Atur Arah Kiblat dengan Matahari

PALEMBANG(SI) – Organisasi masyarakat (ormas) Islam Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Sumatera Selatan (Sumsel) mengajak para pengurus masjidse-Sumsel menentukan kiblat secara manual mulai 25–28 Mei.

Pasalnya, diketahui pada tanggal tersebut, Kakbahberadapersisdibawah matahari pada pukul 16.18 WIB. “Bumi ini kan terus berputar mengelilingi matahari, nah pada 25–28 Mei,Kakbah berada persis di bawah matahari,jadi bisa dijadikan acuan menentukan kiblat,” kata Ketua HTI Sumsel Mahmud Jumhur. Menurut Jumhur,proses penentuan kiblat secara manual ini biasa dilakukan dua kali dalam setahun.

Karena pada waktu-waktu itu bumi yang terus berputar membuat matahari berada di atas Kakbah sebagai kiblat umat Islam di seluruh dunia. Khusus di Sumsel, waktu penentuan kiblat bisa dilihat sekitar pukul 16.18 WIB yang mana pada saat bersamaan di Mekkah waktu menunjukkan pukul 12.00 WIB. Jadi, posisi matahari berada persis di atas Kakbah. Kesempatan ini, kata Jumhur, harusnya dimanfaatkan para pengurus masjid dan musala untuk memastikan posisi kiblat yang sudah ada.

Demikian halnya dengan pengurus atau warga yang baru hendak mendirikan masjid karena meskipun manual, cara menentukan ini bisa dijadikan acuan yang akurat untuk menentukan arah kiblat yang tepat. “Ya, ini kita imbau untuk para pengurus masjid, musala dan juga warga yang mau mendirikan masjid bisa menjadikan kesempatan ini untuk menentukan kiblat,”ujarnya.

Hal itu, kata Mahmud, sangat penting karena sejauh ini, penentuan kiblat kebanyakan hanya mengandalkan acuan ke arah Barat.“Memang syaratnya sudah terpenuhi kalau sudah menghadap ke Barat tapi yang lebih tepat bisa dengan cara manual seperti ini. Penentuan ini juga ada dua kali dalam setahun,”tambahnya.

Sebelumnya, berbagai pemberitaan menyebutkan musibah gempa yang terjadi beberapa kali mempengaruhi arah kiblat sejumlah masjid di tanah air. Untuk itu, Kantor Wilayah Kementrian Agama (Kemenag) Sumsel mulai melakukan penelitian dan kajian agar masjid atau musala yang masih dalam posisi lama kiranya untuk ikut mengubah arah kiblat sesuai kondisi matahari tenggelam. (komalasari/yayan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: