Arca Tanpa Kepala Ditemukan

PAGARALAM (SI) – Tim Balai Arkeologi Palembang menemukan tiga arca manusia tanpa kepala di Desa Rindu Ati Gumay Ulu,Kecamatan Pulau Pinang, Kabupaten Lahat, kemarin.

Kondisi ketiga arca itu mengalami kerusakan cukup parah. Pantauan SI di lokasi penggalian kemarin, di lokasi tersebut ada enam arca,terdiri atas 1 dolmen dan 5 arca berbentuk manusia.Dari kelima arca itu,3 arca dalam kondisi hilang kepala, 1 terbalik akibat penggalian, dan 1 lagi sudah banyak bagian yang hilang akibat ulah tangan manusia. Bahkan, di sekitar kompleks, kondisi pagar sudah rusak dan tidak terawat dengan baik.“Sekitar 1970,kondisi ketiga arca itu masih utuh sehingga mudah dikenali, baik bentuk maupun kondisinya. Tiga berbentuk manusia menunggang kuda, lalu seorang ibu mengayun anak, satu lagi dengan posisi sudah tertelungkup, manusia sedang duduk,” ujar mantan juru pelihara arca Samsi.

Kerusakan itu terjadi, menurut Samsi, saat ada seorang warga bermimpi, di sekitar arca ada harta karun. Namun, setelah digali, ternyata tidak ada. Akibat kesal karena tidak berhasil menemukan harta karun, warga yang menggali tadi, lalu memenggal ketiga kepala arca menggunakan palu besar hingga hancur. “Setelah beberapa hari kemudian, orang (yang menggali harta karun) tersebut menjadi gila hingga meninggal.Sejak itulah,ada arca yang hilang kepala dan ada juga akibat penggalian, terbalik sendiri sehingga posisi juga banyak yang berubah,” tambah Samsi.

Dari sekian banyak benda bersejarah di lokasi tersebut, baru ada enam arca dengan posisi berdekatan, yang lokasinya baru dibebaskan.Untuk itu,kini sudah dibangun pagar keliling. Sementara, untuk arca-arca yang lai-nnya, masih berada di tengah-tengah kebun kopi warga setempat. “Memang banyak fasilitas di daerah benda bersejarah ini yang rusak,termasuk arca sendiri,juga mengalami kerusakan akibat tangan jahil.Namun,kami tetap melakukan pengawasan dan pemeliharaan agar kondisi aset yang bernilai sejarah ini tetap dilestarikan,” ungkap dia. Petugas Kantor Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3 Jambi) wilayah kerja Jambi, Sumsel, Bengkulu, dan Babel Akhmad Rivai menambahkan,sejak dulu sudah dilakukan pemagaran terhadap tiga dari lima arca tanpa kepala yang ditemukan.

Karena benda-benda ini bersejarah dan dilindungi,kondisi-nya harus dibiarkan dan tidak boleh diubah, termasuk dibuatkan kepala baru. Sebetulnya di lokasi arca itu cukup banyak megalitik. Mereka tersebar di atas lahan seluas 1 ha. “Namun, mengingat terkendala pembebasan, baru bisa dilakukan pemagaran terhadap 5 arca dan 1 dolmen karena posisinya berdekatan. Sementara, di luar pemagaran, ada dua lagi arca manusia dan puluhan situs lainnya,” jelas Rivai.

Situs Terbengkalai

Memasuki hari ke-7, tim peneliti gabungan Balai Arkeologi Palembang dan BP3 Jambi menemukan dua lokasi situs bersejarah di Desa Rindu Ati dan Desa Muara Dua Gumay Ulu, Kecamatan Pulau Pinang, Kabupaten Lahat, yang terbengkalai. Pantauan di lapangan kemarin, tampak puluhan situs di lokasi perkebunan kopi sudah tertutup semak dan sampah dedaunan sehingga kondisinya banyak yang mengalami kerusakan. Meskipun ada yang sudah dipagar,tidak satu pun kondisinya yang terawat. Selain berubah posisi, ada juga arca yang mengalami kerusakan dan hilang di beberapa bagian, seperti punggung, hidung, kepala,kaki,dan pahatan aslinya.

Kedua lahan penemuan situs purbakala itu sekitar 1,5 ha, dengan jarak sekitar 2 km, sedangkan dari pusat Kota Pagaralam sekitar 15 km, menempuh waktu sekitar 15 menit. “Memang penemuan dua lokasi bangunan bersejarah ini kondisinya bukan saja kurang perawatan dan situs banyak yang rusak, terutama arca di kompleks Desa Rindu Ati,Kecamatan Pulau Pinang, Lahat. Selain sudah ditumbuhi semak,pagar hancur dan ada beberapa bagian situs rusak,” ungkap kata Ketua Tim Balai Arkeologi Kristantina Indriastuti kemarin. Dia mengatakan, ada dua lokasi penemuan situs dan arca,yaitu Desa Muara Dua dan Desa Rindu Ati,Kecamatan Pulau Pinang, Kabupaten Lahat.Namun, di tempat ini ditemukan banyak sekali situs kurang pemeliharaan, meskipun pihak BP3 Jambi sudah mengangkat juru pelihara (jupel).

“Kita sangat menyayangkan kurangnya perhatian pemerintah setempat terhadap berbagai benda bersejarah yang tersebar hampir di semua daerah wilayah Lahat. Padahal, ini merupakan aset cukup besar yang dapat mengundang perhatian dunia internasional,” ungkap dia. Dia mengungkapkan, hingga hari terakhir, jumlah megalit yang berhasil ditemukan mencapai ratusan dan tersebar di semua daerah wilayah Kabupaten Lahat. Namun, yang paling banyak memiliki keunikan berada di Kecamatan Pajar Bulan.

“Sudah seharusnya jika wilayah Lahat dan Pagaralam menjadi kawasan cagar budaya dan memiliki salah satu museum megalitik. Sebab, di Sumsel hanya kedua daerah ini yang memiliki kekayaan aset budaya sejarah terbanyak,” tukasnya. (m marzuki)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: