Sanitasi Ponpes Buruk

PALEMBANG (SI) – Hampir semua sanitasi pada pondol pesantren (Ponpes) yang ada di Sumatera Selatan (Sumsel) buruk. Buktinya, sediktinya 339 water closet (WC) atau kamar kecil milik Ponpes yang ada tidak layak dan rusak. Untuk itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) memberikan bantuan 3.000 pintu untuk perbaikan WC tersebut.

Tidak hanya itu, kondisi lingkungan dan dapur mayoritas ponpes ini juga banyak tak memadai dan jumlahnya tidak ideal. “Berdasarkan hasil pemantauan yang kita lakukan terhadap kondisi ponpes di Sumsel banyak yang tidak memadai seperti WC, dapur dan lainnya. Untuk itu, bantuan yang akan kita berikan tahun ini untuk perbaikan sarana dan prasarana tersebut,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Pekapontren Kementrian Agama (Kemenag) Provinsi Sumsel Janaluddin di Palembang kemarin.

Menurutnya, kurang baiknya sanitasi yang ada pada ponpes yang ada di Sumsel ini lebih disebabkan pada saat membangun ponpes mereka kurang memperhitungkan masalah WC, yang penting bisa berdiri dan dipakai saja. Padahal, kalau diperhatikan WC adalah kebutuhan santri dan ustadz yang tidak dapat dilepaskan, khususnya saat bangun tidur dan lainnya.

“Saya tahu itu karena saya juga pernah di ponpes. Untuk itu, hal ini akan kita perbaiki agar permasalahan yang ada tidak berlarut-larut. Terlebih, ini adalah kebutuhan penting,” tukas dia.

Pasalnya dikatakan Janaluddin, jika permasalahan WC ini tidak teratasi, maka santri akan sembarangan membuang air, sehingga apa yang dikatakan kebersihan sebagian dari iman itu tidak akan terwujud.

“Data pasti berapa jumlah ponpes yang WC-nya belum memadai belum didapatkan, yang jelas banyak ponpes yang masih kekurangan WC. Idealnya, 1 pintu WC untuk kebutuhan 15-20 santri, tapi kenyataan di lapangan, dalam asrama ada 60 santri WC-nya cuma satu sehingga harus bergantian dan berebut. Tetapi, jumlah ponpes yang ada di Sumsel mencapai 339 dan umumnya bermasalah dengan WC,” bebernya.

Mengenai masalah ini, pihaknya meminta kepada Forum Pondok Pesantren (Forpess) Sumsel, untuk segera mengusulkan penambahan atau perbaikan sarana prasarana seperti WC, dapur dan sanitasi. Dengan begitu, bantuan-bantuan dana dari provinsi, kabupaten/kota diarahkan untuk fasilitas tersebut.

“Memang dari Kemenag ada program pembagunan dapur umum ponpes, sanitasi dan WC. Tapi jumlahnya tidak begitu banyak, tahun ini saja hanya beberapa ponpes, sekitar 10 ponpes yang dibantu, karena satu pintu WC membutuhkan sekitar Rp10 juta,” ungkapnya.

Terpisah, Ketua Forpess Sumsel Imam Baridzi ketika dikonfirmasi mengakui bahwa banyak kondisi sanitasi termasuk WC di ponpes yang tak layak dan belum memadai. Pasalnya, masalah ini memang dialami oleh semua ponpes yang ada di Sumsel. Namun, untuk melakukan perbaikan pada 2010 ini pihaknya mendapatkan informasi dari Kemenag terdapat bantuan 3.000 WC untuk ponpes di Sumsel.

“Saya rasa dengan adanya program ini cukup membantu untuk perbaikan sarana dan prasarana pesantren terutama WC,” ujar dia seraya menambahkan, untuk pembagiannya melihat kebutuhan dari ponpes tersebut, ada yang memerlukan hanya satu WC, ada yang butuh lima, 10 dan sebagainya. Untuk itulah, pihaknya akan melakukan pendataan terhadap setiap ponpes. (yayan darwansah)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: