Harta Karun Sungai Musi Dijual ke Singapura

PALEMBANG(SI) – Aksi pencurian dan perburuan harta karun di perairan Sungai Musi mulai menemukan titik terang siapa pelakunya.

Selain perburuan warga yang dibekingi cukong pengumpul benda, benda peninggalan sejarah banyak telah diangkat saat pengerukan dasar Sungai Musi beberapa tahun lalu. Menurut sumber SI,saat aktivitas pengerukan salah satu kontraktor atau perusahaan pengeruk sungai inilah, benda cagar budaya peninggalan Kerajaan Sriwijaya banyak didapatkan. “Pada saat pengerukan banyak harta karun yang didapat. Pada waktu itu PT Pelindo yang melakukan pengerukan telah menyiapkan jaring dengan berbagai ukuran, mulai yang besar hingga ukuran paling kecil, hingga cincin saja tidak lolos. Dijaring itulah banyak harta karun yang didapat,” ujar sumber yang merahasiakan identitasnya.

Masih menurut sumber tersebut, harta karun yang terangkat tersebut seperti keramik berbentuk mangkuk, piring, koin emas, guci, senjata perang kolonial Belanda juga ditemukan.Bahkan,pernah juga diangkat puing-puing kapal.Tetapi, setelah ditemukan barang-barang tersebut tidak tahu ke mana rimbanya. Berdasarkaninformasi,harta karun tersebut dijual kepada seorang pengumpul benda antik yang di kawasan perumahan Polygon Palembang. “Memang banyak harta karun yang didapat pada saat aktivitas pengerukan tersebut.Tetapi, saya kurang mengetahui pasti karena waktu saya mau diajak naik ke kapal,saya tidak mau.Namun,berdasarkan informasinya, harta karun tersebut dijual kepada para cukong dan pengumpul barang antik,salah satunya di daerah Polygon,”bebernya.

Terpisah, Kepala Museum Bala PutraDewa Fachrurrozimengatakan, pihaknya belum sama sekali mendapatkan benda bersejarah dari warga yang menyerahkan langsung.Tetapi, pihaknya kerap terus berkoordinasi dengan Balai Arkeologi untuk memonitor hal ini.“Sampai saat ini tak pernah ada warga yang menyerahkan benda bersejarah,”sebutnya. Sementara itu,Wakil Ketua Komisi I DPRD Sumsel M Aliandra Gantada menyatakan akan menelusuri informasi yang sudah ada.

Menurut dia, semasa menjabat sebagai anggota DPRD Sumsel periode lalu 1999–2004, dia belum pernah mendapat laporan terkait penemuan harta karun oleh PT Pelindo.“ Kamiakan cek dulu sejauh mana kebenarannya. Saat duduk di DPRD Sumsel,kami sendiri belum pernah mendapat laporan tentang masalah itu,” ungkap politikus PDI Perjuangan ini. (yayan d/erwanto)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: