TAA Hubungkan Palembang-Muntok 3 Jam

Pelabuhan Selesai Awal 2011

PALEMBANG (SI) – Pelabuhan penyebarangan Tanjung Api-api (TAA) dipastikan rampung pertengahan 2011 mendatang. Letak pelabuhan yang strategis tersebut dapat menghubungkan antara Palembang-Muntok dalam waktu 3 jam dengan jarak 18 mil. Dengan begitu, kapal penyeberangan tidak akan lagi berada dipelabuhan 3 Ilir tetapi sudah pindah ke TAA yang jaraknya lebih dekat.

“Selama ini kan kapal penyeberangan yang melintas di Sungai Musi sangat banyak. Dimana jalur yang sempit membuat laju kapal terganggu dan ditambah jarak yang cukup jauh. Tetapi, jika semua kapal sudah berada di TAA maka selain jarak lebih dekat ganggung tidak ada lagi,” ujar Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Provinsi Sumsel H Sarimuda, usai melakukan pemilihan awak kendaraan umum teladan se Sumsel, di hotel Swarna Dwipa, kemarin.

Menurut Sarimuda, pelabuhan penyeberangan di kawasan TAA tersebut diperkirakan selesai awal tahun 2011 dan secara fisik dapat beroperasional pertengahan tahun karena akses jalan baru selesai pertengahan 2011.

Dikatakannya, izin perlintasan untuk pelabuhan penyeberangan di TAA tersebut sudah dikeluarkan Menteri Perhubungan RI, namun ia belum mengetahui berapa persis kapasitas angkut penumpangnya, yang jelas akan melayani penumpang yang akan berangkat ke Mentok-Bangka dan lainnya.

“Dibuatnya pelabuhan penyeberangan di TAA sebagai pengganti pelabuhan 35 Ilir, karena akses kendaraan angkutan umum menuju ke Pelabuhan 35 Ilir sangat sempit, begitu juga dengan lalulintas sungai menuju kawasan 35 Ilir berbelok-belok, mulai ramai dan tidak mendukung lagi,” katanya.

Untuk itulah, dilakukan pemindahan Pelabuhan 35 Ilir itu. Apalagi, lalulintas Sungai Musi ke arah sana tidak layak lagi, maka dari itulah dialihkan ke TAA, lagipula dengan dibuatnya pelabuhan di TAA kapal yang selama ini tidak boleh masuk ke Pelabuhan 35 Ilir karena terhalang Jembatan Ampera dan lainnya, bisa mengakses ke TAA, di sana nanti semua kapal bisa masuk.

“Pelabuhan penyeberangan di TAA tersebut, memiliki terminal yang besar, akses jalan lebih luas dan lancar. Selain itu, lebih mempersingkat waktu dari Palembang ke Mentok-Bangka. Dengan begitu, orang Bangka nanti lebih cepat ke Palembang, jaraknya paling 18 mil dengan waktu sekitar 3 jam,” ujar dia seraya menambahkan, kalau sekarang kan ke Bangka bisa mencapai 5 jam. Hal ini karena tidak bisa cepat, lalulintas Sungai Musi padat dan lainnya.

Menyangkut pemilihan awak kendaraan umum teladan sendiri, dia menjelaskan, para supir merupakan penyebab terbesar terjadinya kecelakaan lalulintas, setelah faktor lainnya seperti kendaraan, jalan, rambu-rambu dan lainnya. Oleh karena itulah, dilakukan pemilihan awak kendaraan umum teladan ini guna meningkatkan kualitas sopir dalam berkendara.

Sementara itu, Kabid LLAJ dan Perkeretaapian Dishub Kominfo Sumsel, Nofri Dalimunthe menambahkan, dari 17 peserta pemilihan dari kalangan awak kendaraan umum, seperti sopir angkot, sopir AKDP, sopir bus, sopir transmusi dan lainnya se Sumsel, terpilih tiga awak kendaraan umum teladan tingkat Provinsi Sumsel. Dimana, mereka yang terpilih akan diikutkan ke pemilihan awak teladan tingkat nasional.

“Pemenang pertama tahun ini jatuh pada pengemudi AKDP dari Muba yaitu Zumal Uzazi, kedua Tamsil pengemudi bus transmusi dari Palembang dan Julani dari OKU,” terang dia. (yayan darwansah)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: