Gubernur Setuju Kayu Kapal Sriwijaya Dilelang

PALEMBANG (SI) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) saat ini membuat dua alternatif untuk memecahkan masalah mengenai kayu onglen di Musi Banyuasin (Muba) yang semula akan dibuat perahu Sriwijaya.

Pertama, kayu onglen yang mencapai 1.800 kubik tersebut akan digunakan untuk rehab rumah adat Sumsel di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang sudah mulai rusak dan selebihnya dilelang. Jika tidak,semua kayu tersebut akan dilelang. Gubernur Sumsel H Alex Noerdin telah setuju jika kayu tersebut untuk dilelang. “Kayu onglen ini akan dilelang.Pasalnya, saat ini kondisi kayu tersebut sudah menurun meskipun masih ada yang kualitasnya baik,” ujar Gubernur Sumsel H Alex Noerdin di Palembang kemarin. Namun, untuk melakukan pelelangan tersebut,harus sesuai prosedur dan juga melalui persetujuan dari DPRD Provinsi Sumsel. “Sangat sayang jika kayu ini dibiarkan terbengkalai.Apalagi, saat ini kondisi kualitas kayu tersebut sudah berkurang. Untuk itu, agar tidak mubazir kayu ini akan dilelang,” kata dia.

Selain itu, saat ini pemprov juga telah menyiapkan dua alternatif mengenai kayu onglen tersebut. Dengan begitu, masalah ini akan dibahas lagi bersama DPRD Provinsi Sumsel. “Saat ini Pemprov Sumsel tengah melakukan inventarisasi kelayakan rumah adat di Taman Mini Indah Indonesia (TMII). Jika perlu diperbaiki, Pemprov Sumsel akan memanfaatkan aset kayu onglen yang ada.Tetapi jika tidak,kita akan mengadakan pelelangan dan segera menghitung angka lelang kayu onglen ini,” ujar Kepala Biro Perekonomian Provinsi Sumsel Muhar Lakoni melalui Kasubag Pertanian,Kehutanan, dan Perkebunan Biro Perekonomian Provinsi Sumsel Bambang Pramono seusai rapat pembahasan usulan tindak lanjut kayu onglen aset Pemprov Sumsel di ruang rapat Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Provinsi Sumsel, di Palembang kamarin.

Saat ini kayu onglen aset Pemprov Sumsel tersebut ada di Musi Banyuasin. Namun,DPRD Sumsel meminta diubah peruntukannya menjadi bahan perbaikan rumah adat Sumsel di TMII atau kayu onglen akandilelangPemprov Sumsel.“Untuk itulah, kita segera melakukan koordinasi dengan beberapa instansi terkait, seperti Biro Penghubungakankitasuratiuntukmenginventarisasi kondisi dan kelayakan rumah adat Sumsel di TMII. Tujuannya,mengetahui apa yang dibutuhkan kayu onglen untuk perbaikan atau tidak,”bebernya. Menurut dia, jika dalam inventarisasi tersebut diketahui rumah adat masih dalam kondisi baik, maka langkah kedua, kayu onglen akan dilelang sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku.

Dengam begitu Biro Hukum dan HAM Pemprov Sumsel akan membentuk panitia perkiraan penetapan harga, berapa sepantasnya harga kayu onglen itu dilelang dan dinas lainnya, seperti Dishut mengenai izin prinsip kayu tersebut. “Dalam waktu dekat ini harus sudah ada keputusan apakah kayu onglen ini akan dimanfaatkan untuk perbaikan rumah adat di TMII atau dilelang. Proses lelangnya nanti harus diusulkan ke DPRD Sumsel, dan baru dibentuk panitia lelang, yang bisa diadakan Pemprov atau kantor lelang negara,”jelas dia. Sementara itu,Ketua Komisi II DPRD Sumsel Budiarto Marsul mengatakan, 1.800 kubik kayu onglen yang ditaksir senilai Rp10 miliar kini tinggal menunggu persetujuan Gubernur Sumsel untuk dilelang. Awalnya kayu tersebut akan digunakan untuk membuat kapal Sriwijaya.

Saat ini kayu tersebut masih terlantar karena dititipkan di Asia Log di kawasan Soak Borang yang sudah tidak beroperasi sejak 2003 dan di Arena Plata di kawasan Merah Mata, Borang yang tutup sejak 2006. ”Kita telah menyerahkan rekomendasi Komisi II DPRD Sumsel kepada pimpinan Dewan untuk segera diserahkan kepada Gubernur Sumsel. Sekarang tinggal menunggu persetujuan Gubernur Sumsel,” katanya. (yayan darwansah/erwanto)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: