Kereta Api Dalam Kota Palembang Digagas

PALEMBANG (SI) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) melalui Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) saat ini tengah menggagas moda transportasi massal baru setelah Bus BRT Transmusi yakni Kereta Api dalam Kota dengan konsep outer ring road (jalan lingkar luar kota).

Dimana, dengan adanya angkutan tersebut diharapkan dapat memperpendek jalur, mengurangi kemacetan dan penumpang yang ingin berangkat keluar kota juga tidak perlu lagi ke stasiun yang ada di Kertapati. Sebab, angkutan ini untuk melayani hubungan luar kota. Angkutan ini juga menghubungkan antara Seberang Ulu dan Seberang Ilir dengan pembangunan jalur bersandingan Musi III atau double decker.

“Untuk menuju Sumsel sebagai provinsi terdepan, berbagai infrastruktur mulai dibangun, termasuk mewujudkan transportasi kereta api dalam kota, yang saat ini memasuki tahapan masterplan dan studi kelayakan. Apalagi, pihak kementerian perhubungan dalam waktu dekat akan melakukan survey,” ujar Kepala Dihubkominfo Provinsi Sumsel Sarimuda di Palembang, kemarin.

Persiapkan moda transportasi perkotaan dengan menggunakan kereta api menurut Sarimuda, saat ini pihaknya sudah mengajukan usulan pembangunan ke Kementrian Perhubungan dan sudah disikapi oleh Bappenas. Dimana, jalur tersebut akan menghubungkan Bandara SMB II, Tanjung Api-api, Terminal KM 12, Terminal Karya Jaya dan lainnya akan dihubungkan dengan jalur kereta api.

“Kita sudah usulkan pembangunan rel kereta api tersebut. Dimana, konsepnya seperti jalur lingkar timur tetapi jalur lingkar luar kota,” tukas dia.

Memang untuk pembangunan tersebut membutuhkan waktu yang cukup lama. Dimana proses pembebasan lahan, dana dan lainnya. Tetapi, jika ada warga yang enggan membebaskan lahan maka jalur track tersebut akan dibuat dalam tanah. Jadi diharapkan pada 2011 pembangunan jalur kereta api ini masuk dalam tahap konstruksi.

Apalagi, saat ini proses perwujudan moda transportasi massal tersebut dalam tahapan studi dan masterplan, yang disiapkan Kementrian Perhubungan tahun ini. Sementara dananya akan bersumber dari APBN.

“Kereta tersebut nanti akan masuk ke dalam Kota Palembang, konsepnya akan ada lingkar timur Kota Palembang, kalau jalan lingkar barat, itu Jalan Musi II atau disebut inner ring road, nanti juga akan ada jalan lingkar luar Kota Palembang,” beber dia.

Sarimuda menerangkan, alasan dibuatnya transportasi massal perkotaan, untuk menjadikan ibukota Sumsel yaitu Kota Palembang menjadi kota modern dan kota internasional. Sebab, Kota internasional itu harus mengikuti pergerakan kebutuhan masyarakat, jika sistem yang dikerjakan bukan mencerminkan sistem kota internasional, artinya akan hanya menjadi slogan saja.

Selain itu, untuk mengikuti pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan ekonomi, jembatan di Palembang penghubung seberang ilir dan seberang ulu juga tidak hanya dibutuhkan sampai Jembatan Musi II, tetapi jembatan yang dibutuhkan itu harus sampai Jembatan Musi VI.

“Sekarang kan tertumpu di Jembatan Ampera dan Musi II, kalau Jembatan Musi III tidak segera dibangun, tidak dapat dibayangkan betapa macetnya kawasan Musi II nanti. Tetapi, kalau ada jembatan lain lalulintas akan menyebar, tidak terkonsentrasi di dua jembatan itu saja termasuk dengan adanya pembangunan kereta api tersebut nantinya,” terang dia.

Jika Jembatan Musi III atau Jembatan Musi IV sudah dibangun, secara otomatis dapat mengurangi kemacetan dan seluruh angkutan berat di kota metropolitan dan kota internasional tidak dibenarkan lagi masuk kota. Tapi sampai pinggiran kota yang ada pergudangannya, saat barang atau produk akan didistribusikan ke kota, harus menggunakan angkutan kecil.

“Kita juga ada keinginan bersama dan sudah dirapatkan dengan Bappenas dan Kementrian PU dan Dirjen Bina Marga, Dirjen Perkeretaapian. Dimana, keinginan pemerintah pusat agar Jembatan Musi III tidak hanya untuk jalan raya tapi digabung dengan jalan kereta api,” ungkapnya.

Untuk mempermudah jalur kereta api tersebut nantinya akan direncanakan pembuatan beberapa stasiun yakni di Bandara SMB II, TAA, Plaju, Kenten, Terminal Talang Kelapa, Terminal Karya Jaya, Musi II dan Unsri. Dimana, pembangunan ini juga untuk menunjang jalur kereta api mahasiswa agar sampai langsung kelokasi kampus.

“Pembangunan ini memang tidak bisa instan dan berkelanjutan. Tetapi, kita optimis pembangunan ini dapat berjalan karena ada dukungan dari pusat. Sementara dana yang akan digunakan kita belum dapat memprediksinya karena pihak konsultan dari Kementerian Perhubungan terlebih dahulu akan melakukan survey.
Dengan begitu diharapkan pembangunan ini untuk mengurangi kemacetan yang ada di Palembang Sumsel ini,” tandas dia.

Sementara itu, Kabid LLAJ dan Kereta Api Dishub Kominfo Sumsel Novri Dalimunthe menambahkan, rencana mewujudkan transportasi massal kereta api perkotaan sudah diusulkan ke Kementrian Perhubungan. Perencanaan tersebut sudah digagas sejak 2003 lalu, hal ini mengingat adanya pengaturan trayek kendaraan karena setiap kendaraan akan dilarang untuk masuk kedalam kota kecuali Bus BRT Transmusi sehingga digagaslah angkutan outer ring road dengan jalur kereta api ini.

“Bulan depan tim survey akan turun untuk studi kelayakan transportasi massal ini, dan rencananya bisa dibuat subway atau seperti underpass. Untuk Jembatan Musi III nanti akan dibuat double decker atau bisa jembatan untuk jalan biasa bisa juga untuk kereta api,” jelas dia. (yayan darwansah)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: