Rehab GOR Dimulai

– 519 Pohon Ditanam Sulam

PALEMBANG (SI) – Secara resmi rehab Gelanggang Olahraga (GOR) untuk pembangunan Palembang Sport and Convention Center (PSCC), Hotel and Town Square dimulai. Ini dibuktikan dengan diberikannya kunci GOR oleh Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Alex Noerdin kepada Direktur PT GISI Jimmy Boaz Oentoro.

Dalam kesempatan itu juga ditandai dengan dilakukannya penanaman pohon trembesi dan mahoni berjumlah 50 batang oleh Gubernur Sumsel H Alex Noerdin, Walikota Palembang H Eddy Yusuf, Ketua DPRD Provinsi Wasista Bambang Oetoyo, Ketua DPRD Kota Palembang Harnojoyo, Direktur PT GISI Jimmy Boaz Oentoro, Dari KONI dan KOI Pusat Joko Pramono dan lainnya. Ini dilakukan untuk mengganti pohon yang ditebang untuk pembangunan GOR.

“Rehab GOR sebesar Rp125 miliar dimulai. Dimana, penandaan pembangunan dilakukan dengan sudah kita serahkan kunci GOR kepada PT GISI,” ujar Gubernur Sumsel H Alex Noerdin, usai penanaman pohon di GOR, Palembang, kemarin.

Kemudian untuk semua pohon yang ada dikawasan GOR nantinya juga akan ditebang. Tetapi, tentunya pohon yang ditanam sulam seperti pohon trembesi dan mahoni sudah tumbuh. Sebab, selain pohon tersebut memiliki nilai ekonomis yang tinggi juga berfungsi sebagai penyerap CO2 yang tinggi yakni mencapai 28 ton pertahun.

“Semua pohon nantinya akan ditata ulang dengan tipe tanam sulam. Jika pohon yang ditanam sudah besar maka yang lainnya ditebang. Untuk itulah, nantinya kita akan tanam 1 juta pohon lagi dikawasan GOR. Apalagi, pohon yang ada saat ini tidak tahan dan rawan roboh seperti pohon jarak, palm dan lainnya,” ujarnya.

Dikatakan Alex, karena kondisi GOR yang dari 40 tahun silam sudah mengalami penyusutan mencapai 60%, maka sudah sewajarnyalah direhab. Dimana, rehab ini diserahkan kepada pihak ketiga tetapi mereka diperbolehkan membangun hotel, town square dan lainnya. “Dalam satu tahun kita bisa mendapatkan Rp315 juta. Jumlah ini akan selalu berubah karena bagi hasil selalu meningkat 5% pertahun. Keuntungan lainnya adalah kita tidak lagi mengeluarkan biaya perawatan sebesar Rp200 juta pertahun karena itu kewenangan investor,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Palembang H Eddy Santana Putra juga mengatakan, bahwa dirinya yang akan langsung mengawal pembangunan GOR untuk kepentingan SEA Games. Untuk itulah, pihaknya mengajak semua pihak untuk mendukung upaya Gubernur dalam rangka peningkatan GOR.

“GOR ini tidak akan hilang tetapi kondisinya ditingkatkan. Jadi, marilah kita kawal pembangunan ini agar tidak merusak lingkungan,” tegas Eddy.

Dia mengatakan, pada awal akan dilaksanakannya kontrak pihaknya sudah menekankan agar pihak investor untuk tidak merusak kawasan GOR. Tetapi, dari 19 pohon yang ditebang akan diganti mencapai 100 pohon bahkan sejuta pohon dikawasan Kota Palembang. Selain itu, untuk GOR nantinya ketika selesai dibangun pihaknya tidak ingin kawasan tersebut terkesan ekslusif dan tertutup.

“Saya ingin GOR ini terbuka untuk umum sehingga anak-anak kita masih bisa main disini. Jadi, tidak perlu lagi dipagar. Apalagi, kawasan ini juga akan dibangun lokasi untuk lari,” tukas dia.

Ditambahkan Kepala Dinas PU Cipta Karya Provinsi Sumsel Rizal Abdulah, untuk pohon yang berjumlah 519 akan ditanam ulang dengan pola tanam sulam. Jika pohon yang kecil sudah besar barulah yang besar ditebang. Sebab, pohon yang ada saat ini tidak semuanya baik seperti pohon jarak, palm dan lainnya.

“Nanti semua pohon yang ada di GOR akan kita tanam dengan pohon trembesi dan mahoni. Sebab, pohon tersebut selain sebagai perindang memiliki daya serap air sangat tinggi. Apalagi, dalam satu tahun bisa menyerap 28 ton CO2,” ujarnya.

Direktur PT GISI Jimmy Boaz Oentoro mengatakan, untuk pembangunan GOR nantinya pihaknya akan menggunakan sedikitnya 700 tenaga kerja lokal asal Sumsel. Tidak hanya pada pelaksanaan pengerjaan untuk pengelolaan juga akan menggunakan orang lokal. “Kita sudah berkomitmen bahwa untuk pembangunan ini akan menggunakan orang lokal. Kemudian, pada Desember mendatang untuk rehab juga sudah selesai dan dapat digunakan untuk Pekan Olahraga Nasional. Tetapi, untuk hotel, town square dan lainnya dipastikan akan selesai Juni-Juli 2011,” bebernya. (yayan darwansah)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: