Pemprov Siap Benahi Sistem

PALEMBANG (SI) – Masuknya Provinsi Sumsel dalam daftar tujuh provinsi terkorup di Indonesia cukup mencoreng nama baik Sumsel.Untuk itu Pemprov Sumsel berjanji akan melakukan pembenahan sistem,moral dan kondisi di lingkungan satuan kerja perangkat daerah (SKPD).

Ini dilakukan untuk meminimalisir terjadinya tindak pidana korupsi. Sekda Sumsel H Musyrif Swardi menegaskan,dengan adanya pembenahan dan pemotongan kesempatan korupsi diharapkan dapat menurunkan niat para pelakunya. “Jangankan Sumsel, Indonesia saja berada di urutan pertama sebagai negara terkorup di Asia Tenggara. Untuk itu, jika Sumsel masuk tujuh besar sebagai provinsi korupsi adalah wajar.Dengan demikian kita akan mulai melakukan pembenahan pembenahan,” ujar Sekda kemarin. Musyrif mengungkapkan, terjadinya korupsi lebih disebabkan karena lemahnya sistem yang ada di pemerintahan.Apalagi hal tersebut juga didukung dengan moral para pejabat yang rendah dan adanya kondisi yang memungkinkan untuk dilakukan korupsi. ”Kita akan memperbaiki tiga sistemyangada.

Yakni sistem,moraldan kondisi. Kemudian kita juga akan memperketat sistem administrasi yangadadipemerintahan,”tukasdia. Pihaknya juga akan melakukan pengawasan secara ketat terhadap setiap SKPD. Di mana, moral para pejabat yang ada juga akan dilakukan perbaikan.Sebab,jika sistemnya diawasi,diyakini para pejabat tidak akan mungkin melakukan korupsi. Apalagi,jika sistem administrasi yang ada juga ikut diperketat sehingga upaya untuk melakukan kecurangan dapat dihindari. Kepala Biro Hukum dan HAM Pemprov Sumsel Ardani menambahkan, bagaimana pun tindak pidana korupsi yang ada di Sumsel ini harus diberantas.Untukitu,pihaknya akan melakukan berbagai kegiatan sosialisasi mengenai masalah tersebut.

“Jika ada pejabat pemerintah yang terbukti melakukan tindak pidana korupsi silahkan diproses secara hukum.Kita sangat mendukung pihak yang berwajib melakukan tindakan. Sebab Gubernur Sumsel H Alex Noerdin sangat mendukung pemberantasan korupsi di daerah ini,”ujar dia. Hal berbeda diungkapkan Kepala Kesbangpol Linmas Provinsi Sumsel H Rusli Nawi. Menurutnya, dengan ditetapkannya Sumsel sebagai Provinsi ketujuh sebagai daerah terkorup adalah hal yang tidak wajar.Di mana,untuk menetapkan suatu daerah sebagai daerah terkorup tersebut jangan hanya berdasarkan kasus yang naik tetapi juga berdasarkan kasus yang diendapkan.

Pengadilan Tipikor

Sementara itu, Hakim Tinggi Mahkamah Agung Republik IndonesiaIdaBagusDjagra menegaskan,kehadiran Pengadilan Tipikor di Kota Palembang dan tujuh kota lainnya, karena tingginya angka korupsi di daerah-daerah itu. Selain itu tuntutan aturan perundang-undangan yakniamanahUndangUndangNo46 Tahun 2009 Tentang Pengadilan Tipikoryangberlakusejakdiundangkan.“ Namun memang bisa jadi Palembang menjadi salah satu sasaran tahap pertama didirikannya PengadilanTipikor lantaran pertimbangan tersebut,” ujarnya kepada Seputar Indonesia kemarin.

“Selain di Sumsel pernah menyangkut petinggi-petingginya yang terjerat korupsi, juga di daerah- daerah itu pernah menyeret mantan Gubernur, mantan Bupati dan lainnya. Seperti di Samarinda, Kutai, Sumsel, dan seterusnya. Sehingga peran masyarakat dan keseriusan aparat penegak hukum dibutuhkan,”terangnya. Biro Pengawasan Hakim Komisi Yudisial (KY) Ardhian Sumadhijo menambahkan, pembentukan Pengadilan Tipikor hanya di bentuk di 7 wilayah di seluruh Indonesia. Mengenai persiapannya pihaknya sudah berkeliling di 7 wilayah tersebut yakni Bandung,Semarang, Surabaya, Medan, Palembang, Samarinda dan Ujung Pandang. “Untukhakimnya sendiridariwilayah tersebut telah siap.

Dari verifikasi MA ada 800 hakim yang akan di tempatkan di 7 wilayah tersebut,” ujarnya.Kepala Seksi Uheksi Kejati Sumsel,Rizali Noor SH mengatakan pihaknya siap mendukung dan memastikan tidak ada persoalan mendasar terkait pembentukan pengadilan Tipikor di beberapa daerah. (retno p/yayan d)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: