Tiga Daerah Belum Serahkan Cleaning Dokumen

PALEMBANG (SI) – Meskipun sensus penduduk Sumatera Selatan (Sumsel) telah selesai, tetapi pendataan total jumlah penduduk Sumsel masih sedikit terhambat. Hal ini disebabkan karena masih terdapat tiga daerah yang belum menyerahkan cleaning dokumen kepada Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel.

Dengan kondisi tersebut membuat data jumlah penduduk Sumsel hingga akhir pendataan susulan telat. “Hingga kemarin semua data sensus telah diserahkan seluruh Kabupaten/Kota ke BPS. Namun, ada tiga daerah yang belum melengkapi data sensus tersebut yaitu Palembang, OKU dan OKU Timuar. Akibatnya, data sensus ini sedikit terhambat karena mereka masih proses pembetulan daftar isian, cleaning dokumen dan lainnya,” ujar Kepala BPS Sumsel Haslani Haris, di Palembang, kemarin.

Dia mengatakan, saat ini semua daerah dalam penyisiran, penyesuaian data, proses pembetulan daftar isian dan proses cleaning dokumen. Jika hal tersebut telah selesai dilakukan maka dipastikan angka terakhir jumlah penduduk Sumsel pada 2010 dapat ditotalkan. Tetapi, diperkirakan setiap tahun jumlah penduduk Sumsel meningkat mencapai 100.000 jiwa.

“Sampai hari ini data lengkapnya belum 100% kita terima dari kabupaten kota, baru masuk 99%. Karena ada petugas yang masih melakukan pembetulan data, merapikan dan lainnya, jadi bukan tidak tepat waktu, hanya ada proses teknis yang harus diselesaikan,” jelas dia.

Dikatakannya, untuk sementara jumlah penduduk Sumsel mencapai lebih dari 7,3 juta jiwa. Dimana, pada 2009 lalu jumlah penduduk Sumsel mencapai lebih dari 7,2 , namun jika dibandikan sensus 10 tahun lalu penduduk Sumsel hanya mencapai 6,3 juta jiwa.

“Sampai 31 Mei lalu, sesuai jadwal nasional pendataan sensus berakhir, namun diberikan waktu sampai tanggal 15 Juni untuk perpanjangan jika ada penduduk yang terlewatkan, hari ini perpanjangan waktu pendataan selesai. Secara nasional datanya akan diumumkan tanggal 15 Agustus,” tukasnya.

Ketika ditanya belum dibayarkannya gaji 17.000 petugas sensus Haslani menjelaskan, memang untuk saat ini semua honor untuk petugas sensus mulai dari koordinator lapangan, koordinator tim, dan petugas sensus semuanya belum dibayarkan. Dimana, berdasarkan kontrak yang ada honor baru bisa dibayar ketika semua tugas selesai.

“Jika semua pekerjaan selesai maka BPS Kabupaten/Kota akan memberikan nama-nama petugas yang akan diberikan gaji ke kantor Pos. Sebab, dana untuk petugas sensus semua telah kita masukan dikantor Pos. Hal ini guna menghindari adanya pemotongan dan kecurangan lainnya tetapi setelah dipotong pajak,” ujar dia.

Ditambahkan, Kepala Bidang Statistik Sosial BPS Sumsel, Dyah Anugrah K mengatakan, jumlah petugas sensus se Sumsel mencapai 17 ribu petugas, untuk koordinator lapangan mencapai 541 orang digaji mencapai Rp3,4 juta perorang, koordinator tim 4.168 orang digaji Rp3 juta perorang dan PCL (petugas pencacah lapangan) 12.546 orang digaji Rp2,5 juta perorang.

“Hingga kini ada beberapa petugas sensus yang diberhentikan karena alasan pekerjaan, namun hal itu tidak menghambat proses sensus, karena masih banyak penggantinya. Kemudian untuk dana untuk pembayaran operasional untuk Korlap Rp3,4 juta, untuk Kortim Rp3 juta, PCL Rp 2,5 juta setelah dipotong pajak dan potong biaya kantor pos akan dicairkan setelah semua pekerjaan selesai,” tukasnya. (yayan darwansah)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: