Tak Layak, Instalasi Listrik Dibedah

PALEMBANG (SI) – Ikatan Pekerja Listrik dan Mekanikal Indonesia (IKA PALKA) Sumatera Selatan (Sumsel) melakukan bedah instalasi listrik tidak layak di Sumsel.

Tak tanggung-tanggung, bedah jaringan listrik yang saat ini dilakukan di enam titik tersebut digelar secara gratis. Hal ini untuk memperbaiki kondisi instalasi listrik khususnya yang ada diperumahan menengah kebawah. “Sebagai upaya untuk perbaikan instalasi listrik di Sumsel, kita melakukan bedah instalasi listrik ini. Terlebih, buruknya instalasi listrik ini kerap menyebabkan terjadinya kebakaran meskipun jumlahnya masih sedikit,” ujar Inisiator IKA PALKA Sumsel Agus Sulaiman, usai deklarasi dewan pengurus IKA PALKA Sumsel, di hotel Budi Palembang, kemarin.

Menurutnya, bedah listrik yang dilakukan saat ini seperti dikawasan Karya Jaya, Bungaran IV, Tangga Takat dan lainnya. Umumnya, instalasi rumah yang dibedah tersebut merupakan rumah menengah kebawah. “Berdasarkan pemantauan kita banyak instalasi listrik yang ada tidak baik. Dimana, kondisi kabel kerap berserakan, penyambungan kabel sembarangan seperti banyaknya terminal atau stiker yang bersambung-sambung. Hal inilah yang kerap membahayakan. Untuk itu, kondisi ini kita perbaiki agar aman,” tukas dia.

Kedepan dikatakan Agus, IKA PALKA ini diharapkan menjadi motor untuk adanya upaya perbaikan instalasi listrik di Sumsel. Apalagi, dengan banyaknya anggota yang tergabung dalam forum ini diharapkan dapat bekerja dengan maksimal. “Berdasarkan pantauan kita, dari 54 kasus terjadinya kebakaran yang disebabkan arus pendek hanya sedikit. Tidak semua kebakaran itu akibat korsleting listrik. Untuk itu juga kita mengimbau kepada masyarakat agar pada saat bepergian listrik untuk dimatikan agar tidak terjadi korsleting,” tukas dia.

Kemudian pada pemasangan listrik ini juga banyak terjadi kesalahan oleh PLN. Dimana, rumah warga yang tidak layak dipasang listrik berkapasitas 1.300 W. Apalagi, dirumah tersebut sama sekali tidak ada televisi, kulkas dan lainnya. Akibatnya, pemilik rumah harus kerja keras hanya untuk membayar tingginya beban listrik tersebut. Untuk itu, diharapkan PLN dapat memperhatikan kondisi ini.

“Bisa dibayangkan seorang pekerja pengangkut galon yang rumahnya tidak layak terpasang listrik sebesar 1.300 W. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja mereka sudah tidak bisa, terlebih hanya untuk membayar beban listrik. Untuk itu, hal ini harus diperhatikan oleh PLN. Seharusnya, pemasangan listrik itu harus sesuai dengan kabutuhan,” tandas Agus.

Ditambahkannya, kemudian pihaknya juga akan terus berupaya untuk melakukan perbaikan terhadap instalasi listrik yang terpasang dirumah-rumah warga. Karena hal ini merupakan kewajiban semua pengurus IKA PALKA untuk terus memperbaiki kondisi intalasi listrik yang ada di Sumsel. “Kita tidak ada target berapa banyak instalasi yang kita perbaiki. Tetapi, kita akan terus berupaya untuk memperbaiki ini,” ujar dia seraya tidak dapat menjabarkan berapa banyak kondisi instalasi listrik yang tidak layak di Sumsel.

Sementara itu, GM PLN SW2JB Nandi Ranadireksa mengatakan, saat ini untuk daftar tunggu atau waiting list di Sumsel mencapai 120-200 ribu. Hal ini disebabkan tingginya pertumbuhan demand sementara suplay sangat rendah.

“Bayangkan saja pertumbuhan demand setiap tahunnya mencapai 9%, sementara suplay atau pembangkit hanya 3-4%. Jadi, kita kerap kejar-kejaran untuk memenuhi pasokan listrik agar semuanya tercukupi. Tetapi, jika pertumbuhan kebutuhan sebanding dengan suplay maka bisa dipastikan tidak akan ada kendala lagi. Bahkan pada Juli mendatang tidak ada lagi pemadaman bergilir di Sumsel,” tegas dia. (yayan darwansah)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: