1.400 Honorer Harus Gigit Jari

PALEMBANG (SI) – Sebanyak 1.400 honorer di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) masih harus gigit jari.Harapan untuk menikmati gaji yang tertunda selama empat bulan tampaknya masih belum terwujud.

Pasalnya, terlambatnya pembayaran gaji 1.400 honorer di lingkungan Pemprov Sumsel tersebut tidak hanya karena pengalihan pos anggaran, tapi juga karena belum ada satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang mengajukan surat perintah membayar (SPM) ke Biro Keuangan dan Aset Pemprov Sumsel. Padahal,persetujuan pembayaran dan perubahan pos anggaran dari biaya belanjapegawaike posbelanja barang dan jasa sudah disetujui DPRD Provinsi Sumsel dua pekan lalu.

Namun,karena belum ada yang mengajukan,Pemprov Sumsel tidak dapat melakukan pembayaran. “Uang pembayaran gaji honorer baik yang databasedan non-database atau outsourcing dananya sudah ada. Bahkan, Dewan juga sudah menyetujui sehingga tidak ada masalah.

Akan tetapi, hingga saat ini dari 39 dinas, badan, dan kantor belum ada yang mengajukan surat perintah membayar sehingga kita tidak dapat melakukan pembayaran,” ujar Kepala Biro Keuangan dan Aset Pemprov Sumsel Laonma PL Tobing di ruang kerjanya,Senin (26/4). Menurut Laonma, terlambatnya pembayaran gaji ini bukan karena kesalahan pemprov lagi. Sebab, semua berkas sudah disetujui.

Untuk itu,berdasarkan aspek hukum untuk mencairkan uang dari Bank Sumsel harus ada prosedur, yakni surat perintah pencairan dana (SP2D) tertulis atas dasar surat perintah membayar dari setiap SKPD ke PPKD. Jadi, jika SKPD tidak ada yang mengajukan,pihaknya tidak dapat berbuat banyak.

Untuk itu, pihaknya berharapagarsecepatnya SKPD dapat melakukan pengajuan. “Surat perintah membayar itu diajukan SKPD dan kita akan membuat SP2D-nya. Jadi jika tidak ada kedua hal tersebut, dana yang ada di Bank Sumsel tidak dapat dicairkan karena akan menyalahi prosedur,”ujar dia. Laonma menambahkan, untuk pembayaran gaji pegawai dan honorer di lingkungan Pemprov Sumsel, pihaknya sudah menganggarkan Rp12,5 miliar dalam satu tahun.

Sementar,a untuk pembayaran rapel 1.400 honorer baik yang terdaftar di database dan outsourcing selama empat bulan, pihaknya sudah menganggarkan Rp4 miliar lebih. “Kita tidak akan memperhambat proses pembayaran ini. Secepatnya akan kita cairkan. Akan tetapi, kami harapkan SKPD untuk cepat mengajukan pembayaran agar tidak terlalu lama,” tukasnya. Saat ini, kata Laonma,pembayaran gaji honorer bisa saja berkurang dari 1.400 baik untuk honorer dan outsourcing.

Pasalnya, ada beberapa honorer yang lulus CPNS dan ada yang berhenti. Untuk itu, pihaknya akan meminta data lengkap dari setiap SKPD mengenai jumlah honorer dan outsourcing di masing-masing SKPD. Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumsel Musyrif Suwardi mengatakan, alokasi anggaran untuk penggajian tenaga outsourcing tersebut tidak diperbolehkan lagi melalui belanja pegawai, tetapi melalui belanja barang dan jasa.

Perubahan pos anggaran pembayaran gaji tenaga outsourcing ini sekarang sudah disetujui DPRD Sumsel, sehingga pemprov tengah menindaklanjuti untuk melakukan pembayaran gaji tenaga out-sourcing. “DPRD sudah menyetujui, sekarang tinggal SKPD yang untuk melakukan persiapan pemba-yaran. Selanjutnya, setelah habis kontrak, untuk pegawai outsourcing ini tergantung SKPD masingmasing, masih dibutuhkan atau tidak.

Jika masih dibutuhkan maka kontrak akan diperpanjang, atau SKPD akan menambah te-naga, itu terserah SKPD,”jelasnya. Terpisah, Ketua Komisi I DPRD Sumsel Erza Saladdin mempertanyakan honor yang seharusnya sudah dibayarkan SKPD kepada 1.400 honorer di lingkungan Pemprov Sumsel yang sudah empat bulan.

“Kalau untuk SKPD Setwan, nanti kami akan tanya langsung karena izin prinsipnya sudah se-lesai, sekarang dananya sudah pada SKPD, tugas SKPD yang mencairkan dana itu. Sekarang SKPD yang merasa mempekerjakan SKPD sebaiknya secepat mungkin mengucurkan dana itu,” kata Erza kemarin. Menurut dia, pem-bayaran honor tersebut menjadi tanggung jawab SKPD. Pasalnya, kalau ada yang belum dibayar, bertanyalah pada pimpinan SKPD. (yayan darwansah)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: