PT BA-Adani Sepakat Pembangunan Rel KA Double Track

PALEMBANG (SI) – PT Bukit Asam (PT BA) bersama dengan PT Adani dari India sepakat membangun jalur kereta api (KA) double track sepanjang 273 Km, dari Tanjung Enim-Tanjung Api-api (TAA) untuk mengangkut batu bara.

Kerjasama dengan metode Businnes to Businnes (B to B) tersebut sedikitnya memakan dana mencapai USD1,5 miliar dengan lama waktu pembangunan mencapai 40 bulan sejak ditandatangani kontrak kerjasama tersebut. “Antara PT BA dengan PT Adani telah sepakat untuk pembangunan jalur KA double track dari Tanjung Enim-TAA. Dimana, untuk nilai investasi masih dalam tahap negosiasi, tetapi diperkirakan mencapai USD1,5 miliar,” ujar Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Provinsi Sumsel Robert Heri, di Palembang, kemarin.

Tidak hanya membangun rel kereta api, menurut dia, PT Adani juga akan membangun dua pelabuhan yakni pelabuhan Coal Terminal dan pelabuhan smelter dikawasan TAA hasil kerjasama dengan PT Nalco. Dimana, satu pelabuhan untuk batu bara hasil angkutan PT Adani dari Tanjung Enim dan satu lagi untuk bahan-bahan aluminium untuk Nalco.

“Untuk pembangunan pelabuhan hampir mencapai USD5 miliar. Dimana, pelabuhan tersebut nantinya bukan hanya untuk angkutan batu bara dan aluminium saja. Tetapi, pelabuhan tersebut akan digunakan untuk semua sector baik angkutan transportasi umum, peti kemas dan lainnya,” tukas dia.

Dikatakan Robert, jika jalur KA dan pelabuhan tersebut selesai dilakukan pembangunannya, maka pengangkutan batu bara dipastikan akan meningkat cukup signifikan dari 12 juta ton pertahun menjadi 50 juta ton pertahun. Dengan begitu, eksploitasi juga akan mengalami peningkatan sehingga dapat lebih optimal. Sebab, selama ini pengangkutan batu bara baik dari Tanjung Enim dan Lahat terkendala jalur transportasi yang hanya satu yakni transportasi darat.

“Kendala minimnya penjualan batu bara selama ini karena hanya satu jalur angkutan yakni melalui angkutan darat seperti truk. Tetapi, jika jalur KA double track selesai maka dipastikan pengangkutan akan meningkat seperti dari PT BA yang selama ini hanya 12 juta ton pertahun menjadi 50 juta ton pertahun. Sementara untuk Lahat dari 1 juta ton pertahun dapat meningkat 10 juta ton pertahun,” ungkap dia seraya menambahkan, ini artinya, menurut Robert, penambangan batu bara yang ada di Sumsel dapat lebih meningkat. Dengan begitu, pendapatan yang ada di Sumsel juga akan lebih banyak.

Selain membangun jalur kereta api double track untuk angkutan batu bara, juga dilakukan pembangunan jalur transportasi darat dari Lahat ke TAA oleh Servo sepanjang 280 Km. Dengan begitu, jalur umum yang kerap digunakan untuk mengangkut batu bara selama ini tidak akan lagi terganggu. “Nantinya angkutan batu bara tidak akan lagi menggunakan jalur umum sehingga tidak mengganggu. Dimana, dari 280 Km lahan yang akan digunakan sudah dibebaskan mencapai 60%,” beber Robert.

Robert memastikan, tiga daerah yang dilintasi jalur angkutan batu bara seperti rel kereta api double track, angkutan darat dan lainnya akan mendapat keuntungan yang tidak terhingga dari bagi hasil. Untuk itulah, tiga Bupati yang terkait seperti Lahat, Muara Enim dan Banyuasin sangat mendukung pembangunan yang ada.

“Kita sudah melakukan pembicaraan baik itu kepada Bupati, PT Adani, Servo, Nalco, PT BA dan pihak terkait lainnya untuk membahas masalah ini. Dimana, semua kepala daerah sangat mendukung terwujudnya pembangunan tersebut. Apalagi, daerah tersebut juga akan mendapatkan royalty dari angkutan batu bara yang ada,” tukas dia.

Sementara itu, Gubernur Sumsel H Alex Noerdin mengatakan, pihaknya akan membangun angkutan khusus batu bara baik itu dari Lahat-TAA dan Tanjung Enim-TAA. Dengan begitu, kekayaan alam yang ada di Sumsel ini akan dapat dimanfaatkan dengan optimal.

“Batu bara yang diangkut dari Lahat dan Tanjung Enim sebanyak 35 juta ton pertahun nantinya akan digunakan untuk bahan bakar pembangkit listrik Nalco dengan kapasitas 1.250 MW. Dengan begitu, pabrik aluminium milik Nalco dapat beroperasi dan pembangunan kawasan TAA dapat mulai berjalan,” tukas dia. (yayan darwansah)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: