Asisten I Belum Juga Ditahan

Kasus Korupsi Hotel Gunung Gare

PAGARALAM (SI) – Setelah tertunda tiga bulan lebih, akhirnya Asisten I Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam A Musni, diperiksa penyidik Kepolisian Resor (Polres) Pagaralam, kemarin.

Pantauan Seputar Indonesia, pemeriksaan terhadap tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan Hotel Gunung Gare senilai 1,4 miliar (M), ini dilakukan secara maraton, mulai pukul 10.00 WIB hingga usai makan siang.

Menurut keterangan penyidik, pada hari pertama pemeriksaan, sebanyak 35 pertanyaan pertama harus dijawab oleh tersangka. Anehnya, kendati sudah ditetapkan sebagai tersangka dan menjalani pemeriksaan, tapi yang bersangkutan belum juga ditahan oleh pihak Polres dengan alasan sakit. Kepastian sakit tersangka sesuai surat keterangan dokter yang merawatnya.

Kepala Polres Pagaralam Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) A Sholeh ketika dikonfirmasi melalui telepon genggamnya menyatakan, pihaknya akan melihat kembali surat keterangan dokter yang menangani penyakit tersangka. Karena, dalam undang- undang sudah diatur, bisa dilakukan penangguhan penahanan apabila tersangka mengalami sakit dengan diketahui dari dokter.

“Nanti, saya lihat lagi keterangan dokter yang menanganinya. Karena saat ini saya sedang
berada di Polda Sumsel, sedangkan bagian Reskrim Pagaralam sendiri belum ada laporan kepada saya, terkait prihal penangguhan penahanan A Musni.Tapi, kalau memang tidak sakit lagi pasti akan kita tahan,”tegasnya.

Sekedar diketahui, sebelumnya pemeriksaan terhadap tersangka sempat tertunda dikarenakan tersangka mengalami sakit kompilasi jantung dan stroke cukup serius. Tersangka bahkan sempat diopname untuk dilakukan operasi di dua rumah sakit yakni, RS Siti Khodijah dan RSU Mohammad Hoesin Palembang.

“Saat ini kondisi kesehatannya masih belum sembuh total, namun sudah jauh lebih baik dari sebelumnya, dan sudah bisa untuk dilakukan pemeriksaan. Tidak menutup kemungkinan, setelah pemeriksaan ini akan ada tersangka baru dari kalangan pejabat daerah Kota Pagaralam,”kata Kapolres lagi.

Menurut Kapolres,penetapan sebagai tersangka A Musni berdasarkan surat SK No.Pol : SP.Panggil/272/X/2009 terhadap tersangka, dengan tembusan yang ditujukan kepada Wali Kota Pagaralam dan Kabag Hukum, tertanggal 27 Oktober 2009. Namun begitu, panggilan baru dipenuhi pada 06 Mei 2010.

Keterkaitan A Musni yang masuk dalam daftar tersangka,dikarenakan pada saat proses pengerjaan Hotel Gunung Gare yang berlokasi di Kelurahan Dempo Makmur,Kecamatan Pagaralam Utara pada 2004 lalu, yang bersangkutan menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata Seni dan Budaya. Sedangkan proses pengerjaannya sendiri, kata Kapolres, dilakukan oleh dinas yang bersangkutan melalui CV Mitra Waras Sakti, selaku pelaksana melalui proses penunjukan langsung.

“Padahal, seharusnya dengan anggaran Rp1,4 M, metode yang digunakan adalah pelelangan umum. Namun, berdasarkan hasil cek fisik, pembangunan hotel tersebut diduga tidak sesuai bestek. Terdapat selisih biaya antara kontrak dengan fisik terpasang, sehingga akibat perbuatan pelaku mengakibatkan keuangan negara dirugikan,” papar Kapolres.

Sementara itu, Kasat Reskrim AKP Syahril mengungkapkan, Polres Pagaralam telah merampungkan pemeriksaan terhadap A Musni selama dua hari, sekitar kurang lebih 30 pertanyaan sudah dijawab dengan baik tanpa adanya tekanan dari pihak manapun.

“Saat pemeriksaan Musni membawa surat rekomendasi dari dokter, terkait perawatan jalan yang saat ini ia jalani. Berdasarkan surat keterangan dokter,Musni mengalami sakit jantung yang sudah beberapa kali dioperasi, dan saat ini masih dalam meriksaan dokter. Namun, dengan itikat baik dia tetap datang dengan sendirinya untuk dilakukan pemeriksaan,” katanya.

Namun, tekan Syahril, pihaknya tentu tidak hanya sekedar percaya dengan surat keterangan dokter. Untuk itulah, pihaknya tetap akan langsung mempertanyakan kondisi yang bersangkutan, dengan pihak medis dalam hal ini dokter yang menanganinya. “Senin nanti kita langsung menghadap ke dokter, guna menanyakan kondisi kesehatan Musni, dan hasilnya nanti akan langsung kita informasikan.Tapi itu tadi, datangnya Musni untuk memenuhi panggilan merupakan niat yang baik, supaya proses pemeriksaan segera dapat diselesaikan,” tukasnya.

Dalam kesempatan itu, Syahril juga mengungkapkan, untuk dua nama tersangka lainnya yakni, Arbani selaku pemborong; dan Maladi dengan jabatan pimpinan proyek yang juga masih berstatus anggota KPUD Kota Pagaralam, berkasnya sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (PN) Pagaralam. “Saat ini berkasnya sudah memasuki tahap persidangan,” beber Syahril.

Terpisah, Ketua LSM Aliansi Pemerhati Kerugian Negara (APKN) Tomi Wisnan SJ menilai, aparat penegak hukum seharusnya menahan setiap tersangka korupsi, tak terkecuali A Musni. “Kalau sudah bisa diperiksa berarti sudah sembuh dari sakitnya. Kok, sampai sekarang belum dilakukan penahanan,” tanyanya. (m marzuki)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: