Panti Anak Nakal di Evaluasi

PALEMBANG (SI) – Panti anak nakal milik Dinas Sosial (Dinsos) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) yang berada di Indralaya Kabupaten OI dievaluasi Pusat Penelitian dan Pengembangan Kementrian Sosial RI. Dimana, pada evaluasi tersebut ditemukan banyak fasilitas yang tidak memadai seperti kamar, wc dan alat keterampilan lainnya.

Untuk itu, Pemerintah Daerah (Pemda) dalam hal ini Provinsi Sumsel diminta menganggarkan dana yang lebih untuk pengembangan panti anak nakal tersenit. “Saat ini kita telah mengevaluasi empat PSMP (Panti Sosial Marsudi Putra) atau panti anak di Indonesia, termasuk PSMP Dharmapala di Palembang Sumsel. Dimana, pada saat kita lihat banyak fasilitas yang sudah tidak layak lagi seperti kamar, wc dan alat untuk pelatihan yang selama ini mobil tua kiranya untuk diganti dengan mobil yang lebih modern,” ujar Peneliti dari Puslitbang Kemensos RI Sudibyonoto, usai paparan hasil penelitian pelayanan rehabilitasi sosial anak, di Palembang kemarin.

Dia mengatakan, pihaknya telah mengevaluasi empat PSMP di Indonesia seperti PSMP Tengkuyuk Provinsi Riau, PSMP Paramitha Provinsi NTB, PSMP Todopuli Provinsi Sulsel dan PSMP Dharmapala Provinsi Sumsel. Dimana, evaluasi ini guna untuk mengetahui dan menilai kondisi panti yang ada tersebut.

“Kita ingin mengetahui, menilai kondisi dan melihat kinerja panti sosial tersebut. Bagaimana pelayanannya, apa yang menjadi hambatan, bagaimana kesiapan panti tersebut sebagai pusat perlidungan anak berkonflik hukum, sehingga dapat dijadikan input bagi Pemda dan Kemensos RI untuk perbaikan,” ujar dia.

Menurutnya, hasil evaluasi empat provinsi tersebut, pihaknya menemukan beberapa fasilitas, sarana, prasarana seperti bangunan milik panti sudah rusak. Hal itu dikarenakan minimnya alokasi dana bidang sosial dari Pemda. Meski pihaknya memaklumi, namun Pemda tetap diminta memrioritaskan penanganan masalah sosial dengan memperbanyak alokasi dana dibidang sosial.

“Sebelumnya panti sosial ini milik Kemensos, sejak otonomi daerah pengelolaannya ditangani pemda, dan beberapa pemda cenderung memperhatikan pembangunan fisik saja dibandingkan pembangunan SDM bidang sosial. Akibatnya, sudah banyak fasilitas yang perlu diperbaiki,” tukas dia.

Sementara, pelaksanaan pembinaan sudah cukup baik, hanya saja ada yang perlu diperbaiki, seperti sarana prasarana yang banyak rusak, karena minimnya dana. Begitu juga peralatan keterampilan yang perlu ditambah seperti perlengkapan komputer. “Sebenarnya tidak hanya komputer yang perlu diperbaiki, tetapi alat keterampilan lain seperti montir mobil yang selama ini mobil wilis kiranya untuk diganti. Sebab, jika hanya terus memakai mobil tersebut, jika diberi tugas untuk memperbaiki mobil jenis baru mereka tidak bisa. Untuk itu kiranya dapat diganti,” beber dia.

Ditambahkannya, panti harus memiliki paradigma baru yaitu multi pelayanan, tidak hanya menangani satu persoalan spesifik anak saja, melainkan dapat mengakomodir seluruh persoalan anak, baik anak nakal, anak berkonflik hukum, dan lainnya baik laki-laki atau perempuan.

Sementara itu, Kabid Pelayanan Rehabilitasi dan Perlidungan Sosial Dinsos Sumsel A Ibnu Hajar menambahkan, PSMP Dharmapala di Inderalaya telah menangani dan membina mental sosial ratusan anak nakal yakni anak yang sering melakukan perbuatan merugikan orang lain, yang dibiayai APBD Provinsi.

“Memang perlu ada penambahan fasilitas tempat tidur karena tidak layak lagi, kita juga masih butuh peralatan montir mobil, montir motor, juga penambahan perlengkapan komputer untuk pelatihan anak-anak. Kita akan usulkan ini melalui APBD dan dana dekonsentrasi, untuk mengganti peralatan dan fasilitas yang sudah tidak layak lagi,” jelas dia. (yayan darwansah)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: