Sudah Pakai, Air Sungai Musi Harus Dikembalikan

Gubernur Minta Air Sungai Musi Dikembalikan

PALEMBANG (SI) – Gubernur Sumsel H Alex Noerdin meminta pemerintah Provinsi Bengkulu kembali mengembalikan air Sungai Musi yang dipakai untuk menggerakan turbin Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

Pasalnya, dari sekian banyak debit air yang dipakai untuk menggerakkan pembangkit tersebut tidak semuanya dikembalikan ke Sungai Musi. Akibatnya, kondisi sungai yang berada di hilir akan terganggu. Untuk itu, Alex mendesak Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Departemen PU meninjau kondisi tersebut. Karena hal ini menyangkut kebutuhan akan Sungai Musi sebagai jalur trasportasi dan kebutuhan masyarakat lainnya.

“Berdasarkan informasi di Provinsi Bengkulu ada PLTA yang menggunakan air Sungai Musi untuk menggerakkan turbin. Seharusnya, air tersebut sesudah dipakai harus dikembalikan lagi ke jalurnya yakni Sungai Musi. Akan tetapi, oleh pihak yang terkait air tersebut tidak seutuhnya dikembalikan sehingga membuat kondisi hilir sungai terganggu,” ujar Alex, di Palembang, kemarin.

Menurut Alex, air Sungai Musi tersebut banyak digunakan untuk keperluan masyarakat sehari-hari baik itu untuk air bersih, transportasi dan lainnya. Dengan adanya penyimpangan air tersebut otomatis dapat membuat kondisi sungai terganggu khususnya untuk jalur transportasi.

“Jika air tersebut setelah dipakai tetapi tidak dikembalikan, otomatis debit air berkurang. Akibatnya, pelayaran kapal yang melintas di Sungai Musi akan terganggu. Untuk itu, kita harapkan jangan sampai kondisi tersebut mengganggu karena ini menyangkut orang banyak,” tukasnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Departemen PU Mochammad Amron mengatakan, mengenai adanya keluhan Gubernur Sumsel H Alex Noerdin menyangkut di persediaan di Hulu Sungai Musi yakni di Provinsi Bengkulu, dimana air dipasok untuk menggerak turbin di PLTA Musi milik PT PLN dan sisa airnya tidak lagi dibuang ke Sungai Musi lagi, pihaknya berjanji akan meninjaunya. Sehingga dengan begitu, tidak akan terjadi masalah karena pengurangan debit air tersebut.

“Untuk menggerakan turbin ini rasanya tidak begitu banyak air yang digunakan. Untuk itu, jangan sampai terjadi masalah dan nanti kita akan cek dan pelajari,” ujar Amron.

Dikatakan Amron, Sumatera Selatan memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap bahaya penurunan ketersediaan air, banjir dan kekeringan. Untuk itu, sebagai langkah antisipasi, pemerintah melalui Dirjen Sumber Daya Air Departemen Pekerjaan Umum telah mengalihkan buangan air dari Sungai Ogan ke Sungai Komering sehingga Sungai Musi debit airnya normal.

“Beberapa strategi dan kebijakan saat ini sudah dilakukan untuk menghadapi dampak perubahan iklim global. Bahkan, di Bappenas sudah dipublikasikan profil tingkat kerentanan di wilayah Sumatera. Untuk itulah, hal ini harus diantisipasi,” ujar dia.

Dia menjelaskan, kota besar di Sumatera seperti Medan, Palembang, Pekanbaru, Padang, Bandar Lampung dan sekitarnya memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap bahaya penurunan ketersediaan air, banjir dan kekeringan. Dimana, hal ini disebabkan daerah yang memiliki kondisi tanah yang berbeda seperti terdapat rawa, lahan gambut dan lainnya.

“Berdasarkan kajian Bappenas kondisi ini tidak menjadikan semua pihak pesimistis tetapi sebaliknya menjadi peringatan untuk mengugah semua pihak untuk segara merumuskan kebijakan dan strategi pengelolaan sumber daya air di setiap provinsi,” kata dia..

Untuk saat ini, ungkap Amron, kualitas air di Sungai Musi masih cukup baik, begitu juga ketersediaanya. Hanya saja, persoalan sendimentasi (pengendapan) lumpur yang masih tinggi menjadi persoalan. Tetapi, untuk pengaturan pola buangan air dari Sungai Ogan yang semula mengalir ke Sungai Musi, kini sudah diarahkan ke Sungai Komering sehingga banjir (genangan) air di beberapa titik di kota Palembang saat ini sudah mulai berkurang. Berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya. (yayan darwansah)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: