Pasar Modern Jual Aksesoris Elpiji Tak SNI

PALEMBANG (SI) – Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Provinsi Sumsel menemukan beberapa pasar modern di Palembang menjual bebas aksesoris elpiji seperti regulator, pengaman regulator, selang dan karet yang tidak SNI.

Untuk itu, Disperindag menyita sedikitnya 170 unit aksesoris elpiji dengan berbagai merk. Kemudian, bagi pasar modern yang menjual bebas aksesoris elpiji tak SNI tersebut diberikan surat teguran. Jika masih menjual aksesoris tersebut maka diberikan sanksi lebih berat yakni pencabutan izin.

Kepala Disperindagkop Sumsel H Eppy Mirza mengatakan, pemantauan terhadap berbagai aksesoris elpiji ini disebabkan karena banyaknya kasus ledakan tabung gasa yang disebabkan banyak beredar aksesoris tak SNI. Untuk itulah, pihaknya melakukan pemantauan terhadap beberapa pasar modern di Palembang dan ternyata ditemukan aksesoris tak SNI.

“Kita sudah memberikan teguran kepada supermarket atau pasar modern tersebut. Jika kita masih menemukan barang yang tak SNI dijual bebas maka izin pasar modern tersebut akan kita cabut,” tegas Eppy, di kantornya, kemarin.

Eppy membeberkan, adapun aksesoris elpiji yang ditemukan antara lain regulator merk Gascomp sebanyak empat unit dan merk Carrefour sebanyak empat unit. Kemudian, selang merk Carrefour dua unit ditemukan terjual bebas di PT Carrefour Indonesia Cabang Palembang.

Kemudian di pasar moder lainnya seperti PT Matahari Putra Prima atau Hypermat juga ditemukan aksesoris elpiji tak SNI seperti regulator dengan merk Black SSO ST-R-01 CK sebanyak delapan unit, lalu merk Valve Plus sebanyak 20 unit, merk Gascomp MI:1184 AF sebanyak 24 unit.

“Selain didua supermarket tersebut di PT Lotto Hose Sale Palembang atau Makro juga kita temukan aksesoris tak SNI. Dimana, untuk regulator dengan merk Black SSO ST-R-01 CK ditemukan sebanyak 6 unit, pengaman regulator 60 unit dan selang regulator mencapai 6 unit dengan merk Black SSO SRURH,” bebernya.

Selain di supermarket-supermarket, menurut Eppy, pihaknya juga melakukan pemantauan atau sidak ke toko-toko besar yang juga ikut menjual aksesoris elpiji serperti di toko Guntur Baru. Namun, di toko tersebut, pihaknya tidak menemukan aksesoris tak SNI seperti regulator dengan merk SLE Gas: SL 888 sebanyak 15 unit, lalu merk WIN Gas: DN 138 sebanyak lima unit. Lalu juga terdapat selang karet tak SNI dengan merk Pensonic sebanyak empat unit dan merk Indogas sebanyak 12 unit.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Perlindungan Konsumen Disperindagkop Sumsel Susilawaty Gathmir menambahkan, selama ini aksesoris yang ditarik pihaknya tersebut adalah aksesoris yang tidak membubuhkan label SNI sesuai dengan pasal 2 huruf b Peraturan Menteri Perindustian dan Perdagangan tentang standar Nasional wajib. Akan tetapi, untuk mengetahui apakah aksesoris tersebut SNI atau tidak pihaknya tidak dapat memastikan. Sebab, untuk memutuskan hal tersebut adalah kewenangan Lembaga Sertifikasi Produk (LSPo).

“Kita (Disperindag) belum tahun apakah produk tersebut standar atau tidak. Yang pasti produk tersebut telah melanggar peraturan sehingga kita sita,” ujarnya.

Selain menemukan aksesoris elpiji yang tak SNI tersebut pihaknya juga menemukan sedikitnya 8.000 tabung elpiji 3 kg yang rusak dibeberapa stasiun pengisian bahan bakar gas. Namun, atas kondisi tersebut pihaknya telah memberikan laporan kepada Pertamina untuk melakukan pergantian.

“Kita menemukan beberapa tabung yang rusak seperti di PT Kalindo tabung gas baja elpiji 3 kg sebanyak 6.000 unit, PT Sumber Gas Sukses sebanyak 2.500 unit, PT Elgastrindo sebanyak 60 unit. Atas kondisi ini kita sudah laporkan ke Pertamina, jadi silahkan pertamina untuk melakukan pergantian,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua YLKI Sumsel Taufik Husni menegaskan kiranya pihak terkait untuk secepat mungkin melakukan penarikan terhadap berbagai aksesoris elpiji tak SNI yang masih beredar dipasaran seperti saat ini. Untuk itu, kiranya tidak ada lagi korban yang bertebaran atas hal ini.

“Kami bersama pihak terkait akan membentuk tim untuk melakukan pemantauan. Jika masih terdapat supermarket atau toko yang mejual aksesoris elpiji yang tak SNI maka kita akan langsung melakukan penyitaan. Dengan begitu, diharapkan tidak ada lagi aksesoris tak SNI yang diperjual belikan karena membahayakan jiwa konsumen,” tukasnya. (yayan darwansah)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: