Karnaval Budaya 2010 Meriah

PALEMBANG (SI) – Karnaval budaya 2010 di Provinsi Sumsel resmi dibuka Menteri Kebuda-yaan dan Pariwisata RI Jero Wacik, kemarin. Cuaca Kota Palembang yang mendung dan gerimis tak sedikit pun mengurangi kemeriahan pawai keragaman budaya se – Sumsel ini.

Pelepasan karnaval yang dipusatkan di halaman kantor gubernur tersebut, juga dalam rangka memeriahkan Festival Sriwijaya ke XIX. Dengan didampingi Gubernur Sumsel H Alex Noerdin, bupati/ wali kota se Sumsel, Menteri Jero Wacik, dimanjakan dengan suguhan seni budaya yang unik dari masing-masing daerah. Iringan peserta karnaval sempat membuat macet di ruas jalan yang dilalui seperti Jalan Kapten A Rivai dan Jalan Sudirman.

Kemacetan terjadi, karena para pengendara yang melintas mengurangi kecepatannya untuk melihat keindahan dan keunikan masing – masing peserta karnaval. Peserta karnaval hanya mengambil rute hingga jalan sudirman depan Pasar Cinde. Selanjutnya, para peserta menaiki bus yang telah disediakan untuk menuju kawasan Sriwijaya Expo di Jakabaring. Meskipun hanya sekilas, suguhan dari masing-masing daerah cukup membuat menteri bangga akan keragaman budaya di Sumsel.

Seperti kontingen Ogan Ilir yang menyuguhkan cerita rakyat tentang legenda Lanang Kuaso, Pagaralam menampilkan cerita manusia digigit ular hingga menjadi batu,Empat Lawang menyuguhkan cerita dengan tema “The Legend of Mak Sumai”, Prabumulih menceritakan tentang Nanas Pehabung Mule dan masih banyak keunikan lainnya. “Kita harus bangga akan seni dan budaya yang diwariskan nenek moyang kita.

Untuk itu, kita harus melestarikan budaya dan dijadikan alat pemersatu, agar tercipta kerukunan antar masyarakat ditengah berbagai perbedaan,” ujar menteri usai pelepasan kontingen karnaval budaya, di halaman kantor Gubernur, kemarin. Dalam kesempatan tersebut Jero Wacik mengaku sangat bangga sekaligus terharu melihat festival budaya di Sumsel. “Pak Presiden berpesan, jadikan seni budaya ini menjadi alat pemersatu, perekat bangsa, kerukunan dan jangan ada perbedaan.

Jadi, mari kita budayakan kesenian ini sehingga tidak hilang,”katanya. Dia menegaskan, kegiatan festival budaya bukan sekadar menghabiskan anggaran. Melainkan sebagai wujud menghargai negeri, terlebih dengan melibatkan generasi muda dalam festival, agar mereka mengetahui dan menghargai nilai budayanya sejak dini.

“Kita terus melakukan promosi pariwisata di Indonesia, dan Indonesia merupakan tempat yang memenuhi kriteria wisatawan untuk berkunjung,”sebutnya. Di mana, budaya tersebut harus didukung oleh beberapa faktor agar wisata dari luar berminat datang ke Indonesia seperti kondisi alam, budaya, orang atau manusianya,makanan,value atau nilai uang yang masih murah dan keamanan. “Indonesia memiliki alam yang sangat luas dan banyak potensi, budayanya kaya, orang Indonesia ramah, termasuk masyarakat Sumbagsel yang dinamis, bersahabat.

Kemudian, makanan di Indonesia dan Sumsel sangat banyak dan beragam, nilai uangnya juga masih murah dibanding negara lain didunia, kemananan di Sumsel juga kondusif. Jadi, kondisi inilah yang mendukung pariwisata Sumsel bisa bersaing,” urainya.Menteri mengaku yakin, turis asing akan datang, apalagi visa sudah dipermudah, hotel sudah banyak dan aman. Gubernur Sumsel H Alex Noerdin mengatakan, Festival Sriwijaya 2010 ini merupakan yang ke XIX.

Di mana, untuk 2011, waktu penyelenggaraan festival Sriwijaya dan Sriwijaya Expo akan digeser bersa-maan dengan pelaksaan Sea Games XXVI 2011, yaitu pada November. Dengan begitu, pelaksanaan Festival Sriwijaya ke XX nantinya akan lebih meriah. “Kita meyakini bahwa untuk saat ini masih banyak yang kurang. Tetapi, kami berjanji pada 2011 nanti penyelenggaraan Festival Sriwijaya dan Sriwijaya Expo pada 2011 akan lebih baik dari tahun ini.

Apalagi, festival ini juga akan dilaksanakan berbarengan pembukaan Sea Games,”beber Alex. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumsel M Jhonson menambahkan,karnaval budaya ini sekaligus untuk mempromosikan keanekaragaman seni budaya Sumsel kepada masyarakat luas. Untuk itu, pihaknya ingin menyajikan tampilan yang menarik dan berbeda.

Dia juga menyebutkan,Festival Sriwijaya dan Sriwijaya Expo digelar 16-23 Juni 2010,di Komplek Dekranasda Jakabaring, Palembang, yang nantinya akan digunakan sebagai lokasi Sea Games. “Untuk festival ini setiap daerah mengirimkan kontingennya. Jadi,mulai dari tanggal 16-23 Juni mendatang, setiap malam masing-masing daerah akan menampilkan keseniannya di arena sriwijaya expo. Dengan ini mari kita saksikan Festival Seni Sriwijaya ke XIX dengan datang ke komplek Dekranasda Jakabaring,” ajaknya. (yayan darwansah)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: