Carrefour Ngotot Tetap Bertahan

PALEMBANG (SI) – Sinyal-sinyal keengganan PT Carrefour Indonesia Gerai Palembang hengkang dari Mal Palembang Square (PS) yang dikelola PT Bayu Jaya Lestari Sukses (BJLS) terlihat jelas. Terbukti, mendekati waktu deadline kepindahannya dari PS pada 15 Juli,tiba-tiba kemarin PT Carrefour melaksanakan acara Bazar Rakyat dan Peresmian Pojok Rakyat yang terkesan mencari dukungan.

Acara yang dihadiri langsung KomisarisUmumPTCarrefourIndonesia Chairul Tanjung tersebut juga dihadiri Menteri Koordinator Perekonomian RI Hatta Rajasa, Ketua MPR RI Taufik Kiemas, Gubernur Sumsel H Alex Noerdin,Wali Kota Palembang H Eddy Santana Putra, Kapolda Sumsel Irjen Hasim Irianto,Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Mochammad Sochib,Ketua DPR Provinsi Wasista Bambang Utoyo.

Hadir juga Ketua DPR Kota Palembang Harnojoyo, Bupati Musi Banyuasin Pahri Azhari, perwakilan Kementerian Perdagangan dan Ekonomi dan lainnya. Tak ayal lagi,dengan kondisi ini, perseteruan antaraPTCarrefourdan BJLS semakin memanas. Di mana, Carrefour ingin tetap tinggal,sementara PT BJLS ingin Carrefour hengkang sesuai waktu yang ditetapkan.

Komisaris Umum PT Carrefour Indonesia Chairul Tanjung mengatakan, selama ini pihaknya tidak pernah angkat bicara mengenai masalah perseteruan antara pihaknya dan PT BJLS. Pihaknya mengontrak tempat tersebut jangka panjang dengan dokumen legal dan sah.Tetapi, karena ada pihak yang ingin memprovokasi agar Carrefour tidak betah tinggal, terjadilah hal ini.Padahal, masa kontrak harus habis sesuai ketentuan.

Karena itu,pihaknya mengajukan surat untuk pindah,asalkan ganti rugi diberikan dengan jumlah tertentu.“ Selama ini kita tidak pernah bicara.Jadi pada kesempatan ini saya langsung yang akan bicara. Kita sudah ajukan surat pindah, tetapi harus ada ganti rugi dengan nilai tertentu.

Karenagantiruginya tidakada kesepakatan,perjanjian tidak bisa dibatalkan dan tidak berlaku,”ujar Komisaris Umum PT Carrefour Indonesia Chairul Tanjung dalam jumpa pers seusai membuka acara Bazar Rakyat dan Peresmian Pojok Rakyat di Palembang Square, Jalan Angkatan 45 No 1,Palembang,kemarin.

Menurut Chairul,setelah terjadi pengalihan kepemilikan PS dari yang lama ke yang baru, tidaklah bisa melakukan putusan kontrak. Tetapi, ada upaya-upaya BJLS untuk mendukung atau meminta agar Carrefour tidak ada di PS. Dengan begitu,Pemprov Sumsel dan Pemkot Palembang melakukan mediasi agar konflik tidak terjadi lagi.

Dengan begitu,dicapailah MoU yang menyatakan Carrefour pindah 15 Juli,dengan catatan ada ganti rugi yang disepakati.Jika ada ganti rugi, barulahpihaknya akanpindah. “Sampai sekarang belum ada upaya ganti rugi. Untuk itulah, kita tetap menjunjung tinggi hukum yang ada.Diharapkan semua pihak bisa pahami dan dimengerti kondisi ini,”ujar dia.

Ketika ditanya hadirnya Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa,Ketua MPR RI Taufik Kiemas, Gubernur Sumsel H Alex Noerdin,Wali Kota Palembang H Eddy Santana Putra dan lainnya sebagai upaya untuk mencari dukungan,hal itu dibantah Chairul. Menurut dia, dilaksanakannya kegiatan tersebut sama sekali tidak ada kaitannya dengan 15 Juli. Pasalnya, kegiatan itu sudah dilaksanakandiJakartadanlainnya.“

Hal ini merupakan bentuk kepedulian kita kepada masyarakat. Untuk itulah, Carrefour prorakyat. Jadi, tidak ada sama sekali hubungannya mencaridukungankarenakitaingin memperkenalkan Carrefour bukan lagi milik luar negeri, melainkan milik putra Indonesia,”tukasnya. Dia menambahkan,upaya membuat Carrefour tidak betah pernah dilakukan beberapa oknum,seperti mematikan listrik sehingga Carrefour tidak dapat beroperasi.

Tetapi,kondisi ini dilawan pihak karyawan dengan terpaksa menjebol pintu panel listrik. Jadi, jika kondisi ini tidak dapat diatasi,akan dilakukan pembicaraan melalui jalur hukum.“Tidak ada yang bisa memaksakan kehendak karena ada koridor hukum. Untuk itu, jika perundingan tidak bisa berjalan, bisa melalui jalur hukum,”papar dia.

Sementara itu, Publik Relation PT BJLS Liza Sako menegaskan,diberikannya tenggat waktu sembilan bulan bagi Carrefour dirasa pihaknya cukup panjang untuk pindah. Untuk itulah,pada 15 Juli,Carrefour tetap harus pindah.“Kalau ingin tetap tinggal, mereka harus bicara dengan kita karena PS adalah milik kita. Tetapi, kita sudah menegaskan tidak akan memperpanjang lagi Carrefour di PS.

Untuk itulah, meskipun meminta dukungan Menteri,Gubernur,Wali Kota dan lainnya pada 15 Juli,mereka harus tetap hengkang,”tandas Liza. Dia mengatakan,sebagai sesama pelaku bisnis, seharusnya saling menghormati apa yang telah disepakati. Untuk itu, bukan alasan ganti rugi untuk tetap tinggal di PS. Sebab,gedung tersebut akan diserahkan kepada pihak lain. “Memang untukgantirugiadakesepakatannya.

Tetapi,itu setelah mereka keluar dari PS.Jadibukanlagialasanuntuktetap berdiam diri di PS.Apalagi,mereka juga mengakui kesepakatan yang telah dimediasi Gubernur beberapa waktu lalu,”papar Liza. Menteri Perekonomian RI Hatta Rajasamengatakan, memangselama ini ada kekhawatiran usaha kecil tergerus oleh perusahaan ritel.Untuk itulah,ada aturannya sehingga toko modern tidak boleh memonopoli, tetapi sepanjang kondisi itu saling menghormati hukum dan lainnya tidak ada masalah.

Sementara itu,Kapolda Sumsel Irjen Hasim Irianto mengatakan,saat ini kondisi yang ada masih tetap kondusif. Pihaknya akanterusmemantau kondisi ini dan berharap dapat diselesaikan baik-baik.Tetapi, jika benar-benar terjadi pemindahan dan pengusiran,pihaknya juga akan menyiapkan personel untuk melakukan pengamanan. (yayan darwansah)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: