Ormas Islam dan MUI Dukung Islamic Center

PALEMBANG (SI) – Ormas islam yang tergabung dalam Forum Umat Islam (FUI) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Selatan (Sumsel) menegaskan mendukung penuh pembangunan Islamic Center di Jakabaring Palembang.

MUI dan FUI menilai sudah waktunya provinsi Sumsel memiliki fasilitas serta sarana keagamaan yang dupusatkan di Jakabaring tersebut. Apalagi, nantinya dikawasan Islamic Center juga akan didirikan Masjid Raya Sriwijaya dan Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah.

“Kami sangat mendukung adanya pusat keagamaan yang ada di Jakabaring untuk terus dibangun. Apalagi, fasilitas ini merupakan penyeimbang beberapa pembangunan fisik Sea Games XXVI mendatang. Kami juga telah menyampakkan aspirasi ini kepada Gubernur Sumsel H Alex Noerdin,” ujar Ketua FUI Sumsel H Umar Said didampingi Ketua MUI Sumsel KH Sodikun, di Palembang kemarin.

Dikatakannya, mereka juga telah melakukan pertemuan antara ulama dan Ormas Islam dengan Gubernur Sumsel. Dimana, mereka bertanya kepada pemerintah mengenai isu tumpang tindih lahan Islamic Center oleh digulirkan kalangan politisi, yang katanya dicaplok oleh Bank Sumsel. Tetapi, dari hasil rapat yang ada sama sekali lahan antara pembangunan Islamic Center dengan Bank Sumsel berbeda.

“Kita puas dengan jawaban yang dilontarkan oleh Pemprov Sumsel. Ternyata lahannya tidak tumpang tindih. Dimana, lahan Bank Sumsel hanya 2 ha, bahkan jauh dari lahan yang diperuntukan untuk Islamic Center seluas 20 ha. Alhamdulillah, semua dijawab dan dijelaskan secara jelas oleh Gubernur,” bebernya.

Dalam pertemuan tertutup itu, Ormas Islam dan MUI pun memahami kesulitan Pemprov Sumsel untuk mewujudkan Islamic Center yang membutuhkan dana Rp 450 miliar lebih sehingga menjadi beban APBD Sumsel. sementara kebutuhan masyarakat, seperti biaya program pendidikan gratis, berobat gratis, bantuan hukum gratis dan dan program lainnya sangat dibutuhkan masyarakat sehingga sangat tidak mungkin dibangun dalam satu atau dua tahun anggaran.

Untuk itu, strategi Pemprov Sumsel untuk percepatan mewujudkan pembangunan Islamic Center yang dibarengi dengan rencana pembangunan Masjid Raya Sriwijaya dengan sumber sumbangan murni dari warga Sumsel di Jakarta, seperti Jimly Assidiqi, Taufik Kiemas, Marzuki Alie dan lainnya. Sementara untuk pembangunan Kampus UIN Raden Fatah yang dibiayani APBN. Hal ini dinilai langka tepat, terlebih dibangun dalam satu kawasan terpadu.

“Lokasi Islamic Center, tidak harus di tempat lama, tetapi bergeser di seberangnya dan tetap di Jakabaring. Apalagi, pada Sea Games mendatang kawasan tersebut sangat dibutuhkan,” ujar Umar Said.

Sementara itu, Ketua MUI Sumsel KH Sodikun mengatakan, kawasan terpadu dipentingkan karena untuk mengoptimalkan konsep Islamic Center. Untuk itu, kitanya jangan dibangun terpisah-pisah, nanti Islamic center kosong. Mahasiswa usai kuliah di kampus, bisa langsung ke Islamic center menambah khazanah keilmuan bersama masyarakat sekaligus di masjid raya untuk shalat dan ibadah.

“Pada saat rapat yang kita lakukan Gubernur menerima semua aspirasi dan menjawab semua pertanyaan Ormas Islam dengan jelas, termasuk isu hangat soal GOR dan nasib para pedagang Nasi Goreng. Ulama sangat peduli dengan mereka dan Pak Gubernur memberikan jaminan tidak menggusur. Untuk itulah kita sangat mendukung semua program yang dilakukan Gubernur Sumsel H Alex Noerdin,” ujar Sodikun.

Dikatakannya, Ulama dan Ormas akan terus mengawal Pemprov Sumsel agar tetap di jalur yang benar. Komunikasi akan intensif sehingga SEA Games memberikan manfaat kepada warga.

Terpisah, Kepala Dinas PU Cipta Karya Sumsel Rizal Abdullah ketika dikonfirmasi menyatakan, proyek pembangunan sarana SEA Games di Jakabaring tidak akan menghilangkan fungsi dan keberadaan Islamic Center yang sudah dicanangkan pemerintah sebelumnya.

Pihaknya juga membenarkan, untuk penimbunan lahan Islamic Center, Pemprov sudah mengeluarkan dana Rp 15-18 miliar selama tiga tahun dari total dana Rp 450 miliar lebih. Sedangkan untuk fasilitas Sea Games, Pemprov Sumsel mengalokasikan dana Rp74 miliar untuk rehab. Sedangkan dana Rp 1,5 triliun untuk pembangunan fasilitas baru Sea Gamse, didapatkan dari bantuan BUMN dan swasta melalui program CSR, pola BOT dan bantuan pemerintah pusat.

“Untuk saat ini pembangunan Islamic Center kita tangguhkan. Pasalnya, tidak mungkin pembanguna yang mencapai Rp450 miliar tersebut akan menggunakan APBD. Jadi, jika sudah ada dana baru pembangunan tersebut kita lanjutkan,” tutur dia. (yayan darwansah)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: