Aset GOR Naik dari Rp77 M Jadi Rp494 M

PALEMBANG(SI) – Kepala Dinas PU Cipta Karya Provinsi Sumatera Selatan Rizal Abdullah memastikan build operate transfer (BOT) Gedung Olahraga (GOR) selama 28 tahun sama sekali tidak merugikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel.

Bahkan, aset GOR bakal meningkat dari yang tadinya hanya Rp77 miliar akan menjadi Rp494 miliar. Pasalnya, sebelum dilakukan kerja sama dengan pihak pengembang, pendapatan asli daerah (PAD) GOR dalam satu tahun hanya Rp66 juta. Sementara, subsidi dana yang harus dikeluarkan untuk pembayaran listrik, PAM, pemeliharaan dan lainnya sebesar Rp200 juta. Dengan kondisi yang demikian, artinya Pemprov Sumsel kerap mengalami kerugian sebesar Rp134 juta.

Tetapi, jika kawasan tersebut dibangun, untuk tahun pertama Pemprov Sumsel bisa mendapatkan kontribusi sebesar Rp365 juta. Ini membuktikan dengan adanya pengembangan GOR untuk keperluan Sea Games dapat lebih menguntungkan. “Memang kita belum paparkan ini semua kepada DPRD Provinsi Sumsel.Tetapi,berdasarkan perhitungan yang kita lakukan kita tidak akan mengalami kerugian.

Bahkan,aset GOR yang selama ini hanya sebesar Rp77 miliar dengan dibangunnya Palembang Sport and Convention Center (PSCC), Hotel and Town Square tersebut akan berlipat ganda menjadi Rp494,7 miliar,”ujar Kepala Dinas PU Cipta Karya Provinsi Sumsel Rizal Abdullah seusai rapat pembahasan BOT GOR di ruang rapat PU CK kemarin.

Menurut dia,jika pembangunan kawasan GOR dimulai, setiap tahun Pemprov Sumsel tidak akan mengeluarkan dana untuk perawatan, pembayaran beban listrik dan air, karena sudah ditanggung pihak pengelola. Bahkan, hasil kontribusi yang telah dijanjikan akan bertambah sebesar 5% setiap tahun sehingga selama 28 tahun akan menghasilkan keuntungan mencapai Rp18 miliar. Sebab, antara pihaknya dengan investor sudah melakukan perjanjian bahwa kontribusi sifatnya flat, yakni bunga berbunga.

“Jika sudah dibangun, kita tidak akan mengeluarkan lagi biaya perawatan, pembayaran listrik, air dan lainnya karena sudah ditanggung pengelola. Otomatis ini akan menghemat dana. Tetapi, jika GOR ini tidak kita kembangkan, bisa dipastikan setiap tahun kita akan mengeluarkan dana sebesar Rp134 juta hanya untuk hal tersebut. jadi sangat mubazir jika tidak kita kembangkan, apalagi pembangunan GOR tersebut untuk kepentingan Sea Games,”papar dia.

Rizal menjelaskan, selain pembangunan GOR untuk kepentingan Sea Games, dalam pembangunan nantinya sama sekali tidak akan mengubah fungsi GOR. Begitu juga dengan para pedagang yang ada di kawasan GOR juga tidak akan dipindahkan.“Kita sudah siapkan konsepnya. Di mana, pada pembangunan tidak akan terjadi perubahan kawasan GOR baik itu pohon, kolam dan lainnya.

Bahkan, pedagang tidak akan kita pindahkan, karena hal itu sudah diatur dalam persyaratan perjanjian dengan investor yang membangun kawasan ini,” tukasnya. Kemudian, ada beberapa hal yang dibahas dalam pertemuan itu, antara lain masalah keamanan jalur keluar masuk kendaraan proyek dan masalah lainnya. Pasalnya, hal tersebut memang perlu dibicarakan agar tidak membuat jalan menjadi macet karena lokasinya strategis di simpang lima Kampus POM IX.

“Investor yang membangun kawasan olahraga terpadu ini adalah PT Griya Inti Sejahtera Insani dan ditargetkan akan selesai pada April 2011. Biaya pembangunan ini memakan biaya sebesar Rp120 miliar,”bebernya. Sementara itu,Wakil Gubernur Sumsel H Eddy Yusuf mengatakan, memang pihaknya sudah mendengar bahwa GOR tersebut akan di- BOT-kan.Tetapi,memang hal tersebut belum dibicarakan dengan DPR.

Akan tetapi,Gubernur sudah akan melakukan pemaparan kepada DPR sehingga duduk permasalahan yang ada lebih jelas. “Memang wajar-wajar saja jika DPR bertanya karena itu memang belum dibicarakan dan dipaparkan. Apalagi, pembangunan sama sekali belum dilaksanakan. Tetapi, kita akan memaparkan pembangunan tersebut kepada DPR,”tukas dia. Eddy menambahkan, pembangunan GOR tersebut bisa dipastikan tidak akan merusak kawasan terbuka hijau di lokasi.

Karena yang diperbaiki hanya bangunan GOR dengan adanya penambahan hotel. Jadi, jika pembangunan yang ada akan membuat kawasan GOR menjadi bagus, mengapa tidak pembangunan akan dilakukan. Terlebih, lokasi tersebut merupakan lokasi paling baik untuk bisnis. “Investor dipersilakan memperbaiki GOR, tetapi mereka diberi kewenangan untuk membangun hotel.Tetapi, pembangunan tersebut tidak akan merusak kawasan terbuka hijau yang ada di sana.

Untuk itu, kita akan mempersiapkan pembangunan yang ada, yakni lahan, sertifikat dan lainnya,”tandas dia. Ketika ditanya mengenai bagi hasil Eddy mengatakan, memang untuk bagi hasil tersebut ada aturannya. Bagi hasil tersebut disepakati dengan syarat tidak merugikan kedua belah pihak. “Kita akan membahas lebih jauh masalah ini. Dengan begitu, akan lebih jelas dan tidak akan menimbulkan masalah ke depannya,” tandas dia. (yayan darwansah)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: