Alex Terima SK Penetapan WKP

BALI (SI) – Menteri Riset dan Teknologi H Suharna Supranata mewakili Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan Surat Keputusan Penetapan Wilayah Kerja Pemanfaatan (WKP) Panas Bumi kepada Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Alex Noerdin.

Pemberian SK WKP yang diberikan kepada Gubernur dengan didampingi Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Sumsel Robert Heri di Bali International Convention Centre Nusa Dua Bali, Senin (26/ 4), juga diterima beberapa gubernur, seperti Gubernur Jawa Tengah dan Bupati Lampung Barat. Penyerahan SK Penetapan WKP panas Bumi oleh Kementerian ESDM meliputi pengelolaan dan perizinan yang kini diserahkan kepada pemerintah daerah.

Dari tiga daerah yang menerima SK Penetapan ini memiliki total kapasitas 590 MW dengan nilai investasi 1.770 Juta USD yang akan menyerap tenaga kerja seba-nyak 700 orang dan pengurangan emisi 3.540.000 ton CO2 per tahun. Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Sumsel Robert Heri mengatakan, SK penetapan WKP yang diserahkan kepada Gubernur Sumsel adalah untuk wilayah Rantau Dedap meliputi Muaraenim, Lahat, dan Pagaralam.

Di tiga daerah tersebut bisa dimanfaatkan energi panas bumi sehingga dapat memperkaya Sumsel ke depannya. “SK penetapan WKP tersebut meliputi tiga daerah di Sumsel seperti Muaraenim, Lahat, dan Pagaralam. SK penetapan WKP tersebut diterima langsung Gubernur Sumsel H Alex Noerdin di Bali International Convention Centre Nusa Dua Bali,” ujar Robert kemarin.

Menurut Robert, penyerahan SK penetapan WKP ini dilangsungkan menjelang pembukaan World Geothermal Congress(WGC) ke-4 di Bali yang dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan dihadiri Presiden Eslandia HE Olafur Ragnar Grimsson yang akan berlangsung hingga 30 April. WGC merupakan pertemuan para ilmuwan, industriawan, pengembang, dan operator serta regulator usaha panas bumi yang diselenggarakan lima tahun sekali oleh International Geothermal Association (IGA).

Dengan ditetapkannya Sumsel sebagai wilayah kerja pemanfaatan panas bumi diharapkan dapat menjadi momentum untuk mempercepat pemanfaatan energi panas bumi sekaligus sebagai sarana promosi investasi bagi pengembangan panas Bumi Indonesia, sejalan dengan target pemerintah untuk meningkatkan kapasitas panas bumi dalam program percepatan kelistrikan 10.000 MW tahap kedua dengan kontribusi dari panas bumi sekitar 4.000 MW.

”WGC 2010 adalah momentum bagi Indonesia untuk mempercepat pemanfaatan energi panas bumi sekaligus sebagai sarana promosi investasi bagi pengembangan panas Bumi Indonesia.Ini sejalan dengan target pemerintah untuk meningkatkan kapasitas panas bumi dalam program percepatan kelistrikan 10.000 MW tahap kedua dengan kontribusi dari panas bumi sekitar 4.000 MW,”paparnya.

Sementara itu, Gubernur Sumsel H Alex Noerdin menambahkan, di Sumsel tidak hanya energi panas bumi yang dapat dimanfaatkan.Tetapi, kekayaan alam seperti batubara, gas dan lainnya dapat dioptimalkan. Untuk itu, pihaknya meminta kepada pusat agar dapat diberikan kewenangan lebih dalam mengoptimalkan sumber daya alam (SDA) yang ada di Sumsel tersebut.

“Bayangkan saja, daerah lain bisa terang karena gas dari Sumsel. Untuk itu, diharapkan pemerintah pusat dapat mendukung pengoptimalan penuh kepada Sumsel dalam pengolahan. Dengan demikian, produksi batubara dan lainnya dapat diperbanyak. Oleh karena itu, saat ini kita tengah membangun sarana dan prasarana seperti jalur kereta api dan pelabuhan menuju Tanjung Api Api (TAA),”tukas dia. (yayan darwansah)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: