapa timbunan galian, berapa jembatan yang akan dibangun dan lainnya. Baru dapat diprediksi anggaran yang diperlukan,” papar Sarimuda. Asisten II Bidang Ekonomi Keuangan dan Pemerintahan Pemprov Sumsel Eddy Hermanto menjelaskan, memang untuk perencanaan pembangunan sudah dilakukan sejak jauh-jauh hari.

Apalagi, saat ini sudah terdapat tiga investor yang melakukan pemaparan pembangunan jalur kereta api double track tersebut.“Kita akan lihat dahulu sejauh mana keseriusan pihak investor untuk melakukan pembangunan tersebut,”papar dia. (yayan darwansah)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: