Kasat Pol PP Dicopot

PALEMBANG (SI) – Terjadinya bentrok antara petugas Pol PP dengan puluhan massa HMI yang melakukan aksi unjuk rasa di kantor Gubernur, Jumat (11/6) lalu, berbuntut panjang.

Pasalnya, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Provinsi Sumsel dicopot mendadak karena diduga lalai memimpin anggotanya hingga terjadi aksi saling dorong dan terjang dengan massa. Kasat Pol PP lama Ubaidillah diganti dengan PLT Kasat Pol PP baru Muslimin yang selama ini menjabat sebagai Kepala Bagian Pembinaan Pol PP Provinsi Sumsel.

Informasi yang berhasil dihimpun SI menyebutkan, serah terima jabatan antara Kasat Pol PP lama dengan PLT Kasat Pol PP baru dilakukan mendadak dan terkesan tertutup tersebut terjadi sekitar pukul 12.30 WIB di ruang Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel, H Musyrif Suwardi. Pelantikan sendiri dihadiri dihadiri Asisten I, Asisten II, Asisten III, Asisten IV, Kepala BKD Pemprov Sumsel dan lainnya.

Usai sertijab, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sumsel H Muzakkir tidak mau berkomentar banyak. Dia beralasan, karena dirinya hanya ikut menghadiri selaku BKD Sumsel dan wewenang memberikan keterangan ada pada Sekda Provinsi Sumsel. “Ini bukan kewenangan saya, Jadi Wawancara saja langsung ke pak Sekda,” ujar Muzakir singkat.

Sementara itu sumber SI mengatakan, sertijab antara Kasat Pol PP yang lama Ubaidillah dengan PLT Kasat Pol PP baru Muslimin, dilakukan sekitar pukul 12.30 WIB di ruang Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel H Musyrif Suwardi dan dihadiri kedua belah pihak.

Sertijab yang berlangsung sekitar 15 menit tersebut, disaksikan langsung Sekda Provinsi Sumsel, beserta seluruh Asisten Gubernur Sumsel dan pihak BKD Provinsi Sumsel. Selain sertijab, juga dilakukan pembacaan SK pemberhentian sebagai pejabat yang memasuki masa pensiun.

PLT Kasat Pol PP yang baru Muslimin merupakan Kepala Bagian Pembinaan Pol PP Provinsi Sumsel dan dalam hal ini ia memegang dua kewenangan, pertama sebagai Kabag Pembinaan Pol PP merangkap PLT Kasat Pol PP Provinsi Sumsel sampai dilantik/diangkatnya Kasat Pol PP Provinsi yang baru. “Biasanya jabatan sebagai PLT itu ada batas waktu tapi relatif, tidak boleh terlalu lama, setelah ada pilihan calon pengganti baru akan dilantik,” kata dia.

Dijelaskannya, penggantian Kasat Pol PP ini, tidak ada hubungannya dengan bentrok fisik antara Sat Pol PP dengan pendemo beberapa waktu lalu. Pasalnya, Kasat Pol PP tersebut saat ini sudah memasuki masa pensiun karena umurnya sudah mencapai 67 tahun.

“Pergantian itu karena pak Ubaidillah memasuki masa persiapan untuk pensiun, umur pak Ubaidillah saat ini diperkirakan sudah 57 tahun lebih, dan setelah sertijab kemarin pejabat baru langsung efektif bekerja pada jabatan barunya,” katanya.

Dia membeberkan, dilakukannya sertijab antara Kasat Pol PP lama dengan yang baru dikarenakan tidak diperpanjanya jabatan Kasat Pol PP yang lama. “Seseorang yang menjabat PLT tidak akan mendapatkan tunjangan, namun ia bertanggung jawab penuh dengan jabatan yang dijabatnya dan harus menanggung resiko jika terjadi sesuatu,” tukasnya.

Pejabat yang menjadi PLT juga tidak harus dilakukan pelantikan, hanya saja ada prosesi sertijab antara pejabat lama dan pejabat baru, dan ketika ada pengangkatan, pejabat PLT tersebut belum tentu dilantik karena yang menentukan adalah pimpinan, apa akan memilih tenaga PLT tersebut atau sebaliknya. “Memilih pejabat untuk dijadikan posisi strategis tersebut adalah kewenangan Gubernur,” tukas dia. (yayan darwansah)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: