Gubernur Bantah Memihak Muba

PALEMBANG(SI) – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Alex Noerdin membantah tudingan Pemkab Musi Rawas (Mura) yang mengatakan bahwa dirinya memihak Pemkab Musi Banyuasin (Muba) terkait sengketa lahan sumur minyak dan gas Suban 4,10,11, dan Durian Maboek 2.

Gubernur juga menyilakan Pemkab Mura menempuh jalur hukum hingga kasus ini selesai di persidangan.“ Ya silakan saja mereka menuntut, meskipun tuntutan itu tidak jelas. Karena itu, kita akan biarkan kasus tersebut hingga ada hasil akhir putusan Pengadilan,”ujar Alex di kantor Gubernur kemarin. Menurut gubernur, atas tuntutan tersebut,saat ini pihaknya juga telah menyiapkan pengacara. Apalagi, kasus tersebut sedang berjalan di pengadilan.“Sekarang kansudah ada pengacara.Jadi kita siap menghadapi ini,”ujarnya.

Menurut dia,sengketa ini sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu.Tim tapal batas Kabupaten Mura dan Muba bersama tim tapal batas provinsi sejak 2006 juga sudah bekerja menyelesaikan masalah ini.Dari 11 titik tapal batas antara kedua daerah yangsudahditentukan,6diantaranya sudah disepakati,sementara 5 titik lagi masih dalam proses. amun, karena ada satu daerah yang letaknya tepat berada di tengah-tengah perbatasan kedua kabupaten tersebut,mereka saling ingin menguasai. Akibatnya,Blok Suban 4 diperebutkan sehingga terjadi masalah ini. ”Blok Suban 4 persis berada di tengah- tengah Kabupaten Mura dan Muba.Kedua daerah tersebut samasama memiliki alasan untuk mempertahankan atau mengklaim daerah tersebut.

Jadi sebagai Gubernur saya menjadi penengah untuk menyelesaikan masalah yang ada, bukannya memihak,”tandas Alex. Sementara itu,Kepala Biro Hukum dan HAM Pemprov Sumsel Ardani mengungkapkan,sebenarnya pihaknya beberapa waktu lalu sudah melakukan mediasi untuk pemecahan masalah ini dengan musyawarah. Tetapi, karena Mura sudah menggugat, pihaknya telah menyiapkan pengacara untuk melakukan pembelaan. Sebelumnya diberitakan, sidang perdana kasus sengketa batas wilayah antara Muba dan Mura digelar di Pengadilan Negeri Lubuklinggau, Rabu (2/6).

Sidang kasus gugatan Pemkab Mura terhadap tergugat I Pemkab Muba,tergugat II Pemprov Sumsel, dan turut tergugat PT Conoco Philip itu dipimpin Majelis Hakim Agusin SH MH dengan Hakim Anggota Wahyu Widya N SH MH dan Ahmad Samuar SH. Dalam materi gugatannya,Pemkab Mura menuntut Pemkab Muba, Pemprov Sumsel,dan Conoco Philips sebesar Rp1,751 triliun.Pemkab Mura menilai apa yang telah dilakukan ketiga tergugat merupakan perbuatan melawan hukum sehingga menimbulkan kerugian cukup besar.

Di antaranya,biaya akomodasi dan transportasi kepengurusan perkara sebesar Rp500 juta, biaya hukum pengurusan perkara sebesar Rp500 juta, dan biaya ganti rugi karena dilibatkan dalam kasus ini sebesar Rp750 juta. (yayan darwansah)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: