Infrastruktur TAA Dipercepat

PALEMBANG (SI) – Mendesaknya pembangunan sejumlah infrastruktur di kawasan Tanjung Api Api (TAA), membuat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) berpikir cepat.

Agar pembangunan kawasan TAA cepat terwujud,dan masalah yang dihadapi investor terselesaikan, Pemprov sengaja membagi pembangunan proyek infrastruktur di kawasan tersebut menjadi tiga bagian, yakni jalan, jalur kereta api, kawasan industri dan termasuk pelabuhan.

Pembagian ini dilakukan, karena ada beberapa investor yang hanya sanggup bekerjasama pada satu pembangunan infrastruktur saja. “Kita ingin pembangunan TAA ini terus dilakukan hingga selesai. Namun, karena belum ada investor yang sanggup untuk mengerjakan satu paket, maka proyek TAA dipecah atau dibagi,” ujar Gubernur Sumsel H Alex Noerdin, kemarin.

Menurut Alex, pembagian ini sengaja dilakukan. Karena, jika dijadikan satu paket, tentu pengerjaannya sangat besar dan sulit dilakukan. Selain itu, sejauh ini memang belum ada investor yang sanggup membangun seluruh proyek di kawasan tersebut. Untuk investor yang masuk sebelum ada kesepakatan, tutur Alex, pihaknya akan melakukan penjajakan terlebih dahulu Upaya ini sengaja dilakukan, agar nantinya akan terlihat investor mana yang paling menguntungkan.

“Sejumlah investor yang sudah masuk umumnya dari luar negeri, tetapi dari dalam negeri
juga ada. Mereka siap untuk menanamkan modalnya di Sumsel guna mempercepat pembangunan TAA. Dengan adanya kerjasama ini diharapkan dapat saling menguntungkan,” tukasnya.

Alex melanjutkan, sejauh ini kendala pembangunan TAA lantaran daerahnya berada di kawasan hutan lindung seluas 600 hektare, dan 6000 hektare lainnya berada di permukaan laut. Akan tetapi, hambatan lahan sudah digantikan dengan lahan lain yang mencapai 300 hektare.

Sementara Asisten II Setda Provinsi Sumsel Eddy Hermanto juga menyatakan, pembangunan TAA bakal dibagi dalam beberapa prioritas, mulai pembangunan akses jalan, rel kereta api, kawasan industri, kawasan pelabuhan, dan arus lalu lintas sungai.

Paling tidak, dengan pola ini Pemprov bisa mempercepat pembangunan paling lambat satu bulan ke depan. Pasalnya masing-masing liding sektor nantinya diharapkan bisa melakukan percepatan dengan target waktu yang diinginkan. “Untuk estimasi kebutuhan masih di kisaraan jumlah sebelumnya, hingga Rp100 triliun. Namun,bisa jadi kurang dari itu,” katanya.

Lokasi Pelabuhan Ditentukan
Sementara itu, PT Pelindo bersama Pemprov Sumsel, saat ini masih menentukan titik pelabuhan pengangkutan batu bara di kawasan TAA.Penentuan titik ini setelah melalui berbagai tahapan, mulai dari penentuan alur sungai, feasibility study (FS), sedimentasi Sugai Musi, reklamasi dan lainnya.

Direktur PT Pelindo RJ Lino mengungkapkan, sekarang ini untuk menentukan pelabuhan pengangkut batu bara, maka terlebih dahulu akan dilakukan penentuan alur sungai. Apalagi, sekarang ini kondisi Sungai Musi sangat rentan terhadap sedimentasi, sehingga mempercepat pendangkalan.

Oleh sebab itu, harus ditentukan daerah yang cocok untuk dijadikan pelabuhan melalui cara reklamasi. “Berdasarkan survey yang kita lakukan, daerah yang cocok untuk menjadi kawasan pelabuhan yakni Tanjung Ceret. Karena lokasi ini yang kedalamannya memenuhi standar mencapai 17 meter, sementara (daerah) lainnya kedalamannya hanya 4 meter,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Masih menurut dia, nantinya pihaknya akan melakukan pengerukan di kawasan pelabuhan untuk memperdalam kondisi laut Sebab, jika kedalaman hanya mencapai 20 meter, maka kapal yang bisa merapat hanya berupa kapal tongkang.

Terpisah,Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi Sarimuda mengatakan, selama ini masyarakat tidak mengetahui dimana persisnya lokasi pelabuhan yang akan dibangun di kawasan TAA. Namun, dengan ditentukannya titik alur sungai, maka dapat diketahui dimana lokasi yang tepat untuk dibangun pelabuhan.

”Memang pembangunan pelabuhan pengangkutan batu bara, yang paling cocok yakni Tanjung Ceret. Lokasi ini juga tidak jauh dari lokasi pengangkutan selama ini di Tanjung Lago, dan juga dapat dijangkau dengan transportasi kereta api,”katanya. (yayan darwansah)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: