Aset Pemkot Tumpang Tindih

PAGARALAM (SI) – Badan Pertanahan Nasional (BPN) mengaku kesulitan untuk mengeluarkan sertifikat tanah milik Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam yang tersebar di 150 lokasi lebih.

Pasalnya,kepemilikan ratusan hektare lahan aset daerah itu tidak jelas dan tumpang tindih. “Ada sekitar 200 lokasi lahan Pemkot Pagaralam yang sudah diajukan kepada BPN untuk disertifikatkan. Namun, baru sekitar 10 lokasi lahan yang dapat disertifikatkan. Sementara,sisanya masih bermasalah atau belum jelas statusnya, termasuk tumpang tindih kepemilikan,” ujar Kepala BPN Pagaralam Iswardi SH kemarin. Dia menjelaskan,memang dari awal keberadaan lahan yang diminta disertifikatkan masih belum jelas, baik kepemilikan maupun proses pembeliannya. BPN tidak akan berani mengeluarkan sertifikat kepemilikan bila status lahan masih belum jelas apalagi masih terjadi sengketa. Sebab, keberadaan lahan yang diajukan Pemkot Pagaralam masih banyak persoalan terutama di lahan pembangunan baru.

“Lahan yang diajukan Pemkot Pagaralam meliputi lahan Gunung Gare 60 ha,lokasi yang dibangun lapangan terbang 200 ha,peternakan 120 ha, belum lagi termasuk perkantoran lainnya.Namun,dari jumlah tersebut baru sekitar 10 lokasi dapat disertifikatkan,”bebernya. Menurut dia,sebetulnya bukan hanya dari faktor memperoleh kepemilikan tanah saja yang masih bermasalah, tetapi juga batas lahan juga tidak jelas. Jadi, BPN harus melakukan pengukuran ulang semua lahan yang akan disertifikatkan. “Jadi bagaimana BPN akan membuat sertifikatnya kalau semunya masih belum jelas, kita jangan sampai ceroboh dalam membuat sertifikat. Salah dalam menentukan batas saja bisa terkena pidana,apalagi yang memang hak miliki orang lain disertifikatkan.

Kita sudah laporkan persoalan yang dihadapi terkait penundaan pembuatan ratusan ha lahan milik Pagaralam kepada Kanwil Pertanahan Sumsel,”ungkapnya. Menurut catatan BPN, lahan yang memiliki sertifikat ada 6 persil ketika Pagaralam masih bergabung dengan Lahat. Memang saat ini sudah mengalami penambahan beberapa persil karena aset Pemkot Pagaralam tersebut sudah memenuhi persyaratan untuk dibuatkan sertifikat.“Saat ini BPN hanya menunggu proses keseluruhan selesai, sehingga proses pembuatan sertifikat dapat dilakukan, sebab banyak hal yang akan ditemui di lapangan jika tidak jelas terutama hambatan ketika petugas melakukan pengukuran. Bukan tidak mungkin akan berhadapan dengan warga.

Tentunya BPN tidak akan menghambat asalkan semua persyaratan sudah terpenuhi,”tegasnya. Sementara itu, Kepala Bagian TataPemerintahanSetdaPagaralam Syamsul Bahri mengatakan,semua persoalan yang berkaitan dengan pembebasan lahan sebagian masih dalam proses termasuk sisa pengajuan sekitar 200 lokasi.Sebab,masih ada persyaratan yang masih belum lengkap seperti batas,sehingga perlu pengukuran ulang. “Kita sudah menganggarkan sekitar Rp900 juta pada 2009 untuk pembiayaan sertifikat tanah tapi hanya 10 aset yang dapat diselesaikan BPN. Sementara, sisanya masih dinilai belum lengkap syaratnya.

Kemudian, tahun 2010 kami hanya menganggarkan sekitar Rp60 juta untuk pembuatan sertifikat. Sebetulnya, pemerintah mengajukan Rp600 juta tapi karena tahun 2009 hanya terserap kurang 10%, sehingga ditolak Dewan pada 2010,” ungkap dia. Untuk melengkapi persyaratan pembuatan sertifikat ini, perlu koordinasi semua pihak yang mengklaim sebagai pemilik sah.Namun, Pemkot Pagaralam sudah mengajukan sekitar 200 lokasi untuk disertifikatkan kepada BPN, tetapi baru sekitar 10 lokasi yang dapat disertifikatkan dan kebanyakan lokasinya berada di sekitar Gunung Gare. “Kami masih menyelesaikan proses penentuan semua yang berkaitan dengan aset milik Pemkot Pagaralam,mulai batas kepemilikan hingga status lahan tersebut.

Kalau semunya sudah lengkap, akan diajukan lagi kepada BPN untuk pembuatan sertifikatnya. Untuk tahun ini masih terfokus sekitar lokasi perkantoran Gunung Gare pengajuannya, sementara untuk lainnya,seperti peternakan, lapangan terbang, akan menyusul tahun berikutnya,”ungkap dia. (m marzuki)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: