Infrastruktur TAA Mendesak

Batubara untuk Bahan Bakar Pembangkit Dialihkan ke Muba

PALEMBANG (SI) – Pembangunan infstruktur di kawasan Tanjung Api Api (TAA) dirasakan sudah sangat mendesak. Pengadaan sejumlah sarana infrastruktur itu mutlak dilakukan,guna pengembangan kawasan itu sendiri.

Sayangnya, pembangunan infrastruktur berjalan lamban, kendati sejumlah investor sudah akan memulai aktivitasnya. Salah satu infrastruktur yang belum terealisasi yakni, jalur kereta api (KA) double track untuk mengangkut batubara milik PT Tambang Batubara Bukit Asam (PT BA), dari Lahat dan Muaraenim menuju kawasan TAA.

Padahal, batubara tersebut akan digunakan sebagai bahan bakar pembangkit listrik untuk PT Nalco, yang akan membangun pabrik smelter. PT Nalco sendiri mengancam hengkang ke Kalimantan Timur (Kaltim), lantaran di sana pembangkit yang dibutuhkan sudah tersedia.

Untuk menyiasati agar pembangunan kawasan TAA dapat terus berjalan,dan kendala yang dihadapi investor terpecahkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) melalui Dinas Pertambangan dan Energi merombak konsep pembangunan
kawasan TAA.

Perombakan yang dilakukan tersebut, salah satunya merubah rencana pembangunan TAA yang selama ini Government and Private menjadi Businnes to Busines (B to B). Bahkan, pekan depan pembangunan pembangkit listrik berkapasitas 750 MW akan mulai dilangsungkan, agar Nalco tetap berada di Sumsel.

Dimana, bahan bakar pembangkit yang selama ini direncanakan dari PT BA, selanjutnya diubah dan didatangkan dari PT Batu Rona Adi Mulya dari Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Untuk jalur pengangkutannya melalui perairan Muba dengan menggunakan tongkang sejauh 60 KM. Dengan begitu, operasional Nalco tidak lagi tergantung dengan pembangunan rel kereta api.

“Pihak Nalco sudah mendesak dan terus bertanya, kapan pembangunan pembangkit, rel kereta api, dan (infrastruktur) lainnya. Apalagi, mereka berniat pindah ke Kalimantan Timur karena ketidakjelasan pembangunan tersebut. Jadi,untuk mengantisipasi hal tersebut, akhirnya kita lakukan rencana ini, dan hasilnya cukup meyakinkan.Terlebih, pembangunan pembangkit dengan kapasitas 750 MW akan segera dimulai,” beber Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Sumsel, Robert Heri, di Palembang kemarin.

Robert mengakui, selama ini pembangunan TAA terkendala jalur kereta api yang akan mengangkut batubara dari PT BA.Tapi, dengan adanya rencana tersebut, sekarang tidak ada kendala lagi, semua rencana pada TAA berjalan paralel. Pembangunan rel kereta api berjalan, dan pembangunan kawasan industri TAA juga berjalan.

Menurut Robert, batubara untuk bahan bakar pembangkit di kawasan TAA tidak hanya dari Muaraenim, Lahat dan Musi Rawas. Akan tetapi, batubara di Muba yang juga sudah berproduksi, bisa dimanfaatkan. “Untuk itu, guna kelancaran pembangkit listrik berkapasitas 750 MW tersebut, cukup dengan menggunakan batubara dari Muba sebanyak 5.000 ton pertahun. Dengan begitu,dalam waktu dekat Nalco sudah dapat beroperasi jika pembangkit yang ada selesai dibangun,”kata Robert.

Apalagi,kata dia,nantinya pelabuhan TAA tersebut akan berfungsi sebagai coal terminal,yakni tempat mengeluarkan batubara dan juga sebagai zona industri. Robert menambahkan, untuk mempermudah dalam pembangunan pembangkit, nantinya Pemprov akan memfasilitasi negosiasi antara PT Nalco dan Kabupaten Muba,mengenai kesepakatan harga batubara yang akan dijadikan bahan bakar pembangkit.

Apalagi, suplai batubara oleh Baturona tersebut, penyalurannya melintasi TAA, sehingga
membuat pasokan terjamin. “Jika pembangunan pembangkit ini sudah berjalan, maka bisa dipastikan zona industri di kawasan TAA sudah dapat berjalan. Begitu juga dengan pelabuhan, meskipun sarana penunjang lainnya seperti rel kereta api masih dikerjakan. Tetapi, hal ini tidak akan menghambat lagi pembangunan TAA,”ujarnya yakin.

Khusus mengenai pembangunan infrastruktur di TAA ini, dua minggu ke depan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan akan menandatangani Head of Agreement (HoA).Dengan adanya penandatanganan HoA tersebut pembangunan kawasan TAA tidak mungkin lagi terhambat

“Penandatanganan itu tidak sekelas MoU semata,tetapi sudah di atasnya. Jadi, sekarang tidak ada kata molor lagi untuk pembangunan TAA,” tukasnya seraya menambahkan, saat ini pihaknya belum mengetahui berapa besar investasi yang akan dijalankan.

Ditanya apakah dengan adanya perubahan rencana tersebut akan berpengaruh terhadap pembangunan yang lain, seperti jalur kereta api, dan jalan darat? Robert hanya menjawab diplomatis. Menurut dia, pada dasarnya semua pembangunan di TAA sudah direncanakan dengan matang.

“Pembangunan rel kereta api tetap jalan yang dilakukan oleh tiga investor. Begitu juga dengan pembangunan jalur darat,” pungkasnya.

Sementara Kepala Bidang (Kabid) Pertambangan Umum Distamben Izro Maita menambahkan, untuk pengangkutan batubara dari Sungai Lilin Muba-TAA dipastikan tidak akan terhambat, meskipun musim kemarau.Pasalnya, lokasi tersebut merupakan jalur sungai ke laut, sehingga tidak terganggu pasang surut. Dengan sendiri, pasokan batubara ke pembangkit nantinya juga tidak akan terhambat.

“Dengan menggunakan jalur sungai tentunya tidak akan terhambat meskipun jalur kereta api belum berjalan.Apalagi, dengan jalur sungai membuat biaya lebih murah, karena tidak perlu melakukan pembangunan, perawatan dan lainnya,”ujar dia.

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumsel H Musyrif Suwardi menyatakan, untuk pembebasan lahan guna pembangunan pembangkit di kawasan TAA sudah dibicarakan dengan tiga bupati dan camat, termasuk kepala desa setempat. Sehingga,
pada saat pelaksanaan pembangunan nantinya tidak akan terkendala lagi.

“Komitmennya, selama enam bulan (pembangunan pembangkit) sudah selesai. Insya Allah semuanya mendukung rencana ini, karena ini untuk pembangunan Sumatera Selatan,” tandasnya. (yayan darwansah)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: